Waspada, Cabul Marak di Riau


Kamis, 05 Maret 2015 - 18:54:53 WIB
Waspada, Cabul Marak di Riau

Dari 19 kasus yang di­terima Polres Kampar, hanya 8 kasus yang dituntaskan polisi. Sisanya, masih menjadi tugas berat pihak kepolisian. Be­rikut­nya, Polres Rohul yang menangani enam kasus dengan keseleluruhannya selesai. Ini ditambah lagi tiga kasus dari tahun sebelumnya yang di­tuntaskan.

Baca Juga : Asyiknya Wisata di Moosa Edufarm: Mengenal Sapi Wagyu Penghasil Daging Termahal di Dunia

Di Polres Rokan Hilir terdapat empat kasus dengan satu kasus yang terselesaikan, Polres Siak dengan tiga kasus yang keseluruhan sudah tuntas. Sementara, untuk Polresta Pekanbaru tercatat tiga kasus pencabulan yang terjadi. Ke­tiganya tuntas diselesaikan.

Sementara, untuk Polres Pelalawan ada tiga kasus yang seluruhnya selesai ditambah satu penyelesaian dari tahun sebelumnya. Polres Indragiri Hulu, saat ini menangani tiga kasus pencabulan dan satu diantaranya sudah tuntas. Se­dangkan Polres Dumai terjadi dua kasus pencabulan yang keduanya belum dituntaskan.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Untuk Polres Kuantan Si­ngingi ada dua kasus dan itu telah dituntas. Polres Ke­pu­lauan Meranti kini me­na­nga­ni satu kasus pencabulan yang masih berjalan. Se­men­tara, Polres Bengkalis tidak me­na­ngani satupun kasus pen­ca­bulan.

Kepada Haluan Riau, Ka­bid Humas Polda Riau, AK­BP Guntur Aryo Tejo, men­yatakan aksi pencabulan ter­hadap anak di bawah anak yang terjadi di Riau, mayoritas terjadi karena kurangnya pe­nge­tahuan dan edukasi.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

“Selain itu, banyak juga motif lain. Seperti, kelainan yang menyebabkan suka pada anak kecil (pedofilia) dan akibat nonton film porno,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain itu, kata Guntur, keluarga memiliki peran pen­ting dalam menangkal ter­jadinya pencabulan terhadap anak dibawah umur. Jika pe­nga­wasan kurang, maka posisi anak menjadi rawan. “Apa yang boleh dan apa yang tidak boleh pada usia dini harus disampai­kan pada anak kita,” lanjutnya.

Baca Juga : Tiket Masuk Wisata Pantai Gandoriah Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

Anak juga harus terus di­awasi mulai dari dalam ke­luarga, pergaulan, dan kegiatan sehari-hari. Karena, kasus banyak terungkap karena ada perubahan pada tubuh anak dan perubahan sikap. “Ini diketahui orang tua, orang tua menyampaikan pada polisi dan kita ungkap,” pungkasnya. (hr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]