Penghuni Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan


Jumat, 13 Maret 2015 - 19:27:46 WIB
Penghuni Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan

Tak hanya itu, kondisi besi pengaman sebagai pagar juga sudah kropos dan berkarat, ini sangat membahayakan. Terutama bagi anak-anak, apa­lagi di lantai yang tinggi. Bocor bukan dari kamar mandi, me­lain­kan dari sambungan pipa dan ini jelas kesalahan teknis.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

“Hampir semua lantai bo­cor dan saat hujan banyak yang kebanjiran. Besi pagar pe­ngaman pun sudah sangat rapuh. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak, kalau tidak segera diperbaiki. Apa­lagi, saat ini gempa sudah mulai datang,” kata Irawan, Ketua RT Blok A Rusunawa.

Ia menambahkan, selama ini sebenarnya ada anggaran pemeliharaan setiap tahun untuk rusunawa. Namun, tidak jelas realisasinya kemana. Maka dari itu, para penghuni di sini mempertanyakan kema­na pergi dana pemeli­hara­annya.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

Salah seorang penghuni rusunawa lantai dua, Andika menjelaskan, kondisi tempat tinggalnya itu memang me­nyedihkan. Hampir di setiap ruangan ada ember sebagai penampung air. “Coba lihat, kita terpaksa memasang ember di setiap ruangan untuk me­nampung rembesan air. Kami sudah bayar sewa, tapi pela­yanan memang tidak ada,” ucap Andika.

Sebagai karyawan swasta yang gajinya hanya Rp1,5 juta mencari tempat tinggal yang murah memang menjadi tar­getnya. Andika sudah hampir dua tahun tinggal di kawasan tersebut. “Di sini kalau bicara bebas, ya memang agak bebas. Tetapi, yang namanya peker­jaan itu banyak jenisnya. Apa­lagi di rusunawa banyak yang tinggal pekerja swasta,” jelasnya.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Sementara Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Padang, Afrizal menga­kui kondisi rusunawa memang sudah lama dialami. Tetapi, minimnya anggaran untuk memperbaiki pipa yang bocor itu, makanya penghuni men­cari inisiatif sendiri.

Sedangkan anggaran pe­meliharaan hanya Rp200 juta setiap tahunnya. Anggaran tersebut bisa digunakan untuk mengganti pipa yang bocor untuk tahun 2015 ini. Ia me­nambahkan, kondisi rusunawa buruk itu juga bukan kesalahan saat ini saja. Ada kesalahan teknis yang terjadi di awal membangun. Makanya pipa air yang ada di rusunawa itu bocor. “Tapi kita tidak mau me­nyalahkan siapapun, kita harus berusaha memperbaikinya,” tutup Afrizal.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

Untuk diketahui, sebe­lumnya Pemerintah Kota (Pem­­ko) Padang meng­alo­kasikan dana untuk program pengembangan perumahan se­besar Rp989 juta yang digu­nakan pengoperasian Rusu­nawa Purus.

Dana itu telah dialokasikan dalam APBD Padang 2013 dalam pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum, itu awal pengoperasian. Dalam prog­ram itu, dilaksanakan empat ke­giatan dan tiga di antaranya ter­kait dengan Rusunawa Purus.

Pembangunan sarana dan prasarana serta utilitas Ru­sunawa Purus dengan anggaran pelaksanaan disediakan se­besar Rp276 juta dan untuk operasional unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Ru­sunawa tersebut dialokasikan dana Rp588 juta. Lalu, ke­giatan pengembalian ja­minan uang sewa bagi penghuni Ru­sunawa Purus disediakan dana sebesar Rp90 juta.

Sedangkan di tahun 2014 ada anggaran dari APBD se­besar Rp200 juta untuk per­baikan Blok B dan tahun 2015 juga Rp200 juta itu data yang ada di Pemko Padang. Walau­pun anggaran pe­meliharaan rusunawa cukup besar. Tetapi, kondisi fisiknya semakin me­ngan­cam keselamatan peng­huni, terlepas dari salah sasa­ran penempatan rusunawa. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]