Penghuni Lapas Lebihi Kapasitas


Selasa, 10 Maret 2015 - 19:22:40 WIB
Penghuni Lapas Lebihi Kapasitas

Ia menambahkan kamar yang seharusnya hanya bisa menampung sembilan orang saat ini dijadikan menampung 20 warga binaan, bahkan ada yang sampai dengan 25 orang satu kamar.

Baca Juga : IMC Sumbar Gelar Onsite Training Mapping Using Drone di Padang

Dalam upaya mengurangi jumlah warga binaan di lapas tersebut, Yusran menye­but­kan, jika mereka sebagian akan dipindahkan ke lapas yang lain di Sumbar.

“Agar para warga binaan tidak terlalu merasa resah, maka pada waktu tertentu diadakan rotasi warga binaan yang ada di Sumbar,” kata dia.

Baca Juga : Azka Ramli Dorong Brian Putra Bastara Jadi Ketum HIPMI Sumbar

Ia menjelaskan, lapas terse­but memiliki 6 blok dimana blok A diisi oleh para tahanan, blok B dihuni para narapidana narkoba, blok C merupakan ruangan isolasi, blok D ditem­pati warga binaan kasus kri­minal dan umum, blok E di­tem­pati para warga binaan yang juga pekerja dan blok F dihuni oleh para warga binaan perempuan.

“Sementara para anak-anak, kami beri ruangan kh­usus,” katanya.

Baca Juga : Seratus Pohon Kurma Ditanam di Pantai Kata Kota Pariaman

Ia menyebutkan, para war­ga binaan tersebut dibina dengan tahap asimilasi, artinya para narapidana yang sudah melewati tahap hukuman dan mentalitas lebih dari setengah, maka diberikan kesempatan untuk bekerja dan bersosialisai di luar lapas.

“Ini dilakukan agar setelah mereka selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke ma­sya­rakat tidak cnggung,” ka­tannya.

Baca Juga : Banpol Sijunjung Syafruddin Diganjar Penghargaan "Lokal Heroes" Pejuang Lalu lintas

Ia menyebutkan, hal ini juga bertujuan agar para warga binaan tersebut tidak terlalu merasa terkekang. Dalam ta­hap asimilasi itu para nara­pidana dibawah kontrol dan pengawasan petugas lapas.

“Selama ini belum pernah ada napi yang kabur dari sini, terakhir hal itu terjadi 1992,” katanya. Yusran menam­bah­kan penjagaan disini dilakukan sangat teliti, setiap tamu yang datang berkunjung selalu dipe­riksa, dan dulu pernah salah seorang pengunjung yang ter­tangkap menyeludupkan nar­koba ke dalam lapas.

“Setiap pengunjung yang datang selalu kami periksa. Dulu pernah salah seorang pengunjung yang tertangkap tangan menyeludupkan nar­koba jenis ganja ke dalam rokok yang sudah dikemas ulang. Pihak kami pun lang­sung melapor kepihak kep­o­lisian setempat dan seka­rang ia sudah menjadi warga binaan di sini,” katanya.

Ia juga menambahkan para narapidana yang kedapatan melarikan diri akan dicabut hak-nya dan menjalani huku­man secara normal kembali.

“Jika ada para napi yang ketahuan melarikan diri dan mencoba kabur, maka haknya seperti remisi akan dihapus dan ia akan menjalani masa tahanan seperti biasanya,” kata dia.

Ia menambahkan, sejauh ini belum pernah ada keri­butan yang serius antara para warga binaan dan pegawai setem­pat, karena jika ada per­masalahan kecil akan dise­lesaikan secepat mungkin agar tidak membesar dan ber­ke­panjangan.

“Jika terjadi keributan an­tar warga binaan, dengan jum­lah petugas 63 orang termasuk saya kemungkinan akan kesu­litan untuk meredamnya,” katanya. (h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]