Alex J Sinaga ‘Pulang ke Rumah’


Senin, 16 Maret 2015 - 20:01:34 WIB
Alex J Sinaga ‘Pulang ke Rumah’

ALEX J.SINAGA, 19 Desember 2014 lalu dalam hasil RUPS Luar Biasa ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Telkom, menggantikan Arief Yahya yang kebetulan menjadi Menteri Parwisata di kabinet Jokowi. Dua hari setelah men­dapat amanah sebagai Dirut Telkom, Alex Sinaga  dalam  apel upacara karyawan di ha­laman kantor Pusat Telkom  mengatakan, “Saya kembali ke rumah karena rumah saya adalah PT Telkom, yang se­lama tujuh tahun saya bertugas di anak perusahaan, yang te­rak­hir sebagai Dirut Telkomsel.”

Di hadapan ratusan karya­wan PT Telkom Pusat, Alex berjanji akan membawa Tel­kom lebih baik, dan akan me­neruskan mana yang baik dari Direksi lama, dan tidak akan meneruskan yang dapat me­rugikan perusahaan ini. Yang menarik dan berkesan bagi seluruh karyawan, selesai apel Alex meminta para karyawan agar tidak beranjak dari tempat berdiri semula, Alex langsung melangkah ke barisan men­yalami karyawan satu persatu dengan berkeliling lapangan upacara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh Dirut Telkom sebelumnya. Selama ini karya­wan yang mendatangi Dirut untuk bersalaman.

Alex Sinaga, selama se­bagai nahkoda Telkomsel sa­ngat cemerlang mengangkat citra perusahaan Telkomsel menjadi nomor satu, me­naik­kan pendapatan Telkomsel. Seperti diketahui, pada saat diangkat menjadi nahkoda Telkomsel, anak perusahaan ini dianggap pailit. Namun di tangan Alex, Telkomsel ber­hasil keluar dari  isu pailit dan di bidang teknologi sekarang Telkomsel sudah berada di teknologi 4G sesuai dengan teknologi dunia maju.

Baca Juga : Akumindo Catat Ada 5 Juta 'Pemain Baru' di Marketplace Online Saat Pandemi

Di mata Rekan Wartawan, Alex J.Sinaga cukup dikenal dengan  keterbukaannya men­jawab pertanyaan insan pers yang meliput di bidang te­le­komunikasi. Alex yang ramah tidak alergi terhadap kritikan,  tidak terlalu berlebihan Alex memang cerdas,  profesional  dengan wartawan cukup dekat dan terbuka. Seperti di­utara­kan Alex dalam jumpa pers di Jakarta selesai RUPS LB 19 Desember lalu, “PT Telkom butuh wartawan dan saya siap dikritisi demi ke­majuan PT Telkom, saya butuh masukan dari teman-teman pers karena BUMN Telkom milik pe­me­rintah, berarti milik seluruh rakyat Indonesia. Ka­mi siap dikritisi dan ini milik kita semua,” ujar Alex.

Tugas Alex semakin Berat

Menyimak ucapan Alex Sinaga, yang mengatakan “Pu­lang ke Rumah Sendiri” tentu bermakna ada harapan per­baikan dimana rumah yang ia tinggalkan selama tujuh tahun itu sudah banyak yang bocor, meja, kursi sudah banyak di­ma­kan rayap, maka tugas Alex memperbaikinya. Ibarat pu­lang ke rumah sendiri, sebagai nahkoda baru Telkom banyak tugas berat menanti. Alex seperti pulang ke ru­mah untuk cuci pi­ring, dimana yang me­nem­pati rumah sebelumnya habis pesta namun me­ni­ng­galkan piring-piring yang kotor.

Ucapan Alex mengatakan “Pulang ke Rumah Sendiri” itu sangat tepat, maka saya ingat sebuah syair lagu Minang saya lupa nama penyanyinya, kira-kira syairnya berbunyi “peng­harap bulan yang terang, lampu di rumah dimatikan” Pe­rum­pamaan ini saya tujukan kepada Direksi Telkom lama, yang dinahkodai Arief Yahya ter­kenal dengan sistem ko­mando sedikit otoriter, direksi lain harus patuh terhadap ke­bija­kan-kebijakan yang ia ke­luar­kan. Dengan sasaran agar Tel­kom bukan dalam negeri saja, tapi harus mendunia. Memang sangat bagus dan sudah ter­laksana, Telkom mu­lai berkerja sama di beberapa negara se­perti, Hongkong, Myanmar, Australia, Arab Saudi, Timor Leste dan banyak lagi, Namun progres kerja sama itu “kurang terdengar” kelanjutannya. Mu­dah-mu­da­han sudah meng­hasilan dolar. Perumpamaan “lampu di ru­mah dipadamkan” ini meng­gambarkan saja selama ini, Arif Yahya yang tekenal ter­tutup dengan insan pers, lupa terhadap bisnis awal PT Tel­kom yakni, telepon rumah dengan jutaan nomor telpon sudah tidak terurus lagi, kon­tak center 147 sulit untuk  dihubungi, kabel-kabel udara telepon berantakan semrawut terselip di antara pohon-pohon rumah, keluhan pelanggan yang kurang direspon, telepon Flexi dengan hampir 5 juta pel­ang­gan,  entah sampai di­mana proses migrasinya ke Kartu AS Telkomsel, Wa’allahualam.

