2.600 Dosen Kopertis X Masih Berijazah S1


Jumat, 06 Maret 2015 - 19:19:44 WIB
2.600 Dosen Kopertis X Masih Berijazah S1

“Ini menjadi salah satu alasan kenapa masih banyak prodi yang memiliki akreditasi C. Tak hanya itu, hingga kini sekitar 50 persen dosen yayasan belum memiliki jabatan fungsional atau masih berstatus sebagai tenaga pengajar. Inilah kondisi sumber daya di Kopertis Wilayah X,” ucap Ganefri.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

Ganefri menyatakan, dari 850 prodi di 240 PTS di wilayah Ko­pertis Wilayah X sekitar 80 persen terakreditasi C. Alasan banyaknya akreditasi C ini adalah banyaknya prodi baru, banyaknya sumber daya manusia yang masih memiliki kuali­fikasi ijazah S1, kurangnya publikasi ilmiah dan riset.

“Akreditasi C ini sebenarnya sudah baik. Hanya saja di masyarakat beredar nilai C itu sangatlah buruk. Kami menyarankan agar nantinya penilaian akreditasi ini tidak meng­gu­nakan ABC, tapi menggu­nakan kata-kata baik, baik sekali dan unggul seperti yang sudah diren­canakan menteri. Kami berha­rap ada per­baikan mutu di PTS,” urai Ganefri.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

Menanggapi hal ini, Mohamad Nasir sendiri sejalan dengan pemi­kiran Ganefri agar PTS lebih me­ngem­bangkan diri. Peningkatan mutu PTS merupakan salah satu agenda penting yang masuk dalam rencana kerja Nasir.

Untuk mengurus perguruan tinggi, kini Kemenristek Dikti sejak 5 Februari lalu telah memiliki struktur yang jelas. Kementerian ini memiliki lima Direktorat Jenderal (Dirjen) baru yaitu Dirjen Pem­belajaran dan Kemahasiswaan, Dir­jen Kelembagaan yang mengurus izin pembukaan prodi dan lainnya, Dirjen Sumber Daya yang mengurus permasalahan dosen dan aset, Dirjen Riset dan Pengembangan serta Dirjen Inovasi.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Ini Caranya

“Jika dulunya, perguruan tinggi menjadi bagian dari Kemendikbud, kini perguruan tinggi diurus sendiri di satu kementerian. Artinya, sudah lebih fokus,” ucap Nasir.

Terkait banyaknya akreditasi C ini, Nasir menyarankan agar PTS membentuk komunitas. Kemudian, baik itu pihak Kopertis dan ke­menterian akan memberikan pem­binaan secara serius kepada komu­nitas ini. Kopertis pun diminta mengklaster lebih baik PTS yang ada di wilayahnya sehingga memu­dah­kan utnuk melakukan pembinaan.

Baca Juga : Vaksinasi di Padang Sudah Bergulir, Nakes: Rasa Cemas Tertular Covid-19 Berkurang

“Kami melihat ada keoptimisan di PTS wilayah X untuk mening­katkkan mutu. Yang perlu diingat adalah jangan menjadikan PTS seba­gai ladang bisnis namun ladang untuk mengabdi. Bagi PTS yang masih memiliki akreditasi C, na­mun ber­keinginan membuka prodi baru, le­bih baik mengukur diri dulu. Masa su­dah mau buka prodi baru,” katanya.

Kemudian, masih minimnya partisipasi PTS berlangganan jurnal, Nasir menyarankan agar pada tahun 2016 kementerian menganggarkan penyediaan jurnal online yang bisa diakses oleh seluruh PTS dan ikut berkontribusi di dalamnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Stikes Dharmasraya Elviana yang juga anggota DPR ini mengharapkan ke­men­terian melarang pembukaan kelas jauh bagi PTN. Karena berda­sarkan pengamatannya di lapangan, sarana pendukung kelas jauh ini belum memadai sehingga akan membuat proses belajar tidak kon­dusif.

“Kemudian, kami juga meminta pihak Kopertis berlaku adil terha­dap pembagian beasiswa bidik misi bagi PTS di wilayahnya,” ucap Elviana saat sesi tanya jawab bersa­ma Menristek dan Dikti. (h/eni)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]