‘Jeruk Makan Jeruk’ Tak Boleh Lagi


Ahad, 08 Maret 2015 - 19:57:46 WIB
‘Jeruk Makan Jeruk’ Tak Boleh Lagi

“Kalau seperti ini ‘jeruk makan jeruk’ namanya, jadi tidak boleh lagi,” ujar Menristek dikti M Nasir.

Ia melanjutkan,  apabila dilihat di Universitas Negeri Padang (UNP) yang banyak membuka program S2, harus telah menyediakan tenaga dosen S3. Jadi, tidak boleh ada lagi yang S2 mengajar S2 lagi ke depan.

“Kalau ini tetap ada, itu tidak boleh lagi menjadi dosen. Apabila tetap ada sanksinya, mata kuliah yang diajarnya tidak berlaku,” paparnya.

Sementara itu, menanggapi per­nya­taan Menristek Dikti M Nasir, Rek­tor UNP Prof. Phil. Yanuar ki­ram mengatakan, telah melakukan hal ini di UNP. Dimana tidak ada la­gi mahasiswa S1 yang diajar dosen S1.

“Dari 100 dosen yang ada diUNP hanya enam persen saja yang masih berstatus S1 dan sudah harus menye­lesaikan S2 secepatnya. Kalau ini belum juga dipenuhi akan dilakukan alih status menjadi staf administrasi,” terang Yanuar.

Ditambahkannya, hal ini harus dilakukan seiring dengan semangat pemerintah pusat untuk mening­katkan kualitas SDM manusia Indonesia yang masih terbilang rendah.

Sebelumnya Menristek Dikti M Nasir mengungkapkan, masih ren­dah­nya kualitas SDM di Indonesia. Hal ini dilihat dari menurunnya kualitas lulusan dari tingkat pen­didikan Sekol­ah Menengah Atas (SMA).

“Rendahnya kualitas di SMA tentu disebabkan proses mengajar dari guru yang masih buruk, buruk­nya kom­petensi guru akan merujuk kepe­matangan tenaga pendidik ini di tingkat perguruan tinggi,” terang M Nasir.

Dilanjutkannya, untuk mening­katkan kualitas pendidik ini dilaku­kan dengan merevitaliasasi tenaga guru, fasilitas pendidikan berupa peningkatan sekolah labor atau school life dan perguruan tinggi.

“Apabila kualitas LPTK baik maka nantinya di sekolah juga akan baik,” terangnya.

Untuk peningkatan kualitas ini Kemenristek Dikti akan terus mela­ku­kan evaluasi dan peningkatan setiap tahunnya. “Kita berharap dengan adanya sekolah labor atau life school yang ada di UNP ini bisa menghasilkan lulusan yang ber­kualitas,” harapnya.

Ditambahkan M Nasir, konsep revitalisasi LPTK ini yaitu dengan cara mengembalikan bidang studi yang sebelumnya ada di IKIP dan akan dikembalikan lagi untuk bisa mencapai kualitas guru yang diinginkan.

“Kita perkiarakan ada 12 bidang studi yang dahulunya ada di IKIP yang akan kita kembalikan lagi,” terangnya. Selain itu, kata M Nasir, untuk peningkatan kualitas guru ini juga dilakukan dengan pembatasan jum­lah mahasiswa, dimana untuk program pendidikan keguruan di­batasi dengan ratio 1 : 30.

“Ini sudah kita lakukan sejak lama, ini perlu dilakukan untuk bisa mewujudkan guru yang berkualitas,” ujarnya. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]