Hasil Kultur : Pasien RSAM Bukittinggi Negatif Difteri


Jumat, 13 Maret 2015 - 19:21:39 WIB
Hasil Kultur : Pasien RSAM Bukittinggi Negatif Difteri

”Andai saja sampel korban dinyatakan positif, dikhawatirkan akan menimbulkan efek bagi masyarakat di Kota Bukittinggi, bahkan bisa saja berdampak terhadap keluarga korban, perawat di rumah sakit, hingga pengaruhnya pada jumlah kunjungan wisatawan, mengingat penyakit difteri tergolong menular,” ulas  Syofia Dasmauli.

Sementara itu, Kasubag Humas RSAM Bukittinggi Eriato menjelaskan, pasien sucpect difteri sudah mendapatkan perawatan maksimal sesuai dengan prosedur.

“Untuk menangani pasien, pihak rumah sakit bekerjasama dengan pihak dinas kesehatan kota dan provinsi, terutama dalam melakukan penelitian dan pengujian di laboratorium. Dari sampel yang dikirimkan telah diperoleh dan dinyatakan negatif difteri. Meski bersifat informasi hasil ini dapat mengurangi kewaspadaan masyarakat terhadap penularan penyakit mematikan ini di Bukittinggi,” jelasnya. Sebelumnya, RSAM Bukittinggi merawat seorang pasien suspect (dicurigai) difteri berinisal S yang berasal dari Kota Bukittinggi. Pasien itu telah dirawat di RSAM semenjak Selasa 3 Maret 2015 lalu. Pasien itu adalah seorang anak berumur sekitar 10 tahun, yang masih duduk di bangku SD di Kota Bukittinggi.

Sebelum dinyatakan negatif difteri, secara umum kondisi korban mulai membaik dan telah ceria seperti biasanya, setelah dirawat di RSAM lebih dari sepekan. Bahkan pasien juga tidak mengalami sesak nafas, dan telah memiliki selera makan yang tinggi.

Dari keterangan keluarga korban, korban bersama keluarga sempat berlibur ke Kota Padang pada Januari 2015 lalu. Namun korban bersama keluarga hanya bermain ke Pantai Padang, dan itupun hanya dilakukan dalam waktu singkat. Mereka berangkat pagi dari Kota Bukittinggi menuju Padang, sementara siangnya mereka kembali ke Kota Bukittinggi. Korban sendiri baru mengalami demam pada Jumat 30 Januari 2015. Namun karena pihak keluarga menganggap itu adalah demam biasa, korbanpun akhirnya hanya dirawat di rumah oleh keluarga.

Namun setelah itu, ternyata muncul semacam benjolan pada bagian leher anak. Tak mau mengambil resiko, akhirnya pada Selasa 3 Maret 2015, pihak keluarga lalu membawa korban berobat ke dokter dan akhirnya dirujuk ke RSAM Bukittinggi. (h/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]