Tersangka Korupsi Alkes Ditangkap


Kamis, 12 Maret 2015 - 19:28:20 WIB
Tersangka Korupsi Alkes Ditangkap

“Dua dari tiga tersangka yang telah kita tangkap di Apartemen Kalibata City dan Kalibata City Square, Jakarta Selatan, keduanya masing-masingnya Mawardi, selaku pihak rekanan sekaligus Direktur CV Surya Kencana dan Sri Ambarwati, pada kasus ini mencuat bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mereka ditang­kap pada hari Rabu (11/3) sekitar pukul 16.00 WIB,” sebut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Sugiyono kepada sejumlah warta­wan, Kamis (12/3) di Gedung Kejati Sumbar.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

Sedang satu orang tersangka lain atas nama Dani Setiawan, selaku Panitia Penerima Barang, lanjut Kajati Sumbar ini lagi, statusnya masih DPO (Daftar Pencarian Orang). “Kita masih terus melaku­kan pencarian terhadap tersangka DPO,” tegas Sugiyono.

Usai ditangkap di Jakarta,  kedua tersangka kemudian dibawa ke Kota Padang. “Pukul 11.00 WIB Kamis (12/3), tim Kejati Sumbar yang melakukan penangkapan kedua tersangka sampai di Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). Seki­tar pukul 11.30 WIB, keduanya sudah berada di Gedung Kejati Sumbar ini untuk dilakukan peme­riksaan,” jelasnya.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Penangkapan dua tersangka dila­kukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kejaksaan Tinggi Sumbar No: Print-121/N.3/Fd.1/03/2014, tanggal 18 Maret 2014.

Dalam keterangannya, Kajati Sumbar juga menyebutkan kalau menjelang dilakukan pemeriksaan tersebut, pihak penyidik kejaksaan telah menghadirkan tim dokter dari Rumah Sakit M. Djamil Padang. Hasilnya, keduanya dinyatakan sehat dan siap untuk diperiksa.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Setelah lebih dari lima jam menunggu, sekitar pukul 16.30 WIB, dengan kawalan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumbar dan tim penyidik Kejari Bukittinggi, akhir­nya tersang­ka Mawardi dan Sri Ambarwati keluar dari Gedung Kejati untuk selanjutnya dititipkan ke Lapas Muaro Padang. Raut kelelahan terlihat dari wajah kedua tersangka saat berjalan menunju mobil BA 8070 UA milik Kejari Mentawai yang akan mem­bawa keduanya ke Lapas Muaro Padang. Kedua tersangka berusaha menghindari wartawan saat ditanyai perihal kasus yang membawa mere­ka ke ranah hukum ini.

“Tanyakan saja nanti langsung sa­ma kuasa hukum kami,” sebut ter­sangka Mawardi dan Sri Ambar­wati.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Penangkapan terhadap kedua tersangka ini, dikatakan Kajati Sumbar Sugiyono, bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketiga tersangka yakni Mawardi, Sri Ambarwati dan Dani Setiawan (DPO, red), sudah empat kali mangkir dari panggilan penyidik. “Mereka sudah empat kali dipanggil untuk diproses sejak bulan September 2014, tapi yang bersang­kutan tidak juga memenuhi panggilan,” jelas Sugiyono lagi.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi tersebut berawal saat Ru­mah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukit­tinggi melakukan pengadaan alat ke­­se­hatan (alkes) catchlab pada ta­hun 2012 dengan anggaran Rp16,8 miliar.

Dalam pengadaannya, alat kese­ha­tan catchlab tersebut memang ada. Namun, sejak dilakukan pe­ngadaan hingga kini, barang tersebut tidak berfungsi sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Setelah dilakukan perhitungan beban loss, negara merugi sekitar Rp14 miliar rupiah.

Dengan penangkapan kedua ter­sangka ini, berarti kasus ini sudah memasuki tahap dua yakni penye­rahan tersangka ke penuntut umum untuk selanjutnya dilakukan pe­nuntutan.

Bantah Tersangka Berusaha Kabur

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Penasehat Hukum terdak­wa Mawardi dan Sri Ambarwati, Fauzi Novaldi, SH. MH membantah kalau kliennya ditangkap saat mela­rikan diri. Menurutnya, kedua klien­nya ini tidak pernah mencoba kabur dari kasus yang menjeratnya.

“Perlu digaris bawahi, klien saya bukan kabur. Tujuan klien saya ke Jakarta adalah untuk mencari kebe­naran dan melakukan audit pem­bukuan terkait dengan laporan dari Johanes, selaku distributor alat kesehatan tersebut,” beber Fauzi.

Sebelumnya, sebut Fauzi, Ma­wardi sendiri telah melaporkan Johanes ke Polres Bukittinggi terkait dengan penerbitan surat palsu yang dilakukan Johanes . “Oleh pihak penyidik Polres Bukittinggi sendiri Johanes telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan surat-surat. Dan dalam kasus pemal­suan surat ini, penyidik Polri juga sudah melakukan gelar perkara, baik di tingkat Polres maupun tingkat Polda Sumbar,” tambah Fauzi No­valdi. (h/hel/isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]