Korban Gempa Kembali Gigit Jari


Selasa, 10 Maret 2015 - 19:39:08 WIB
Korban Gempa Kembali Gigit Jari

Disebutnya, tahun 2012 lalu sesungguhnya Sumbar pernah men­dapat penganggaran pusat sekitar Rp10 miliar, dan tahun 2013  kembali di­bantu pengang­ga­ran dari APBN se­kitar Rp5 miliar.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

Namun, ulasnya, karena ketidak­per­fesionalan kontraktor yang dibuktikan dengan ketidakmampuan mereka  da­lam menyelesaikan pembangunan,  tahun 2014 Sumbar kena penalti  oleh pusat. Efeknya adalah pada tahun yang sama Sumbar tidak lagi mendapat kucuran dana.

Dengan alasan anggaran minim, tahun 2015 sekarang pemerintah pusat kembali tidak memberi ban­tuan anggaran.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

“Meski kena penalti dan tak diberi anggaran selama dua tahun, kita tak  terima begitu saja. Belum lama ini, bersama kepala daerah yang wilayah­nya akan digunakan sebagai penem­patan transmigrasi, kita telah menemui pemerintah pusat,” ucap Sofyan.

Saat pertemuan itu, katanya lagi, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menyebut akan kembali  membantu pembangunan di 2016 mendatang.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

“Kita berharap bantuan yang akan dikucurkan pada APBN 2016 itu bisa didapat. Kita akan terus melakukan pendekatan ke pusat agar bantuan memang kembali diberikan,” paparnya.

Korban gorban gempa ini, kata Sofyan lagi, rencananya mereka akan ditempatkan pada tiga daerah. Yak­ni di Kabupaten Dharmasraya,  Kabupaten Sijunjung, dan Kabu­paten Lima Puluh Kota. Untuk tiga daerah itu, dua di antaranya telah selesai untuk urusan pembebasan lahan.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

“Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Sijunjung telah clear and clear pembebasan lahan, dan tinggal menunggu di bangun. Se­men­tara untuk Kabupaten Dhar­masraya, daerah transmigrasi yang akan dibuka di tempat itu masih dalam proses legal aspek (proses pelepasan kawasan hutan, red),” terangnya.

Sehubungan denngan ini, tambah Sofyan lagi, jumlah korban gempa yang sedang menunggu  untuk pe­nem­patan adalah sekitar 200 kk. Mereka berasal dari Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Paria­man. (h/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]