Eks Ketua DPRD Pessel Ditahan


Jumat, 06 Maret 2015 - 19:18:45 WIB
Eks Ketua DPRD Pessel Ditahan

Selain Mar­di­nas, mantan Ben­dahara DPRD, Af­ri­yanti Belinda juga ditahan. Itu terkait du­gaan kasus perja­lanan dinas fiktif tahun ang­g­aran 2011.

Kapolres Pessel, AKBP Toto Fajar Prasetyo melalui Kasat AKP Riko Yumasri ke­tika dikonfirmasi Wartawan Jumat (6/3) membenarkan dita­hannya mantan ketua DPRD Pes­sel ber­sama ben­dahara tersebut, terkait dugaan ka­sus per­jalanan dinas fiktif tahun ang­garan 2011 lalu.

“Sebelumnya, penyidik Polres Pessel telah menetapkan keduanya sebagai tersangka. Selain itu, mantan Sekwan, Rahmat Realson juga ditetapkan sebagai tersangka. Sementara saksi yang telah dilakukan pemeriksaan dalam daerah 60 orang dan luar dae­rah yakni daerah tujuan per­jalanan fiktif sebanyak 80 orang,” ungkapnya.

Dijelaskan, modus ope­randi yang dilakukan adalah membuat surat perjalanan dinas fiktif, berangkat tetapi tidak sesuai dengan jumlah yang dilaporkan, stempel palsu daerah tujuan, bukti dokumen dan pendukung palsu.  Se­dangkan kerugian negara di­taksir Rp 1,9 miliar.

Dikatakan, penahanan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan diupa­yakan penyidikan akan dilakukan semaksimal mungkin. Kemudian proses penyidikan ditargetkan ram­pung bulan ini.

Dari catatan Haluan, Mardinas Syair sendiri mulai menjalani pe­meriksaan oleh Unit Tipikor Polres Pessel, Sabtu, 26 Januari 2013. Selama delapan jam, ia diperiksa dan dicecar 75 pertanyaan atas dugaan korupsi tersebut.

“Kedatangan Mardinas ini yang pertama sebagai tersangka. Mar­dinas belum ditahan karena koo­pe­ratif dan tidak dicurigai akan mem­persulit atau melarikan diri. Na­mun, saat ini Mardinas dicekal ke luar negeri,” jelas Wakapolres Kom­pol Dwiharsono (saat itu).

Oleh penyidik, tersangka dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 9 jis 55 KUHP, UU No 31 Tahun 1999 dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik Polres Pessel menemukan barang bukti berupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabu­paten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyi­dik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Rabu, 30 Mei 2012 lalu.

Awal Agustus 2012, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menan­datangani izin pemeriksaan terha­dap 40 anggota DPRD Pessel terma­suk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini mem­berikan jalan bagi penyidik untuk memeriksa ke-40 anggota DPRD Pessel tersebut. (h/tim/net)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]