Islam dan Kesehatan


Kamis, 05 Maret 2015 - 19:19:24 WIB
Islam dan Kesehatan

Nabi Muhammad saw. ber­sabda: “Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang Ia berikan kepada hamba-Nya.” (HR. Turmudzi dan Hakim, Imam Suyuthi meng-hasan-kannya).

Baca Juga : Polri Pastikan Konsep Pam Swakarsa Komjen Listyo Sigit Berbeda dengan Tahun 1998 

B.Bagaimana Cara Men­syukuri Nikmat? Adalah de­ngan menjaga keberlangsungan nikmat itu sendiri sesuai sun­nah Allah di dalam sebab dan musabab. Ibnu Qayyim ber­kata: “Barangsiapa mere­nung­kan petunjuk Nabi saw., maka ia akan mendapatkannya seba­gai sebaik-baik petunjuk, yang dengannya memungkinkannya untuk memelihara kese­hata­n­nya. Memelihara kesehatan itu dengan cara mengetahui pe­ngaturan tempat makan, mi­num, pakaian, tempat tinggal, udara, tidur, bangun, senggang, nikah dan sebagainya. Apabila hal-hal tadi berhasil dipenuhi dengan cara yang tepat, maka akan lebih mendekati ke­hidupan yang sehat yang ber­kesinambungan.

Apabila kekuatan dan ke­sehatan saja merupakan nik­mat Allah yang besar dan anugerah-Nya yang melimpah, maka sangatlah pantas bagi orang yang diberi rizqi itu untuk menjaganya dan melin­dunginya dari hal-hal yang membahayakannya. Imam Bu­khari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah ber­sabda: “Ada dua nikmat yang di dalamnya banyak orang tertipu: sehat dan senggang” (HR. Bukhari).

Baca Juga : Menko PMK Muhadjir Bagi-bagi Gadget, Ada Apa?

Dalam hadits lain Ra­su­lul­lah SAW bersabda: Barang­siapa yang di pagi hari tubuh­nya sehat, dadanya tenteram dan ia mempunyai persediaan makan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia ini diper­untukkan baginya” (HR.Turmudzi).

Dalam riwayat Abu Hurai-rah ra. Rasulullah saw. juga bersabda: “Perkara yang perta­ma kali ditanyakan kepada seseorang pada hari Kia­mat tentang nikmat adalah ketika ia ditanya: “Bu­kankah Kami telah mem­beri­kan kesehatan pada badanmu dan meyegarkanmu dengan air dingin?” (HR.Turmudzi).

Baca Juga : Presiden Jokowi Serukan Langkah Global Tangani Dampak Perubahan Iklim

Dalam Islam diperintah oleh Rasulullah SAW agar berdoa minta dianugerahi dua kesehatan, yakni kesehatan agama dan kesehatan dunia. Beliau saw. bersabda:

“ Mintalah (kalian) kepada Allah keyakinan dan kese­hatan, karena tidak ada (nik­mat) yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang lebih baik dari pada kesehatan sete­lah keyakinan” (HR. Ahmad).

Baca Juga : Unggah Foto Natalius Pigai dan Gorila, Ini Dia Sosok Ambroncius Nababan

C. Pemeliharaan Keber­sihan. Salah satu sarana untuk memelihara kesehatan yaitu dengan menjaga kebersihan. Kitab-kitab fiqh kita dalam bab-babnya senantiasa diawali oleh bab yang berjudul Tha­harah (bersuci). Di dalam berwudlu misalnya, diber­sihkanlah bagian-bagian ang­gota tubuh yang sering terkena kotoran, keringat, debu seperti wajah (termasuk hidung de­ngan cara istinsyaq/me­masuk­kan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya dan mulut dengan cara madhmadhah/berkumur), kedua tangan, kedua kaki, kepala dan kedua telinga.3 Perintah berwudlu ini tercantum dalam surat al-Maidah ayat 6. Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa-i dan Ibnu Majah, dari Ibnu Umar, dan Ibnu Majah dari Anas dan dari Abu Bak­rah, serta Ibnu Majah dari Walid Abul Malih juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima shalat yang tanpa bersuci “Tidak akan diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia ber­hadats, hingga ia berwudhu.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra.)

Ijma’ ulama juga me­nye­butkan bahwa mereka telah sepakat bahwa tidak sah shalat itu tanpa bersuci, yaitu jika seseorang mampu menger­jakannya. (Lihat: Al-Ausath, Ibnul Mundzir: 1/107)

Di atas itu semua, AlQuran dan al-Sunnah menyanjung pelaku dan penggemar ke­bersihan seperti ini. Allah pun juga menyukai pelakunya.

D. Ancaman Bagi yang Mengganggu Kebersihan dan Kese­hatan. Rasulullah ber­sabda: “Barangsiapa meng­ganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, maka layak mendapat laknat mereka” (HR.Thab­rani dari Hudzaifah bin Usaid, ia meng-hasan-kannya).

Islam melalui lisan Nabi saw. melarang kita kencing di bak mandi, di air menggenang, jalan, tempat yang teduh, atau di sumber air. Rasulullah saw. menyebutnya dengan tiga tem­pat yang dilaknat.

