Bunga Bank Tinggi Hingga Tahun 2017


Senin, 16 Maret 2015 - 19:43:50 WIB
Bunga Bank Tinggi Hingga Tahun 2017

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, neraca transaksi berjalan pada tahun ini, 2016, dan 2017 masih akan defisit di kisaran 3 persen. Pada­hal, batasan current account deficit (CAD) yang sehat adalah di bawah 3 persen. Lebih baik lagi jika surplus. Artinya, ada dollar masuk ke pasar domestik. “Perbaikan CAD tak bisa dalam waktu singkat,” kata Agus, akhir pekan lalu.

Baca Juga : Milisi Etnis Serang Polisi Myanmar, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Tingginya CAD sebagian besar bersumber dari neraca pendapatan dan jasa. Data terakhir 2014, defisit neraca jasa adalah 10,53 miliar dollar AS, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 12,07 miliar dollar AS. Untuk neraca pendapatan, yaitu pendapatan primer, tercatat defisit 27,82 miliar dollar AS.

Pembangunan infrastruktur yang bakal semakin gencar mulai tahun ini diperkirakan akan mendorong impor barang modal sehingga menahan laju perbaikan neraca transaksi berjalan.

Baca Juga : Xi Jinping Hukum Perusahaan Jack Ma Rp 41 T, Ternyata Ini Alasannya

Di sisi lain, BI ingin mengarahkan defisit transaksi berjalan ke level yang lebih sehat, yaitu 2,5 persen-3 persen. Karena itu, Agus mengatakan, BI akan terus mempertahankan kebijakan cautious (berhati-hati), tetapi cen­derung ketat agar transaksi berjalan mengarah ke arah yang lebih sehat.

Sudah tepat

Baca Juga : Kenapa Xi Jinping Setop Pendaftaran Sekolah Bisnis Jack Ma?

Bank sentral akan terus berupaya mengarahkan transaksi berjalan ke level sehat melalui koordinasi dengan peme­rintah. Sekadar mengingatkan, peme­rintah punya paket kebijakan untuk mengatasi pembengkakan CAD dan sekaligus menyelamatkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Kebijakan itu antara lain insentif pajak untuk reinvestasi, pembentukan badan usaha reasuransi, pengenaan bea masuk sementara atas tuduhan dum­ping, peningkatan porsi biodiesel dari 10 persen menjadi 15 persen, bebas visa untuk wisatawan Tiongkok, Korea, Jepang, dan Rusia, serta kelancaran remitansi dari tenaga kerja Indonesia (TKI). Rencananya, kebijakan itu akan keluar dan efektif mulai pekan ini.

Baca Juga : Daftar 10 Orang Terkaya di AS, Jeff Bezos Vs Elon Musk Bersaing Ketat

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan, upaya pemerintah yang akan menggelontorkan delapan paket kebijakan untuk menekan defisit tran­saksi berjalan, seperti membuat reasu­ransi dalam negeri, merupakan langkah yang baik yang dapat mengurangi CAD.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina melihat, CAD berpotensi naik tahun ini. CAD mungkin mulai mem­baik tahun depan jika implementasi delapan paket kebijakan itu berjalan. “Efek paket kebijakan ini terasa dua atau tiga tahun lagi,” kata Dian.

Nah, saat implementasi kebijakan itu mulai berjalan, BI memang perlu tetap memberlakukan kebijakan mone­ter ketat agar CAD berjalan ke arah sehat. Soalnya, jika BI melonggarkan kebijakan dengan penurunan bunga acuan, kegiatan industri kembali terpacu. Alhasil, impor semakin me­ning­kat dan defisit transaksi berjalan pun membesar.  (h/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]