Bupati Imbau Walinagari Buat Pernag


Jumat, 13 Maret 2015 - 19:22:35 WIB
Bupati Imbau Walinagari Buat Pernag

Dijelaskannya, melihat kondisi harga karet saat ini, petani sawah sangat merugi apabila mengalih fungsikan lahannya, kenapa tidak, kalau dikalikan secara ekonomi, hasil sawah lebih tinggi dari kebun karet, karena harga karet yang sangat anjlok, turunnya harga karet akan sulit untuk naik, pasalnya beberapa perusahaan yang membutuhkan karet saat ini, seperti Goodyear, Brigestone, Dunlop, Gajah Tunggal dan lain sebagainya, diduga sudah berkongko kongko untuk membeli harga karet rendah, karena ia juga penghasil karet. “Jadi saat ini merugi petani yang mengalih fungsikan lahan persawahan kepada kebun karet atau getah,” imbuh Adi Gunawan.

Baca Juga : Berkat Bayar Listrik Awal Bulan, Rika Pun Pergi Umrah

untuk membantu petani turun ke sawah, mulai dari cetak sawah, penyediaan pupuk dan bibit, penyediaan peralatan pertanian, sampai kepada peralatan panen. “Sangat senang petani sawah saat ini, bantuan diberi pemerintah, hasilnya untuk petani,” tukuknya. Untuk mendukung program pemerintah yang sangat apik itu, walinagari sebagai pemerintahan terendah juga harus mendukung, salah satunya membuat Pernag alih fungsi lahan agar luas lahan persawahan selalu terjaga.

Yang paling berbahaya ulasnya, petani yang sudah menerima bantuan program dari pe­merintah seperti dana cetak sawah, bantuan peralatan pertanian dan bantuan lainnya, ke­mudian petani itu mengalihkan fungsi lahan ke yang lain, hal itu dapat dipidanakan

Baca Juga : Tanggulangi Pengemis dan Gepeng, Dinsos Kota Padang Berikan Pelatihan Keterampilan

Begitu pula untuk penjualan gabah, hal itu tujuannya adalah untuk membantu petani Dhar­masraya, karena selisih harga penjualan gabah dengan penjualan beras sekitar Rp3 ribu per kilonya, dan yang paling disayangkan kata orang nomor satu di Dharmasraya itu, gabah petani Dharmasraya di beli oleh orang luar Dharmasraya, kemudian dibawa ke daerahnya masing masing untuk di giling menjadi beras, nanti setelah menjadi beras di beri merek beras daerahnya masing masing. “Apakah itu yang dinamakan pintar,” kata bupati kepada petani sawah Bukit Mindawa. Bupati mengajak petani agar lebih bersabar sedikit menjelang gabah kering untuk digiling, kemudian setelah menjadi beras barulah dijual. (h/mdi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]