PDIP Siap Deklarasikan Koalisi Pilgub NasDem Optimis Tanpa KIH


Rabu, 11 Maret 2015 - 19:57:11 WIB
PDIP Siap Deklarasikan Koalisi Pilgub NasDem Optimis Tanpa KIH

Tak disebutnya nama NasDem dalam pernyataan politik Alex itu justru dianggap angin lalu oleh Ketua DPW Partai NasDem, Willy Aditya. “Kenapa kami harus bergantung kepada PDIP?,”katanya balik ber­tanya saat dimintai tanggapan soal rencana koalisi PDIP tersebut.

Menurutnya, koalisi nasional yang dibangun pada saat Pilpres 2014 lalu, tidak otomatis terbangun di daerah. NasDem, katanya lagi, membangun koalisi sesuai dengan karakter daerah, untuk menang melalui mekanisme yang fair dan terbuka.

“Kami play to win (bermain untuk menang). Karenanya, dengan mekanisme yang kami miliki, kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada seluruh putra-putra terbaik Ranah Minang untuk mendaftar sebagai calon gubernur beberapa waktu lalu. Setelah diplenokan, ada 11 nama calon gubernur dan 64 calon bupati/walikota yang akan kami ajukan ke DPP (NasDem), Senin (16/3) mendatang,”sebut Willy lagi sambil menyebut proses survey akan menjadi penentu siapa kandidat yang akan diusungnya.

Tak ingin ketinggalan dengan NasDem yang sudah berlalu dengan calon kepala daerahnya, PDIP-pun langsung tancap gas membuka pintu pendaftaran bagi calon. Sejak kema­rin pasca Konferda, Alex me­nya­takan proses itu sudah dimulai.

“Ya, hari ini (kemarin,red) kami sudah buka (pendaftaran calon gu­bernur),”katanya tanpa menje­laskan lebih detail soal proses tersebut.

Sebelumnya, Juru bicara tim Koalisi KIH Sumbar (PDIP ber­sama PKB, Hanura dan PBB Sum­bar), yang juga Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Dt Bangso Nan Putiah kepada Haluan kemarin mengaku, pihaknya sudah dapat membaca gelagat atau sikap Nasdem Sumbar yang tidak ingin berkoalisi dengan mereka.

Menurut Febby, gelagat tersebut setidaknya sudah terlihat dari bebe­rapa kali ajakan duduk bersama dengan Nasdem untuk membuat dan mematangkan koalisi. Namun sa­yang­nya, upaya itu tidak berjalan mulus.

Konferda Tercepat

Dalam Konferda yang dihadiri sejumlah elit politik tingkat nasional dan lokal ini, berhasil memutuskan secara mufakat untuk menunjuk kembali Alex Indra Lukman sebagai Ketua DPD PDIP Sumbar, Samsul Bahri sebagai Sekretaris DPD dan Johni Amir sebagai bendahara DPD.

Konferda tercepat dalam sejarah PDIP Sumbar ini dihadiri oleh Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait, Ke­tua DPP PDIP Bidang Industri dan Per­daga­ngan Nusyirwan Sujono, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gu­bernur Sumbar Muslim Kasim, Ang­gota DPD RI Emma Yo­hanna dan Nofi Candra, Anggota DPR RI Betty Shadiq Pasadigoe, bu­pa­ti walikota dan ketua partai dan lainnya.

Dalam pemaparannya, Alex me­nyatakan ingin mengulang prestasi kepengurusan DPP saat ini yang berhasil memenangkan Pileg dan Pilpres sekaligus untuk wilayah Sumatera Barat dalam Pilkada nanti.

“Saat ini secara berangsur, PDIP di Sumbar sudah menunjukkan peningkatan dengan meraih dua kursi di DPR RI,” ucapnya.

Sebagai Ketua DPD terpilih, Alex juga akan memprioritaskan program pertanian karena aspek ini berhubungan erat dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Joko Wido­do-Jusuf Kalla. Menurut dia, untuk bisa membangkitkan dan meng­gerakkan program pertanian itu, harus mengubah mind set masya­rakat dengan menjadikan pertanian itu sebagai budaya yang harus di­tum­buhkan pada masyarakat.

“Untuk itu, PDIP berencana akan melakukan revolusi mental para petani yang sudah tumbuh secara kultural menjadi mental terbuka dan berpikiran maju,” jelas Alex.

Ditambahkannya, dengan terbu­kanya pemikiran para petani, maka program pertanian menuju kedau­latan pangan yang diluncurkan pemerintahan Jokowi bisa direa­lisasikan. Bila itu sudah berjalan, PDIP kemudian mengoptimalkan fungsi koperasi sebagai tulang pung­gung penggerak ekonomi rakyat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayit­no juga mengapresiasi pencapaian PDIP yang berhasil meraih dua kursi di DPR RI dan berhasil me­menangkan Pilpres meskipun belum berhasil di Sumbar.

“Sumbar itu berbeda dengan daerah lain. Masih mengukur seo­rang pemimpin itu dari 3 T, yaitu tokoh, takah dan tageh. Persoalan budaya yang membuat Jokowi itu tidak dipilih masyarakat,” jelas Irwan. (h/eni)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]