Polres Bukittinggi Amankan 10 Ton Pupuk Bersubsidi


Kamis, 05 Maret 2015 - 19:03:16 WIB
Polres Bukittinggi Amankan 10 Ton Pupuk Bersubsidi

Kapolres Bukittinggi AKBP Amirjan mengung­kap­kan, seharusnya pupuk ber­subsidi itu didistribusikan ke kawasan Pasaman Timur, se­suai surat perjalanan yang dibawa pelaku. Namun nya­tanya, pupuk itu akan dibawa ke Kota Payakumbuh. Dalam perjalanan menuju Paya­kum­buh, polisi akhirnya meng­hadang mobil tersebut dika­wasan IV Angkek Agam dan mengamankannya ke Ma­pol­res Bukittinggi.

Baca Juga : FOTO: Polisi Sita 49 Batang Kayu Balok Diduga Hasil Ilegal Logging

“Pupuk itu diangkut dari sebuah gudang milik distri­butor PT Petrokimia Gresik di kawasan Batagak Kecamatan Sungai Pua Agam dan renca­nanya akan dibawa ke Kota Payakumbuh. Padahal seha­rus­nya pupuk itu didistri­busikan ke kawasan Pasaman Timur. Inikan sudah terin­dikasi adanya penyelewengan distribusi pupuk,” ujar Amir­jan, Kamis (5/3).

Menurut Amirjan, pe­ngung­kapan kasus penye­lewe­ngan pupuk bersubsidi ini merupakan bentuk penga­wasan yang dilakukan kepo­lisian, karena menurutnya, kasus penyelewengan itu meru­pakan prioritas pengawasan pemerintah yang harus di­jalankan.

Baca Juga : Polisi Sita 49 Batang Kayu Balok Diduga Hasil Ilegal Logging

Jika penyelewengan pupuk itu terjadi, Amirjan meng­khawatirkan terjadinya kelang­kaan pupuk di daerah yang tidak mendapatkan jatah pu­puk. Padahal menurut Amir­jan, setiap kabupaten dan kota telah ditentukan kuota pupuk sesuai kebutuhan masyarakat.

Terkait kasus ini, menurut Amirjan, pelaku bisa dijerat dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15 tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sek­tor Pertanian, dengan anca­man lima tahun penjara.

Baca Juga : Baznas Kota Padang: Bukan di Jalanan, Penggalangan Dana Bencana Dilakukan di Masjid dan Musala

Meski demikian, hingga Kamis (5/3) sore, Polres Bukit­tinggi belum menetapkan pela­ku sebagai tersangka. Pelaku diamankan petugas hanya un­tuk dimintai keterangan dan hingga Kamis sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bukittinggi.

“Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, karena kami masih membutuhkan banyak keterangan yang tidak saja dari sopir pembawa pupuk itu, tapi juga keterangan dari pihak distributor, pengecer dan yang lainnya yang terlibat dalam kasus ini,” tutur Amirjan.

Baca Juga : Jenazah Angga Korban Sriwijaya Air Sampai di Rumah Duka, Dimakamkan di Pandam Pekuburan Keluarga

Sementara itu, Sopir MH kepada wartawan mengaku, dirinya tidak bermaksud un­tuk mendistribusikan pupuk ter­sebut ke Payakumbuh, tapi hanya ingin pulang ke rumah­nya di kawasan Baso untuk tukar pakaian. Namun sebe­lum sampai di rumah, ia ma­lah diamankan polisi.

Meski demikian, pelaku MH mengakui dirinya pernah mendistribusikan pupuk bersubsidi beberapa kali ke Kota Payakumbuh, meski telah lama dilakukan. MH sendiri baru sekitar enam bulan melakoni pekerjaan tersebut.

“Saya hanya seorang sopir, dan harus taat pada perintah bos. Kalau ada perintah antar ke suatu tempat, saya akan kesana. Memang ada saya bawa pupuk ke Payakumbuh, tapi tidak banyak dan sudah lama,” ujar MH.

Pupuk Phonska adalah pupuk NPK hasil produksi PT Petrokimia Gresik. Pupuk ini menjadi pupuk NPK yang pa­ling akrab digunakan petani-petani di Jawa dan Sumatera. Selain harganya cukup murah, pasokan pupuk ini juga cen­derung cukup lancar. Harga eceran tersebut juga sudah disubsidi pemerintah dan men­jadi alternatif pupuk KCl yang ketersediaanya cukup sulit ditemukan. (h/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]