Pajak Restoran Belum Maksimal


Kamis, 05 Maret 2015 - 19:20:53 WIB
Pajak Restoran Belum Maksimal

Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan Penge­lolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Padang Panjang, Marjulas Sabri ke­pada wartawan menyebutkan, ke­marin,  realisasi pungutan pajak terhadap 69 rumah ma­kan dan restoran  di Padang Panjang   pada  tahun 2014 sebesar  Rp 991 juta itu se­sungguh­nya be­lum maksimal sesuai  Pera­turan Daerah (Per­da) nomor 1 tahun 2011 dan Peraturan Walikota (Per­wa­ko) nomor 14 tahun 2011. Pengusaha rumah makan dan restoran atau Wajib Pungut (WP) belum memiliki ke­sadaran akan manfaat pajak sehingga pajak rumah makan dan restoran belum diterima secara maksimal.

BPK mempertanyakan ke­napa pajak restoran dan rumah makan tidak menggunakan sistem bill. Terkait ini Marjulas menjelaskan bahwa ketika dipungut dengan sistem bill penerimaannya justru turun.

Mantan kepala DPPKAD Kota Padang Panjang   Mastoti menilai, pengusaha rumah makan dan restoran selaku WP, semestinya tidak perlu takut merugi jika menerapkan sistem pajak yang telah diatur Perda dan Perwako.  Seluruh rumah makan dan restoran di Indonesia ini telah mene­rap­kan sistem pajak tersebut dan tidak pernah dipersoalkan pembeli atau pengunjung se­laku Wajib Pajak.

“Pada prinsipnya, pajak yang dipungut pemerintah akan kembali untuk ke­pen­tingan masyarakat guna  per­cepatan pembangunan di ber­bagai lini sepanjang memiliki bukti yang jelas,” ujar Mastoti.

Hukemri Anggota Komisi II DPRD Padang Panjang dari PAN, meminta agar disiplin pajak ini didukung oleh jajaran Muspida. Bagi rumah makan yang tidak mau menerapkan bill, dia menyarankan agar tidak direkomendasikan me­nerima tamu-tamu pemerintah.

“Meski demikian tentu perlu kajian dan pendekatan kepada seluruh wajib pajak karena pajak bertujuan untuk  kesinambungan pembangunan di masa datang,”  pungkas Hukemri. (h/one)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]