Di Sawahlunto, Harga LPG 12 Kg Rp155.000


Ahad, 15 Maret 2015 - 19:05:00 WIB
Di Sawahlunto, Harga LPG 12 Kg Rp155.000

Dari pantauan Haluan di Sawahlunto Minggu (15/3), di tingkat pedagang pengecer ketersediaan gas elpiji masih banyak baik untuk ukuran 12 kg maupun gas melon atau 3 kg.

Baca Juga : Sedih, Ada Orang Tua di India Buang Bayinya yang Kena Corona

‘’Dalam tiga bulan ini, gas elpiji ukuran 12 kg telah me­ngalami tiga kali perubahan harga, mulai di Januari lalu Rp160.000, terus turun di bulan Februari menjadi Rp150.000. Dan di awal Maret ini kembali naik menjadi Rp155.000,‘’ kata Poniman salah seorang pedagang gas elpiji di Sawahlunto.

Di sisi lain harga elpiji melon 3 kg tetap dikisaran Rp18.000, cukup berimbas pada peralihan masyarakat yang semula menggunakan gas elpiji 12 kg ke ukuran 3 kg terutama para pedagang makanan.

Baca Juga : "Pantun Cerewet" Doni Monardo untuk Sadarkan Masyarakat

‘’Tapi penggunaan dirumah tangga, mayarakat yang biasa menggunakan ukuran 12 kg masih tetap tidak beralih ke 3 kg, meski kenaikan itu cukup dikeluhkan masyarakat,’’ sebut Poniman.

Bagi Ipong biasa ia disapa, kebijakan pemerintah yang menaikan harga gas elpiji selama ini dirasakan sangat berdampak dan memberatkan kepada mayarakat, dan ini menjadi ketakutan tersendiri apabila harga gas terus mengalami kenaikan. Bisa-bisa mayarakat pelanggan kembali beralih menggunakan minyak tanah.

Baca Juga : Akhirnya, Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak Disetujui

’’ Belum lagi jika harga naik dan elpiji pun langka, tentu akan meresahkan bagi semua, baik masyarakat maupun pedagang’’ungkapnya.

Sementara itu Sabiah, ibu rumah tangga yang juga sehari harinya berjualan makanan masak, sangat merasakan dampak perubahan harga gas elpiji yang terus merangkak naik. Jika ia biasanya memakai gasa ukuran 12 kg sekarang beralih ke gas elpiji 3 kg.

Baca Juga : Setelah Satu Bulan Wafat, Penyebab Pangeran Philip Meninggal Diungkap

‘’Untuk membeli gas Rp155.000 itu dirasa sangat berat, lain halnya dengan gas 3 kg dengan harga Rp18.000 bisa diupayakan membelinya,’’ keluhnya kepada Haluan.

Kebijakan pemerintah yang mengkonversi minyak tanah ke gas elpiji, akan tetapi pemerintah tidak bisa men­jamin penggunaan elpiji lebih hemat dari minyak tanah. ’’Semula mau hemat ternyata sama saja jika harga elpiji terus melambung’’ ujarnya.(h/-rki)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]