Di antara tempat yang ko­tor adalah sebagaimana sabda Nabi SAW: a.”Jauhilah dua kutukan atau dua macam orang  yang dikutuk: orang yang membuang kotoran di jalan orang dan di tempat berteduh” (HR.Muslim, Abu Dawud, Ahmad). Imam Na­wawi menganggap hal ini mak­ruh tahrim sedang Adz-Dza­habi menganggapnya dosa besar. b.”Jika salah seorang dari kalian bangun tidur, maka janganlah mencelupkan ta­ngannya ke dalam bejana sam­pai ia membasuhnya tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya itu ber­malam” (HR. Muslim /278).

c.”Janganlah salah seorang di antara kalian buang air kecil di dalam air yang tidak me­ngalir lalu mandi di dalamnya” (HR.Bu­­khari). Dalam riwayat Tur­m­udzi “lalu berwudlu da­rinya”.

E. Dorongan untuk Ceka­tan dan Olahraga. Hadits Mut­tafaq ‘alaih menyebutkan bah­wa Nabi saw mohon per­lin­dungan kepada Allah dari ketidakberdayaan dan pe­ma­las. Beliau menjadikan bangun pagi dengan ber­se­mangat seba­gai sifat seorang mukmin yang multazim (kon­sekuen pada agamanya). Beliau bersabda:

“Syetan mengikat pada tengkuk salah seorang dari kalian sebanyak tiga ikatan jika ia sedang tidur…”(HR.Bu­khari kitab Tahajjud III/24). Beliau dalam sejarah juga pernah lomba lari dengan ‘Aisyah ra, isteri beliau sen­diri.(HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Semua ini mendidik kita agar membiasakan diri giat dan cekatan, bukan pemalas, dan semua itu menyehatkan tubuh kita. Tidak benar jika ada hadits Nabi SAW yang men­jelaskan tentang keutamaan lapar, kecuali lapar karena berpuasa. Justru ada hadits shahih yang menjelaskan bah­wa beliau saw. berlindung dari kelaparan: “Ya Allah, se­sungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena ia adalah sejelek-jelek teman tidur” (HR.Abu Da­wud, Nasa-i, Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Sakit ketika berpuasa da­lam Islam menjadi pe­nye­bab dibolehkannya berbuka, yaitu dengan menggantinya pada hari yang lainnya. Rukhshah dari Allah untuk orang yang sakit dan orang yang bepergian jika dipraktekkan oleh hamba-Nya sangatlah disenangi Allah. Rasul saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah se­nang jika keringanan (rukh­shah) –Nya dikerjakan, seba­gaimana Dia tidak senang jika maksiat kepada-Nya diker­jakan” (HR.Ahmad, Ibnu Hib­ban, Baihaqi).

F. Perhatian Rasul SAW terhadap Kesehatan. Amr bin ‘Ash pernah tidak mau mandi junub pada suatu malam yang dingin, kemudian ia meng­imami shalat setelah berta­yamum sebelumnya. Ketika hal ini diadukan kepada Nabi saw, dan beliau saw. mena­nyakannya (cross check), ma­ka ia menjawab: “Saya teringat firman Allah SWT: “Dan ja­ngan kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha Sayang pada kalian” (QS.Al-Nisa’:29). Maka Nabi­pun kemudian tersenyum.

Kebalikan dari kisah ini, pernah ada seorang laki-laki terkena luka, lalu ia bermimpi junub. Sahabat-sahabatnya memfatwakan agar ia mandi. Kemudian ia meninggal dunia karena air yang dingin itu membuat lukanya bertambah parah. Berita ini sampai pada Rasulullah SAW, dan beliau marah dengan sabdanya: “Me­reka telah membunuhnya, maka Allah akan membunuh mereka! Apakah mereka tidak bertanya kalau memang tidak tahu? Karena sesungguhnya obatnya tidak tahu itu be­r­tanya. Sebetulnya cukup b­a­ginya (yang meninggal itu) membalut lukanya lalu ber­tayamum.(HR. Abu Dawud dari Jabir, Ahmad dan Hakim dari Ibnu Abbas).

Berobat dan mencari sehat menurut Islam termasuk tak­dir. Sakit tidak cukup dihadapi dengan kesabaran. Sahabat Abu Khizamah pernah ber­tanya kepada Rasulullah SAW.: “Wahai Rasul, apa pen­da­­pat tuan tentang ruqyah yang kami baca untuk me­nyem­buhkan, obat yang kami pakai dan perisai yang kami gunakan untuk mempertahankan diri, apakah ia dapat menolak tak­dir Allah? Beliau menjawab:” Itupun termasuk takdir Allah”.

Demikianlah sebagian dari petunjuk agama tentang ke­sehatan, mudah-mudahan men­­­jadi “pengantar” ke arah hidup sehat sesuai ajaran Is­lam, karena mukmin yang kuat lebih disukai Allah dari pada mukmin yang lemah. Al­hamdulillah.***

 

DERI ADLIS, SHI
(Pegawai Di Kantor Dinas Kesehatan Anambas)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]