Dua Peserta Nyaris Buta


Senin, 09 Maret 2015 - 19:24:42 WIB
Dua  Peserta Nyaris Buta

“Jika terlambat memerik­sakan­nya, akan sangat fatal bagi peng­lihatan korban. Harusnya sesaat setelah terkena semprotan dan me­nga­lami perih di mata, yang ber­sangkutan harus membawanya ke rumah sakit. Un­tungnya sekarang korban telah men­dapatkan pera­watan untuk penyem­buhan,” ungkap Gustavianof.

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

Ia melanjutkan, sebanyak 20 orang datang untuk memeriksakan matanya dengan kasus serupa ke Instalasi Gawar Darurat (IGD) RSUP M. Djamil. Hasil peme­riksaan pertama, 18 orang diper­bolehkan pulang dan dua lainnya langsung mendapat penanganan intensif.

Dua orang peserta yang men­dapatkan perawatan intensif tersebut adalah Bayu Andika Chandra (21) dan Irvan Wibisana (15), keduanya mengaku mendapat gangguan peng­lihatan sesaat setelah panitia me­nyemprotkan cairan air bercam­pur cat ke udara saat keme­riahan festival sedang berlangsung.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

“Menyemprotkan cat itu me­mang merupakan ritual dalam fes­tival glow run, persis saat saat disk jokey (DJ) tengah memainkan mu­sic, tiba-tiba cat disemprotkan ke udara. Saya kaget karena cairan tersebut langsung mengenai mata saya,” ucap Bayu saat ditemui Ha­luan di Ruang Mata RSUP M. Djamil, Senin (9/3).

Bayu yang tercatat sebagai Maha­siwa di Universitas Negeri Padang itu melanjutkan, sebelum ke rumah sakit ia mengaku hanya merasa perih di mata sehingga memutuskan untuk pulang ke rumah. Tapi lama kelamaan matanya semakin perih dan sakit sehingga orangtuanya langsung membawa ke rumah sakit

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Hal serupa dituturkan oleh korban lainnya, Irvan. Ia mengaku sudah berusaha mengelak dari sem­protan tersebut, tapi tetap saja semprotan cairan bercampur cat itu mengenai matanya. “Saya sudah berusaha melindungi mata, cairan yang mengenai mata saya hanya sedikit tapi sakitnya masih terasa sampai sekarang,” keluh Irvan.

Baik Bayu maupun Irvan me­ngung­­kapkan, untuk bisa ambil ba­gian dalam festival Glow Run masing-masing harus merogoh ko­cek seba­nyak Rp75 ribu, dari insert tersebut peserta akan mendapatkan gelang, tissue basah dan sehelai baju kaos.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

“Saat acara tidak ada yang mem­beritahu kalau cairan yang disem­protkan itu berbahaya bagi mata. Selain itu pengamanan mata juga tak disediakan panitia. Kalau saya tahu bahayanya seperti ini tidak mungkin saya mau ikut serta,” sesal Irvan.

Panitia Sebut Terjadi Kesalahan Teknis

Sementara itu, perwakilan dari HOLZ Organizer selaku penye­lenggara festival Glow Run mengaku acara yang digelar itu telah sesuai dengan Standar Operasional Prose­dur (SOP). Panitia kemudian berki­l­ah bawah telah terjadi kesala­han teknis saat acara berlangsung sehing­ga menyebabkan jatuhnya korban.

“Sebelumnya kita sudah  men­sosialisasikan soal keamanan pada peserta saat pendaftaran dan

pada pembukaan acara. Kita juga sediakan segala kebutuhan untuk membersihkan muka bagi peserta yang terkena semprotan yang disem­protkan ke udara,” jelas Vindo selaku panitia dari HOLZ Organizer.

Vindo mengatakan, festival Glow Run tetap aman meskipun peserta tidak diwajibkan menge­nakan kaca­mata, asalkan selama cairan disem­protkan para peserta tidak terlalu ba­nyak menatap kepada cairan tersebut.

“Cat yang disemprotkan itu namanya Nein Splash, mengandung 8% Inorganic flourescent pigmen powder. 4-8% Auxiliaries dan 88% air. Kita sudah ingatkan pada peserta agar tidak berlama-lama menatap cat semprot.” Tutup Vindo.

Di sisi lain, Kepala Polsek Pa­dang Barang Kompol Sumintak mengaku tidak mendapat laporan terkait jatuhnya korban dalam fes­tival Glow Run yang digelar oleh HOLZ Organizer tersebut. “Izin keramaian memang ada, tapi kami tidak mendapat laporan terkait jatuhnya korban,” ungkap Sumintak.

Sampai berita ini diturunkan, pasien bernama Irvan telah dib­o­lehkan pulang, tapi tetap harus melakukan rawat jalan, sedangkan Bayu masih harus mendapatkan perawatan di Ruang Mata RSUP M. Djamil. (h/mg-isq/rvo)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]