Diselamatkan oleh Pencari Batu Akik


Jumat, 06 Maret 2015 - 19:20:09 WIB
Diselamatkan oleh Pencari Batu Akik

“Malam itu saya sudah meniatkan ‘kok kapanjang juo umua ang yuang, basobok lah ang lai jo manusia, tapi kok indak, lah nasib ang sampai di siko ma’ itu niat saya,” ujar Bujang yang mengaku saat itu sudah putus asa.

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Selasa pagi itu, Bujang melanjutkan perjalanan ke arah Bukit Jorong Patamuan. Dari Bukit Tapak Bukik, ada dua jalan yaitu ke arah kanan sampailah ke Kapur IX Lima­puluh Kota dan

jalan ke arah hutan sebelah kiri ber­ujunglah pada Jo­rong Patamuan seperti yang ditempuhnya itu.

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Sekitar pukul 14.00 WIB, bujang melihat ada peladangan yang asap­nya membubung tinggi. Dia pun menghampiri peladangan itu, sekitar dua jam perjalanan. Sebelum sampai di sana, bertemulah Bujang dengan batang durian, namun buah tidak ada. Kemudian bertemu dengan batang manggis, ada buah saleknya.

“Buah manggis itulah yang saya ambil dan saya makan. Setelah kuat tubuh ini, saya lanjutkan berjalan dan bertemu dengan penduduk yang sedang mencari batu akiak. Saya diajak ke pondoknya dan dikasih makan. Sampai akhirnya saya dihan­tar ke rumah kepala Jorong Pata­muan dan beristirahat di sana,” pungkasnya.

Baca Juga : Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

Warisan Ayahnya.

Jiwa pemburu Bujang diwarisi dari ayahnya Bakhtiar Sutan Kulipa. Sutan Kulipa sendiri adalah pem­buru kambing hutan di lokasi terse­b­ut. Kambing hutan yang didapat melalui jerat tradisional itu, dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga Rp50 ribu perkilogram.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

Bujang pun sudah lama mene­kuni hobi mencari kambing hutan. Selain mencari kambing hutan, Bujang sudah terbiasa keluar-masuk hutan. Bujang juga pernah berprofesi sebagai penyinso dan pencari emas di punggung bukit barisan tepatnya di perbatasan Kecamatan Bonjol.

”Sekali pasang ditunggu dulu enam hari ke depan, barulah dilihat jerat yang sudah dipasang itu. Kadang dalam sebulan, dapat enam ekor. Namun, rata-rata satu ekor sekali seminggu,” terang Bakhtiar (73) ayah Bujang.

Dia pun menyebutkan, ada atu­ran dalam mencari kambing hutan, jangan dilewatkan jerat penghabisan. Kalau dilampaui jerat penghabisan, bisa angker jadinya. Seperti yang dialami anak kandungnya sendiri.

“Bujang tersesat karena dia me­lam­paui jerat penghabisan. Dia penasaran karena tidak satupun jeratnya yang berisi. Jerat peng­habisan terlewati Bujang, niat hati sudah berubah. Keinginan yang aneh-aneh pun muncul,” ujar Bak­h­tiar, Sutan Kulipa.

Keinginan Bujang yang aneh, menurut sesepuh pemburu kambing hutan itu, karena keinginannya ke Bukit Silang Tigo. Sampai di atas bukit itu, kabut gelap datang. Badan tidak dikendalikan pikiran lagi. Sampai-sampai dia tersesat seperti saat ini.

“Syukurlah anak saya cepat sadar, dia pun tidak hilang kesadaran tentang dirinya sehingga Allah menunjukan jalan kembali untuk­nya. Syukur kami kepada Allah,” kenang Bakhtiar. (*)

 

Laporan: ICOL DIANTO

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
  • Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Rabu, 30 Desember 2020 - 17:58:00 WIB

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN Sebenarnya rakyat dalam kondisi sulit seperti sekarang ini tidaklah meminta yang muluk-muluk atau berlebihan kepada pemerintah. Rakyat tampaknya hanya mengiginkan, agar di tahun 2021 nanti pemerintah menciptakan situasi bangs.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]