Arief Yahya berhasil meng­kebiri Purel, padahal saat Dirut Telkom Alm. Cacuk Sudariyanto yang terkenal dalam perubahan dari Pe­rumtel menjadi PT Telkom, menempatkan Purel sebagai wajah PT Telkom yang ter­depan. Cacuk memberikan ruangan “Pers Room” di Kan­tor Pusat Telkom Japati, untuk dimanfaatkan insan pers de­ngan segala fasilitasnya yang disediakan. Namun saat ini yang tersisa hanya kursi dan meja saja.

Arief Yahya yang “kurang peduli” dengan Pers, mengins­truksikan  jajarannya agar dalam  memberikan ke­terang­an Pers harus dengan Izinnya. Informasi yang diberikan se­bagai pers rilis hanya yang bersifat penghargaan atau “award”.

Sepengetahuan saya, hanya dua direksi yang cukup ter­buka   untuk bisa diwawancara atau menjawab SMS, Alex J.Sinaga saat masih menjabat Dirut Telkomsel, dan Sukardi Silalahi saat menjabat  Di­rektur Konsumer PT Telkom. Keduanya sangat mengerti komunikasi, adalah urat nadi perusahaan. Setiap perusahaan perlu berkomunikasi dengan publiknya. Pengalaman men­unjuk­kan banyak perusahaan harus jatuh ke dalam krisis karena kurang  pandai melak­sanakan fungsi komunikasi ter­but.

Se­jarah me­n­­catat, apa pu­n yang dilakukan oleh Tel­kom senantiasa menarik per­hatian publik. Kondisi ini bisa di­mengeti, sebab selain posisi Telkom yang merupakan peru­sahaan terbuka dan di­per­dagang­kan di Bursa Efek  Indo­nesia dan New York, Telkom juga merupakan BUMN. Ju­taan pemangku ke­pentingan sa­ng­at haus terhadap segala in­for­ma­si Telkom. Maka Dirut Telkom dari tahun 1988-1994 IR. Cacuk Sudariyanto me­nga­takan, Teknologi tidak ada yang tetap selalu ada peru­bahan, maka Purel adalah Wajah PT.Telkom, dan senyum anda harapan kami.

Tentu dengan pulangnya Alex Sinaga ke rumah Telkom, bisa  menghidupkan kembali kejayaan Telkom. Saya tidak akan mengungkapkan lebih banyak lagi tentang sepak terjang mantan Dirut Telkom, Arief Yahya dengan berbagai masalah. Biarlah beliau de­ngan tugas barunya sebagai Menteri Pariwisata, dimana posisi tersebut sangat cocok dengan Arief Yahya.

Tugas berat sedang di­kerja­kan oleh Dirut Telkom yang baru Alex Sinaga beserta ja­jaran direksi lainnya. Seperti Direktur Konsumer, Dian Rachmawan, mulai men­ca­nang­kan tahun 2015 adalah tahun IndiHome,  dengan 3 juta rumah sudah siap mem­pergunakan Teknologi Fiber Optic. Baru 3 bulan sudah terlihat hasilnya di berapa daerah. IndiHome sudah ba­nyak peminatnya. Jawa Barat menargetkan, satu juta Indi Home. Begitu pula Sumatera dan daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Direktur Konsumer, Dian Rachmawan selalu terjun ke lapangan membenahi jaringan selama ini yang tidak terurus, sekarang telah mulai berfungsi. Fiber Optic yang terbentang sudah terisi oleh pelanggan ke rumah-rumah penduduk, per­lu juga kita hargai karyawan yang berada di lapangan baik dalam membenahi jaringan dan pemasangan baru Indi­Home, mereka bekerja hingga larut malam.

Nahkoda baru Telkom, Alex J.Sinaga, mulai bersinergi dengan karyawan terutama dengan Serikat Karyawan Tel­kom (Sekar)  mereka ber­dialog dan silaturami. Pen­dapat boleh berbeda, tapi tu­juan hanya satu,  untuk ke­majuan PT Telkom dan men­jaga aset Telkom tidak dijual, serta memperkuat jiwa korsa yang nasionalis. Saya juga me­n­dapat kabar gembira dari Kar­yawan PT Telkom. Mereka sa­tu tekad membangun kem­ba­li bisnis awal Telkom se­pe­rti, telepon rumah dari kabel ku­ningan sekarang Fiber Op­tic ­IndiHome. 3 juta pelanggan di tahun 2015 pasti tercapai. (**)

 

DJAMALIS DJAMIN
(Wartawan Haluan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]