Oknum Sopir Naikkan Tarif Sesuka Hati


Jumat, 06 Maret 2015 - 19:08:40 WIB
Oknum Sopir Naikkan Tarif Sesuka Hati

Ketika ditanyakan apa alasan dan dasarnya menaikkan ongkos, sopir tersebut hanya menjawab Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, padahal kenaikan BBM tersebut hanya Rp200 perliternya. Diketahui sebelumnya harga BBM jenis premium Rp6.600 hingga kenaikan BBM beberapa waktu lalu, menjadi Rp6.800 perliternya.

Salah seorang penumpang angkot jurusan Alai-Pasar Raya, Lidya mengaku kesal dengan beberapa oknum sopir yang menaikkan ongkos sembara­ngan. Menurutnya, kalau alasan kenaikan tersebut dipicu kenaikan BBM hal itu tidak masuk di akal, karena kenaikannya hanya Rp200 perliter. Menurutnya, kenaikan BBM tersebut hanya dijadikan alasan untuk menaikkan ongkos angkot.

“Itu pandai-pandai inyo se mah manaik-an ongkos, kecuali naiaknyo Rp1.000 perliter baru masuak di akal,” ujarnya kesal. Ia berharap, pemerintah dan pihak terkait dapat menin­daklanjuti kenakalan beberapa sopir angkot, karena kejadian seperti itu akan memancing sopir yang lainnya untuk berbuat hal yang sama.

Tidak hanya itu, angkot jurusan Pasar Raya-Aur Duri juga masih menetapkan ongkos angkot Rp4.000 perorang untuk umum dan Rp3.000 perorang untuk anak sekolah. Padahal sebelumnya Organda Padang, Syofyan sudah mengimbau bahwa sopir angkot tidak boleh menaikkan tarif angkutan, karena kenaikan BBM tidak seberapa.

Diminta Pedomani Keputusan Tarif

Terpisah, anggota DPRD Komisi IV dari fraksi PKB, Iswandi Muchtar meminta Dishub Kominfo dan Organda bisa menanganinya, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Apalagi bagi siswa, kenaikan tarif dari Rp2.000 naik ke Rp3.000 cukup berat, sehingga perlu penanganan yang serius. “Ini tidak bisa dibiarkan, pihak yang berwenang harus menindaklanjutinya,” tutur Iswandi.

Maka dari itu, jelas Iswandi, tidak akan ada rapat khusus ataupun paripurna untuk membahas tarif angkot ini. Karena, semua pihak yang berkepentingan sudah memahami hasil tarif yang ditetapkan DPRD beberapa waktu lalu.

Hal senada juga ditegaskan, Faisal Nasir, Wakil Ketua Komisi I menyebutkan, bahwasanya keputusan tarif angkot tidak perlu lagi dikaji ulang, jika Pemko dan Organda memahami tarif yang sudah disepakati. “Perjanjiannya jelas, tarif berubah jika BBM naik Rp1.000,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dishub Kominfo Kota Padang, Rudy Rinaldi kepada Haluan, kemarin (6/3) men­jelaskan, pihaknya sudah tahu mengenai kondisi ini. Namun, dia kembali membalikkan kepada Organda sebagai organisasi yang menaungi angkot.

“Iya, kita paham juga dengan sopir angkot yang menaikkan tarif. Untuk itu, akan kita koor­dinasikan dengan Organda,” tegasnya. Ia juga tidak bisa memungkiri perkara naik turunnya BBM ini, membuat banyak pihak bingung. Itu tidak hanya dirasakan oleh sopir angkot. “Kita kan juga tidak mungkin nuntut ke pusat,” canda Rudy. (h/mg-rin/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]