Waspada! 2 Kali Tauke Emas Jadi Incaran Perampok


Rabu, 04 Maret 2015 - 19:03:28 WIB
Waspada! 2 Kali Tauke Emas Jadi Incaran Perampok

Setelah mencairkan uangnya, warga Kelurahan Kandang Rimau itu pun balik kanan menuju kampugnya di Sijunjung. Namun mendadak dalam perjalanan ban mobilnya kempes. Tepatnya di perlintasan kereta api Nagari Saok Laweh, Kabupaten Solok. Dia pun memeriksanya dan memastikan bahwa ban mobil Kijang No Pol  BA 1511 A tersebut bocor. Dia pun mencari bengkel tambal ban terdekat .Agar pengerjaan perbaikan ban yang bocor itu bisa cepat, Zulkifli pun ikut membantu tukang tambal ban. Tengah sibuk dan fokus dengan perbaikan ban yang bocor tersebut, tiba-tiba Zulkifli dikagetkan dengan bunyi pintu mobil terhempas. Dia pun memeriksanya, dan dia melihat langsung ada pria mengambil dan menenteng bungkusan uang penjualan dari mobilnya. Pria itu menyeberang jalan dan seorang teman pelaku di seberang sudah menunggu.

Korban pun berteriak minta tolong sembari mengejar pelaku. Namun pelaku keburu kabur dengan memacu kecepatan sepeda motornya. Ada dua warga setempat yang ingin membantu korban dan mengejar pelaku yakni Bambang dan Yunus. Tapi Bambang, belum begitu jauh dari lokasi kejadian mendadak rantai motornya putus. Sedangkan Yunus, ketika hampir berhasil menangkap pelaku, tiba-tiba pelaku mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada warga yang memberikan bantuan tersebut. Nyali warga itu pun ciut, karena takut ambil resiko dengan pistol tersebut. Kasat Reskrim Polresta Solok AKP Rona Tambunan belum bisa berkomentar banyak soal aksi perampokan tersebut. Hanya saja untuk sementara waktu dia mengatakan bahwa senjata yang digunakan oleh pelaku adalah pistol rakitan dan bukan sejenis senjata api (senpi). Itu diketahui dari peluru yang ditemukan polisi dari dalam ban mobil yang gembos.

Sedangkan sebelumnya yang menjadi sasaran perampok adalah Sumiati (65) pedagang emas keliling di Solok, Sabtu (28/3). Dia dirampok oleh empat orang perampok ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya setelah  berjualan emas di Pasar Guguak Kabupaten Solok. Salah seorang warga, Zakaria, yang menolong korban terkena tembakan di dada kirinya. Warga lain yang ingin memberikan bantuan terpaksa lari, karena dua dari empat perampok sudah melepaskan tembakan beberapa kali. Sumiati yang sudah nenek-nenek itu terpaksa berjuang keras melawan para perampok untuk mempertahankan emas yang ada di rompi dan jaketnya. Perampok berhasil merampas beberapa potong atau sebagian kecil emas yang dibawa Sumiati. Belum diketahui   tentang jenis senjata dan peluru yang digunakan oleh kawanan perampok.

Peristiwa perampokan terhadap Sumiati (65) dan Zulkifli , di Solok, Sabtu (28/2) dan Rabu (4/3) membuktikan bahwa banyak senpi atau pistol yang beredar di masyarakat. Bisa jadi senpi tersebut ilegal atau kepemilikannya yang ilegal. Hingga saat ini memang belum ada pernyataan dari kepolisian bahwa peluru atau proyektil yang menembus dada kiri Zakaria, pria yang membantu Sumiati merupakan peluru resmi institusi aparat keamanan (TNI/Polri) atau peluru rakitan ilegal. Begitu pula senpi yang digunakan para begundal tersebut.  Perampokan berpistol yang menimpa Sumiati dan Zulkifli, sedikit banyaknya telah  menguras rasa kenyamanan dan keamanan masyarakat.  Karena itu, kinilah saatnya aparat keamanan  meningkatkan pelak­sanaan razia gabungan (TNI dan Polri) atas peredaran pistol di tengah-tengah masyarakat sipil. Harapan dan target tentu sudah je­las, yakni menekan angka peredaran senpi/pistol ilegal di masyarakat. TNI dan Polri tentu sudah punya SOP razia senpi.

Berikutnya, ketika ditemukan senpi dan pistol ilegal, aparat keamanan  juga mesti mengungkap keberadaan senpi ilegal tersebut hingga ke akar-akarnya. Dari mana yang bersangkutan me­merolehnya. Selanjutnya juga perlu ditelusuri sudah menjadi pihak yang ke seberapa pemegang senpi ilegal. Target akhirnya, diperoleh   informasi di mana senpi ilegal diproduksi dan siapa yang berada di belakang kegiatan produksinya. Tentu sangat mengkhawatirkan  jika ternyata sebuah bengkel sudah memproduksi senpi ilegal secara massal.  Razia juga mesti dilakukan terhadap pemilik senpi legal (non TNI-Polri), seperti  pejabat, pengusaha, politisi dan lain sebagainya. Perlu dipastikan melalui pemeriksaan secara berkala oleh pihak berwenang, bahwa senpi itu tidak pernah berpindah ta­ngan dan juga tidak pernah dipergunakan untuk aktifitas yang me­langgar hukum. Kejiwaan para pemegang senpi berizin tersebut ju­ga perlu diperiksa secara berkala, guna memastikan bahwa jiwa pe­megangnya tetap dan selalu stabil. Semoga membuahkan hasil yang bermanfaat. (*)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]