Padang Bakal Terapkan Baju Adat Minangkabau


Ahad, 08 Maret 2015 - 19:53:36 WIB
Padang Bakal Terapkan Baju Adat Minangkabau

“Baju Kuruang Basiba dan Taluak Balango adalah ciri khas di Minangkabau. Saat ini, yang memakainya sudah tidak banyak, bahkan hanya kalangan tertentu saja. Maka dari itu, kita dari Bundo Kanduang memang mendukung satu hari dengan baju tersebut diterapkan di Padang,” papar Harneli.

Lebih lanjut ia mengatakan, kebijakan sehari dengan busana adat patut dilaksanakan di Kota Padang, mengingat daerah ini adalah ibu kota bagi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). “Sebagai ibu kota provinsi, sudah sewajarnyalah Kota Padang memberi contoh bagi daerah yang lain. Ke depan, diharapkan akan diikuti oleh kabupaten/kota lain yang ada di Sumbar,” katanya.

Dengan ini juga, lanjutnya, diharapkan generasi Minangkabau mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan masyarakat umum mengerti makna dan terus mencintai baju adat yang telah menjadi warisan budaya ini.

“Karena antara adat dan agama adalah sesuatu yang tak bisa dilepaskan, ini sejalan juga dengan agama kita Islam dan falasafah adat Minangkabau yang berbunyi Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” tegas Harneli yang juga istri Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Menyinggung pemakaian baju kuruang basiba dan taluak balango yang akan diterapkan pada  siswa sekolah, kata Neli, agar tidak memberatkan orangtua murid sebagai langkah awal, yang diwajibkan melaksanakan kebijakan ini nanti adalah para siswa yang baru masuk tahun ajaran baru.

Dalam kesempatan sama, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Sayuti Malik mendukung rencana sehari memakai baju kuruang basiba dan taluak balango yang akan dilaksanakan Kota Padang.

“Kalau bisa tidak hanya untuk  siswa sekolah dan PNS saja, tapi juga diberlakukan untuk umum. Dengan begitu, pada hari-hari tertentu orang luar bisa melihat masyarakat Kota Padang seragam dengan baju adat Minang yang kita banggakan,” ujar Sayuti.

Tidak hanya itu, ulas Sayuti lagi, melihat pentingnya makna yang diusung dalam kebijakan ini, sebagai bentuk dukungan dari LKAAM, dalam waktu dekat lembaga adat akan mengusulkan pada DPRD Sumbar, agar kebijakan ini bisa dibuatkan dalam bentuk Perda.

“Baju kuruang basiba dan taluak balango adalah identitas Minangkabau. Sudah sepantasnya, kita meles­tarikan pakaian yang menjadi ciri khas dari kebudayaan ini,” pungkas Sayuti. (h/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]