Baca Haluan untuk Lepas Rindu pada Adik-adik


Rabu, 11 Maret 2015 - 19:53:11 WIB
Baca Haluan untuk Lepas Rindu pada Adik-adik

Sambil berurai air mata, saat usai sidang dan dikawal oleh petugas kejaksaan menuju sel tahanan sementara Penga­dilan Negeri Padang, Maya tak bosan-bosannya menanyakan kabar sembilan anak asal Men­ta­wai yang telah disang­kakan akan dijual olehnya. “Ini kuasa Allah. Allah telah mem­perli­hatkan kebesarannya. Saat ini yang ada dipikiran saya hanya­lah ingin bertemu dengan adik-adik saja. Saya rindu dengan adik-adik. Saya sangat rindu,” ucapnya setengah terisak.

Sembari berusaha meng­hapus air matanya, Maya me­min­ta kepada tim kuasa hu­kum­nya untuk difasilitasi menemui sembilan anak yang diduga menjadi korban perda­gangan manusia tersebut.

“Saya akan menjelaskan kepada adik-adik apa yang terjadi. Saya tidak ingin adik-adik menjadi trauma dan pada akhirnya memupuskan kei­nginan mereka untuk mengen­yam pendidikan yang layak,” katanya lirih.

Suasanan di Pengadilan Negeri Padang saat itu sangat mengharu biru. Satu persatu pendukung Maya dan Farhan silih berganti mengucapkan selamat dan memberikan pelu­kan hangat. Rasa haru bercam­pur bahagia ini, menjadi mo­men yang selama ini dinanti-nanti oleh Farhan dan Maya.

Kepada Haluan, Maya juga menceritakan tentang kei­nginan terbesarnya selama menjalani hukuman di Lapas Muaro Padang untuk mene­mui sembilan Jet Le Cs, anak asal Mentawai yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri.

“Saya yakin sekali, adik-adik juga rindu kepada saya dan Farhan. Mereka sudah kami anggap seperti adik kandung kami sendiri. Selama ini, tak ada satupun dari adik-adik marah kepada kami. Mereka se­muanya malah mendukung serta menguatkan kami,” tuturnya.

Meski demikian, sebut Maya, momen yang paling dinanti Maya selama menjalani sidang di Penga­dilan Negeri Padang adalah saat satu persatu sembilan orang kor­ban ini dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan. “Momen itu tak akan pernah saya lupakan. Saya akan ingat selalu. Bagaimana adik-adik menjelaskan semua kro­nologis kejadian tanpa satupun yang menyudutkan saya dan Farhat. Jujur, saat itu saya menangis. Saya terharu. Mereka begitu menyayangi kami,” katanya sambil terisak.

Tidak hanya sampai disitu, sebut Maya, ia begitu terharu saat salah seorang kerabat saya membawakan koran Haluan yang pada halaman satunya ada sebuah tulisan mengenai rasa rindu yang disampaikan oleh adik-adik kepadanya. “Saya baca tulisan itu. Saya baca. Tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali saya baca. Saat itu saya menangis. Saya sangat ingin bertemu dengan adik-adik,” beber Maya sambl menyapu air matanya dengan tangan. (*)

 

Laporan: HELDI SATRIA

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]