11 Warga Pasaman Hilang di Hutan


Selasa, 03 Maret 2015 - 19:25:48 WIB
11 Warga Pasaman Hilang di Hutan

Hutan tersebut termasuk kawasan hutan lebat di pung­gung Bukit Barisan. Pegu­nungan Bukit Barisan adalah jajaran gunung yang mem­bentang dari utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lam­pung) Pulau Sumatera sepan­jang 1.650 km.

Informasi masyarakat hi­lang ini bermula dengan hi­lang­nya Juli Efendi alias Bu­jang (37), salah se­orang warga Jo­rong IV Tan­­­jun­g­baru Ben­teng Nagari Tan­jung Beringin. Bujang di­nyatakan hilang pa­da Minggu (1/3) oleh pihak ke­luarga.

Hingga Minggu petang, gabungan tim pencari dari Ba­dan Penan­g­gula­ngan Bencana Dae­rah, TNI dan Polri serta dibantu ma­syarakat setempat melakukan pencarian.

Malang pun bertambah, Bujang tidak ditemukan, satu rombongan berjumlah 11 orang yang terdiri dari masya­rakat pun tersesat. Rom­bo­ngan ini ikut mencari tanpa sepe­ngetahuan dari tim gabu­ngan yang telah dibentuk resmi.

Satu tim yang hilang itu adalah Redi Mulyadi (37), Syafrial (30), Yaumil Ahmad (19), Noviandri (39), Andre Saputra (21), Saparuddin (38), Edrizal (34), Idas (34), Putra, Edi Tando (45) dan Rus (37).

Akibatnya, sam­pai Selasa (3/3) tim gabungan belum mem­­buahkan hasil menemukan mere­ka yang hilang. Me­reka yang hilang su­dah memasuki hari ketiga bagi 11 orang­nya dan hari ke­em­pat bagi Bujang.

Kepala Ke­poli­sian Resort Pasa­man AKBP Agung SW melalui Wakapolres Kom­pol Sihana menyebutkan, ber­mula hilangnya Bujang, warga Tanjungberingin yang sudah belasan tahun berburu kam­bing hutan.

Suami Upiak Butet (33) itu berangkat pada Sabtu (28/2) pagi. Biasanya sebelum kelam datang, Ujang sudah balik. Karena jarak tempuh lokasi jerat kambing hutan dengan pemukiman warga hanya 3 jam berjalan kaki menurut hitungan pemburu. Namun, sudah larut malam pada Sabtu (28/2) itu, Ujang tidak kun­jung pulang.

Minggu (1/3), tim gabu­ngan bersama masyarakat pun turut mencari Ujang. Namun tidak membuahkan hasil. Alang­k­ah mengagetkan, kem­bali warga melapor bahwa 11 warga ma­syarakat yang turut men­cari belum kembali dan ti­dak dike­tahui keberadaan mereka.

Kepala BPBD Pasaman M. Sayuti Pohan menyebutkan, tim gabungan yang terdiri dari Gegana, tim search BPBD, TNI, Polri dan dibantu masya­rakat yang berjumlah 15 orang turun ke lokasi hilangnya kor­ban. “Tim gabungan ini diren­canakan beroperasi sela­ma 3 hari sejak Selasa (3/3). Mereka bermalam di hutan dengan membuat tenda. Setelah tiga hari nanti, tim gabungan ini akan balik lagi ke posko pen­carian orang hilang yang diben­tuk di Kantor Walinagari Tan­jung Beringin,” ujar MS Pohan.

“Laporan sementara dari Tim Gabungan, belum dite­mukan tanda-tanda para kor­ban yang hilang. Pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (4/3) pagi­nya,” tukuk Pohan.

MS Pohan menyebutkan, sulit­nya tim melakukan pencarian kare­na cuaca yang saat ini musim hujan di Lubuksikaping Pasaman. Di ketinggian itu, kabut pun me­nye­limuti, sehingga jarak pandang tim sangat terbatas.

MS Pohan pun mengaku sudah ada beberapa tim dari luar Kabu­paten Pasaman yang akan ikut ber­par­tisipasi melakukan pencarian. Se­perti telah berencananya Mapala dan Brimob. “Kita siap saja jika ada tim dari luar berpartisipasi mela­kukan pencarian,” pungkas MS Pohan.

Sementara itu, Bupati Pasaman Benny Utama yang sejak dila­por­kannya warga Pasaman hilang, selalu memantau informasi ke posko tim pencarian yang dipusatkan di kantor walinagari tersebut. Bahkan Bupati Benny Utama sempat memb­eri arahan kepada tim gabungan sebe­lum turun ke lokasi pada Selasa (3/3).

“Keluarga harus bersabar, semoga tim gabungan segera mene­mukan keluarga kita yang hilang. Ke­pada tim, jangan berpisah dari tim tan­pa koor­dinasi. Karena nanti bisa me­nam­bah persoalan baru,” tuturnya.

Bujang Ditemukan

Wartawan Haluan di Lubuk­sikaping Icol Dianto melaporkan, sekitar pukul 20.00 WIB tadi ma­lam, posko mencarian menerima laporan bahwa Bujang sudah dite­mukan.

Kepada keluarganya, Bujang menceritakan bahwa dia sampai berjalan masuk ladang masyarakat di Jorong Patamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan.

Sekitar pukul 16.00 petang ke­ma­rin, Bujang bertemu dengan masyarakat di ladang tersebut. Bujang kemudian dibawa ke rumah Kepala Jorong Patamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo untuk menginap sementara.

Dari Lubuksikaping ke Jorong Patamuan menyeberangi sekitar 7 aliran sungai, pendakian dan jurang dengan jarak sekitar 10 km.

Kini, Bujang beristirahat di rumah Kepala Jorong Patamuan Nagari Muaro Sungai Lolo. Renca­nanya, Rabu (hari ini) Bujang diantar ke rumahnya di Jorong IV Kampuangbaru Benteng Nagari Tanjungberingin Kecamatan Lu­buksikaping.

Kecamatan Mapat Tunggul Sela­tan ini berbatasan dengan Lu­buk­sikaping, tapi dipisahkan oleh punggung Bukit Barisan yang sangat terjal dan pepohonan yang lebat.

Masyarakat setempat meyakini, Bujang diselamatkan oleh orang bunian. Alasannya, tidak mungkin tanpa bekal yang cukup, orang mampu menelusuri hutan belantara selama empat hari dengan menem­puh pendakian, jurang dan me­nyeberangi sungai. Apalagi kondisi Bujang masih mampu berjalan sampai ke rumah Kepala Jorong Patamuan tanpa pingsan.

Pada Rabu (pagi ini-red), pe­merintah Kabupaten Pasaman me­nu­runkan dua tim yang beranggota orang-orang terlatih dan fisik kuat. Satu tim berangkat dari Lubuk­sikaping menyusul mereka yang hilang dan satu tim lagi memintasi, masuk dari Jorong Patamuan, lokasi dimana Bujang bertemu dengan masyarakat. (h/col)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]