Sekolahkan Sembilan Anak Mentawai


Ahad, 15 Maret 2015 - 19:12:24 WIB
Sekolahkan Sembilan Anak Mentawai

Menyikapi hal ini, Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) bekerjasama dengan Rumah Mu­a­laf berencana akan me­nyekolahkan sembilan anak mentawai ini ke Pesantren Daarul Muwahiddin di jalan Padang Panjang-Bukittinggi Km 4, Bancah Dianai, Ta­rantang Koto Tuo Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sum­bar.  Hal ini diungkapkan oleh ketua MTKAAM Irfianda Abidin saat menggelar Jumpa Pers di Hotel Nabawi Syariah, Ulak Karang Padang, Sabtu (14/3).

Baca Juga : Irawati Meuraksa Serahkan Donasi Spensa Peduli di SMP Negeri 1 Padang

Selain dihadiri oleh per­wakilan omas Islam, pumpa pers ini juga dihadiri oleh Far­han dan Maya serta penasehat hukumnya Jonifer dan Dede. “Pada saat persidangan, kami dengar bahwa anak-anak Men­tawai ini sangat kecewa karena tidak jadi sekolah, begitupun dengan orang tuanya. Oleh sebab itu, pada tahun ajaran baru ini kami akan me­nye­kolahkan mereka ke Pe­santren Daarul Muwahiddin di Padang panjang,” sebut Irfianda.

Tujuannya, sebut pemilik Hotel Nabawi ini, MTKAAM dan Rumah Mualaf akan mem­fasilitasi keberangkatan kesembilan anak ini dari Men­tawai ke Padang Panjang kemu­dian dicarikan donatur untuk biaya mereka selama mo­ndok di Pesantren. Me­nurut Irfianda pendidikan di Pondok Pesantren sangat tepat untuk kesembilan anak-anak ini kerena usia mereka yang bisa dikatakan terlambat untuk mengenyam pendidikan dasar.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Lapas Padang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

“Kesembilan anak-anak ini usianya berkisar antara 9 hing­ga 17 tahun dan tidak pernah mengenyam pendidikan, jadi tidak mungkin disekolahkan di sekolah reguler, mereka harus diletakkan di kelas khu­sus dengan penanganan yang khusus pula. Nah, konsep pendidikan pesantren sangat tepat untuk mereka,” sebut Irfianda.

Lebih lanjut dikatakannya, santri yang ada di Pesantren Daarul Muwahiddin yang baru didirikan dua tahun bela­ka­ngan ini berjumlah 65 orang, dengan rincian 34 Perempuan dan 31 laki-laki dimana 16 diantaranya berasal dari Men­tawai dan dibiayai oleh Mus­lim Malaysia. Semantara itu, pembina rumah Mualaf, us­tadz Ibnu aqil mengatakan informasi mengenai rencana menyekolahkan anak-anak ini akan disampaikan oleh Farhan selaku putra asli Dusun Surat Aban kepada keluarga dan orang kampungya di surat Aban pada senin (16/3), se­terusnya terserah orang tua anak-anak mau mengantarkan sendiri ke Pesantren atau diwa­kilkan melalui Farhan dengan surat izin.  “Jadi bagi donatur yang ingin menyumbang untuk bi­aya pendidikan anak-anak ini tidak usah khawatir, semua berjalan sesuai prosedur dan ketentuan berlaku jadi tidak ada celah bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat zalim lagi,” jelasnya.

Pengacara Farhan dan Ma­ya, yakni Jonifer dan Dede me­ngatakan, sebenarnya pro­sedur yang dilakukan oleh Farhan dan Maya untuk me­nyekolahkan anak-anak ke Pe­santren Riyatul Huda se­be­lumnya sudah benar, karena ada perwalian oleh Farhan selaku kakak kandung dari salah seorang anak yang akan dise­kolahkan dilengkapi de­ngan surat izin dari orang tua ditan­datangani oleh kepala Dusun, Respen. Hal ini jualah yang membuat mereka bebas dari dakwaan jaksa penuntut umum.

“Jadi ke depan para orang tua anak-anak dan donatur tidak usah ragu-ragu dengan rencana untuk menyekolahkan anak-anak ini,” ungkap Jonifer.

Saat disinggung wartawan dengan langkah hukum se­lanjutnya yang akan ditempuh oleh Farhan dan Maya, tim kuasa hukum Rafhan dan Ma­ya mengaku masih menunggu kesepakatan dari sembilan kuasa hukum Farhan dan Maya. (h/hel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]