Farhan dan Maya Divonis Bebas Murni


Rabu, 11 Maret 2015 - 19:55:02 WIB
Farhan dan Maya Divonis Bebas Murni

“Kami sependapat dengan Penasehat Hukum (PH) terdakwa dan menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti melakukan kejahatan sebagaimana yang diatur dalam pasal 86 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 56 ayat 1 KUHPidana. Oleh karena itu, setelah melalui pertimbangan dan mendengarkan keterangan saksi-saksi di persidangan sebelumnya, kami putuskan, kedua terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan secara murni dari seluruh tuntutan. Memerintahkan agar kedua terdakwa dibebaskan dari segala perkara,” ucap hakim Siswatmono Radiantoro didampingi hakim ang­gota Dinahayati Sofyan dan M.S Giri Basuki, saat membacakan amar putusan, Rabu (11/3).

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

“Alhamdulillah. Allahu Akbar. Allahu Akbar”. Puji dan syukur spontan keluar dari mulut seluruh pengunjung sidang yang merupakan pendukung kedua terdakwa.

Usai mengetahui dirinya divonis bebas murni, terdakwa Farhat dan Maya kemudian langsung berjalan menghampiri manjelis hakim dan menyalaminya satu persatu. “Terima kasih Pak Hakim, Ibu Hakim,” ucap terdakwa Maya bercucuran air mata sembari menyalami majelis hakim.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Menyikapi putusan bebas yang diberikan majelis hakim, Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengaku cukup puas dengan amar putusan tersebut. Mereka menyebut putusan bebas sudah sepantasnya diberikan hakim, mengingat tidak satupun saksi-saksi yang memberatkan ke­dua terdak­wa selama proses sidang berlangsung.

“Saya percaya, hakim pasti akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Ini buktinya, klien kami akhirnya dibebaskan dari segala tuntutan,” sebut Jonifer, salah seorang kuasa hukum terdakwa usai persidangan.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Mengenai vonis bebas yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa Farhat dan Maya ini, Jaksa Penuntut Umum Dwi Indah menyatakan pikir-pikir.

Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat kedua terdakwa ber­awal pada 25 Juni 2014, sekitar pukul 22.00 WIB. Di mana polisi me­nangkap kedua terdakwa yakni Far­han Muhammad alis Habib alias Ramses Saogo (25) dan Maryani M. Zen alias Maya (39) di sebuah hotel, karena mendapat laporan dari ma­sya­rakat terkait kasus dugaan  per­da­gangan manusia (human trafficking).

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Kesembilan anak yang masih berusia di bawah 15 tahun tersebut rencananya akan dicarikan orangtua angkat oleh kedua terdakwa untuk disekolahkan. Bahkan, kedua ter­dakwa juga sudah mendapatkan surat izin resmi dari orangtua kesembilan anak serta kepala dusun setempat.

Bambang, selaku Ketua Yayasan Pesantren Darul Huda, saat mem­berikan keterangan di Pengadilan Negeri Padang beberapa waktu lalu mengaku, mengenal terdakwa Far­han dari santrinya bernama Trisna pada Juni tahun 2014. Waktu itu ia belum memberikan persetujuan apakah akan menerima sembilan anak yang akan disekolahkan ke pesantren miliknya atau tidak.

Dalam keterangannya, kedua terdakwa juga sempat mengakui niat baik mereka untuk mencarikan orangtua asuh untuk sembilan anak ini agar bisa mengenyam bangku pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, dalam persidangan sebelumnya juga sempat terungkap, bahwa orang­tua korban (sembilan anak, red) juga tidak pernah mempermasalahkan mengenai di mana anak mereka akan disekolahkan serta tidak juga mempermasalahkan mengenai per­pin­dahan agama.

PH Akan Laporkan Balik Se­jumlah Pihak

Sementara itu, Fauzi Novaldi, salah seorang dari tim kuasa hukum terdakwa Farhat dan Maya, saat dihubungi Haluan terkait dengan vonis bebas kedua terdakwa ini menyebutkan, saat ini, sesuai dengan KUHAP, tim kuasa hukum terdak­wa akan menunggu petikan yang menjadi dasar bagi kuasa hukum untuk membuatkan berita acara eksekusi bebas. Kendati demikian, lanjut Fauzi, usai penetapan pembebasan kedua kliennya ini, tim kuasa hukum Farhan dan Maya akan melakukan langkah-langkah lainnya seperti melaporkan sejumlah pihak dengan fakta bukti putusan untuk mencari keadilan.

“Saatnya masuk ke tahap dua pasca pembelaan yang telah kita lakukan di Pengadilan Negeri Pa­dang. Selanjutnya, kita akan mem­perkarakan dan mengajukan gugatan praperadilan rehabilitasi kepada penyidik Polresta Padang dan Jaksa Penuntut Umum. Mela­porkan Ka­pol­resta Padang, Kasat Reskrim, saksi pelapor dari intelkam, pe­nyidik Polresta Padang ke Propam Polda Sumbar,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Fauzi, mereka juga akan melaporkan penuntut umum ke Aswas Kejati Sumbar dan Komisi Kejaksaan atas pelanggaran kode etik. “Kita juga akan mela­porkan oknum pejabat Pemkab Mentawai yang saat penangkapan terlibat aktif dengan penyidik untuk mendudukkan perkara ini,” beber Fauzi lagi.

Dalam kasus ini, lanjutnya, ba­nyak berkas yang bocor. Seperti adanya tuduhan mengajarkan kepa­da anak-anak mengenai pelajaran shalat. Harus ada buku yang ditu­duhkan itu dibawa sebagai alat bukti ke persidangan, nyatanya tidak ada. “Fakta membujuk, mempengaruhi anak-anak, tidak terbukti di persi­dangan. Yang meminta terdakwa Farhan dan Maya untuk datang ke Mentawai adalah orangtua korban sendiri melalui Kepala Dusun,” pungkas Fauzi Novaldi.

Kendati demikian, atas nama tim kuasa hukum terdakwa, Fauzi No­val­di mengaku tetap meng­hormati proses hukum, dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada majelis hakim yang telah memberikan putusan bebas. (h/hel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]