Pasien Suspect Difteri Bukittinggi Membaik


Kamis, 12 Maret 2015 - 19:09:56 WIB
Pasien Suspect Difteri Bukittinggi Membaik

Sebelum pasien suspect difteri itu dirawat, korban bersama keluarga sempat berlibur ke Kota Padang pada Januari 2015 lalu. Namun korban bersama keluarga hanya bermain ke Pantai Padang, dan itupun hanya dilakukan dalam waktu singkat. Mereka berangkat pagi dari Kota Bukittinggi menuju Padang, sementara siangnya mereka kembali ke Kota Bukittinggi.

Baca Juga : Alhamdulillah! Bayi Penderita Ekstrofi Bulli Bladder di Solok Dibantu Anggota DPR

“Katanya, korban pernah ke Pantai Padang bersama keluarganya, dan dari keterangan DKK Padang, katanya kawasan Pantai Padang ada endemisnya. Tapi belum bisa dipastikan apakah ini memang jadi penyebabnya,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Syofia Dasmauli.

Syofia Dasmauli mengungkapkan, pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap pasien suspect difteri yang dirawat di RSAM Bukittinggi dan telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Dari gejala awalnya menurut Syofia memang ada indikasi korban idap difteri. Namun untuk memastikannya, menurutnya masih menunggu hasil kultur di laboratorium.

Baca Juga : Alokasi Pupuk Bersubsidi di Solsel Berkurang, Tidak Cocok dengan Target Tanam

“Butuh waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk menunggu hasil kultur dari pemeriksaan labor di Padang. Sebelum hasil kultur itu keluar, anak itu harus tetap di rawat di Ruangan Isolasi. Nanti kalau sudah hasilnya keluar, kami akan memberi keterangan kepada wartawan,” ujar Syofia.

Syofia melanjutkan, jika nantinya anak itu negatif difteri, maka pasien itu diperbolehkan pulang, karena kondisinya sekarang jauh lebih membaik. Namun jika hasilnya positif, maka DKK Bukittinggi akan melakukan imunisasi massal.

Baca Juga : Jadi Biang Kerok Banjir, DPRD Sumbar Dorong Percepatan Normalisasi Batang Lembang

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ismet Amzis meminta kepada warga kota untuk waspada terhadap penyakit difteri yang saat ini sudah menjangkiti warga Kota Padang dan Bukittinggi.

“Kami meminta kepada warga kota untuk mewaspadai penyebaran penyakit difteri. Karena difteri merupakan penyakit yang harus diwaspadai dan sangat berbahaya,” ujar Walikota Bukittinggi ketika melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Syofia Dasmali beserta Kepala Puskesmas Se-Kota Bukittingi di Kantor Dinas Kesehatan setempat, Kamis (12/3).

Baca Juga : Kodim 0305 Pasaman Temukan Kesadaran Warga Patuhi Prokes Masih Rendah

Menurutnya, selain pemberian imunisasi secara menyeluruh, masyarakat diharapkan  berperilaku hidup bersih dan sehat dengan memberikan ASI eklusif, menimbang Balita setiap bulan, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat serta makan buah dan sayur setiap harinya. Usahakan jangan berpergian ke daerah yang sedang berjangkit wabah difteri. Dan jika batuk hendaknya menutup dan jangan membuang ludah sembarangan.

“Penyakit difteri merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena penyebarannya cepat dan menular melalui udara  termasuk melalui batuk atau percikan ludah orang yang membawa  kuman DIFTERI kepada orang lain, atau penularan secara tidak langsung melalui benda atau makanan yang terkontaminasi,” ujar Ismet.

Kasus difteri pertama di Sumbar muncul di Kota Padang tahun 2014 saat sembilan orang anak terjangkit dan dua orang di antaranya meninggal dunia. (h/wan/tot)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]