Happy Neldi Terancam Dicopot


Senin, 16 Maret 2015 - 19:47:21 WIB
Happy Neldi Terancam Dicopot

“Semua bukti dan pengua­tan untuk hal demikian sudah lengkap, dan telah diselesaikan oleh Badan Seleksi Organisasi (BSO) DPP Partai Gerindra itu sendiri lewat rapat pleno. Topik Hidayat cs sudah benar, dan kami pun telah melakukan cek ke seluruh PAC yang mela­yangkan mosi tidak percaya demikian,” urainya. Dengan demikian, mosi tidak percaya yang dilayangkan 13 PAC dari 17 PAC  yang ada dan sebagian pengurus DPC Gerindra di Padang Pariaman terhadap Ketua Happy Neldy, dianggap telah memenuhi syarat untuk dilakukan penggantian ketua.

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

Arief juga mengatakan, Partai Gerindra tidak mengenal istilah musyawarah cabang (Muscab) atau musyawarah daerah (Musda) dalam pengg­an­tian ketua. DPP lebih mende­ngarkan apa yang menjadi kelu­han PAC terhadap kepemim­pin Ketua DPC Gerindra Pa­dang Pariaman saat ini.  “Seka­rang PAC dan sebagian besar pe­ngurus DPC telah membuat suatu pernyataan yang jelas, dan didukung oleh bukti kongkrit,” ujar Arief Poyuono yang juga merupakan Ketua Bidang Per­­bu­ruhan DPP Partai Ge­rindra.

Ketua DPC Gerindra Pa­dang Pariaman, Happy Neldy yang dihubungi H­a­luan,  me­ni­lai gonjang-ganjing yang terjadi di tubuh partai yang dia pimpin merupakan bagian dari tanda-tanda kebe­saran partai itu sendiri.

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

Menurut Ketua Komisi I DPRD Padang Pariaman ini, ke-13 PAC yang disebut-sebut oleh Topik Hidayat membuat surat mosi tak percaya itu justru berbalik arah, dan mem­buat surat pernyataan, kalau mereka tak pernah ikut dalam pertemuan-pertemuan yang dibuat Topik Hidayat. “Per­soa­lan yang dilakukan saat ini oleh Topik Hidayat bisa duduk pidananya. Tunggu saja nanti di KPU, mana Partai Gerindra-nya yang diterima. Kami pu­nya AD/ART yang mengatur soal kepemimpinan dalam partai ini,” ujar Happy Neldy.

“Dalam Partai Gerindra, yang berhak melakukan revi­talisasi itu adalah ketua dan sekretaris. Dan lagi, orang yang membocengi mosi tak percaya itu tidak pakai surat mandat dari DPP Partai Gerindra. Mereka bicara DPC tidak melakukan konsolidasi, sama sekali tidak betul,” tambah Happy.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Sebelumnya, surat pernya­taan mosi tidak percaya ini dilayangkan 13 PAC kepada Happy Neldy karena dianggap tidak pernah lagi berkoor­dinasi dengan PAC, maupun dengan pengurus DPC untuk membesarkan partai, semen­jak terpilih jadi anggota dewan. Kemudian, Happy Neldy juga dianggap tidak pernah me­nyam­paikan dan mendis­tribu­sikan keuangan partai yang bersumber dari bantuan Pem­kab Padang Pariaman lewat Kesbangpol dan Linmas, serta keuangan fraksi.

Kemudian, Happy diang­gap dalam mengambil kebija­kan partai tidak pernah menga­cu ke AD/ART selaku pega­ngan partai setiap kali mengam­bil kebijakan. Kemudian tidak pernah mendistribusikan dana operasional Pilpres yang dibe­rikan DPP untuk DPC dalam pemenangan pasangan Prabo­wo-Hatta. (h/ded)

Baca Juga : Lakukan Safari Khusus, Pemkab Pessel Bagi-bagi Bantuan untuk Masjid Rp7,5 Juta 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]