ISIS Hancurkan Kota Kuno Nimrud


Jumat, 06 Maret 2015 - 19:11:28 WIB
ISIS Hancurkan Kota Kuno Nimrud

Para pejabat di kemen­terian ini tidak memerinci skala kerusakan dan hanya mengatakan bahwa tindakan ISIS menunjukkan mereka tidak menghargai sama sekali ‘keinginan dunia’ dan ‘perasaan umat manusia’.

Nimrud dikenal sebagai situs arkeologi dari zaman Assyria dan berada di utara Mosul, kota terbesar kedua di Irak, yang terletak di kawasan utara.

Berita bahwa kota kuno Nimrud dihancurkan muncul hanya sepekan setelah ISIS mengeluarkan video yang mem­per­lihatkan anggota-ang­gota kelompok militan ini merusak artefak-artefak yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi di satu museum di Mosul.

ISIS mengatakan benda-benda ini dihancurkan karena menjadi simbol bidah atau penyimpagan terhadap ajaran agama Islam.

46.000 Akun Twitter

Di kuartal terakhir tahun 2014 setidaknya ada 46.000 akun Twitter yang beroperasi atas nama ISIS, dan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, ungkap sebuah laporan terbaru.

Dikatakan pendukung uta­ma ISIS umumnya berada di dalam wilayah yang dikuasai militan itu di Irak dan Suriah.

Tiga-perempat dari mere­ka bercuit dalam bahasa Arab dan sekitar satu per lima meng­gunakan bahasa Inggris, dan mereka memiliki rata-rata 1.000 pengikut.

Kelompok yang mena­ma­kan diri Negara Islam, ISIS, telah menjadi terkenal untuk aktivitas mereka di media sosial, khususnya Twitter, un­tuk menyebarkan pesan.

Penelitian yang dise­but­The ISIS Twitter Sensus, ditulis oleh JM Berger da­ri­Brookings Institution dan seorang ahli teknologi, Jona­thon Morgan.

“Kaum pejihad itu akan memanfaatkan segala tekno­logi yang berguna untuk keun­tungan mereka,” kata Berger, tapi ISIS “jauh lebih berhasil dibanding kelom­pok lain.”

Sebagian besar akun ISIS dibuat pada tahun 2014, me­nun­jukkan terjadinya kenai­kan sangat tajam, padahal lebih dari 1.000 akun terkait ISIS ditutup oleh Twitter di bulan-bulan terakhir 2014.

Kontak Awal

Laporan itu memper­kira­kan akun pro-ISIS bisa men­capai 90.000 tetapi menyim­pulkan bahwa perkiraan jum­lah “terbaik” adalah 46.000.

Bahkan jika angka yang diambil adalah yang terendah, tetap saja jangkauan ISIS akan mencapai jutaan, kata Aaron Zelin, seorang ahli kelompok jihad, dan peneliti dari Was­hing­ton Institute.

Kendati, tambahnya, ba­nyak juga berbagai akun yang dipegang oleh satu orang, yang dilakukan untuk mengakali kalau-kalau dilakukan penu­tupan akun.

Pesan-pesan ISIS di Twit­ter utamanya berisi ten­tang operasi milter, kegiatan orga­nisasi, dan video tentang kehi­du­pan keseharian di bawah kekuasaan ISIS.

Kemudian ada orang-orang yang tak terkait langsung ISIS, namun me-retweet pesan-pe­san ISIS itu.

Hal yang tak sering dite­mukan kata Aaron Zelin, ada­lah bukti perekrutan langsung pejihad.

“Rekrutmen tidak diung­kap terang-terangan di Twitter. Perekrutan sebagian besar terjadi lewat aplikasi seperti Kik, WhatsApp dan Skype, yang bersifat lebih tertutup. Sedangkan yang mereka laku­kan secara terbuka di Twitter adalah untuk menarik minat orang-orang.”

Twitter terkadang digu­nakan sebagai sarana kontak awal antara orang yang radikal dan sorang yang bisa merekrut mereka, kata Zelin, tapi perca­kapan akan sangat cepat ber­pin­dah ke pesan langsung atau platform lainnya.

ISIS, ia mencatat, menja­dikan media sosial sebagai bagian sentral dari strategi mereka, dan umur rata-rata pendukungnya berkaitan lang­sung dengan demografi kaum muda yang menggunakan me­dia sosial.

Kepala Pentagon yang baru­, Ashton Carter, meng­garisbawahi ancaman tekno­logi-teknologi baru ini di ta­ngan ISIS.

“Ini merupakan kelompok teroris yang memanfaatkan media sosial dengan cara yang belum pernah kita lihat,” kata­nya kepada para senator di Washington pekan ini.

“Orang-orang yang sangat jauh dari medan perang mana­pun, jauh dari penga­laman radikalisme apapun, tiba-tiba menjadi tertarik melalui media sosial.”

Ribuan pejihad asing telah bergabung di medan perang Irak dan Suriah, sebagian besar datang dari negara-negara tetangga di Timur Tengah. Namun banyak juga di antaranya keturunan imigran yang tinggal dan bahkan merupakan warga negara-negara barat.(h/dtc/bbc)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]