Laga Dua Petahana, Menuju Agam Sejahtera


Senin, 16 Maret 2015 - 20:08:30 WIB
Laga Dua Petahana, Menuju Agam Sejahtera

Indra Catri, dan Irwan Fikri dinilai sosok yang sangat familiar di tengah masyarakat. Bahkan tidak sedikit kalangan dari ma­sya­rakat akar rumput yang menginginkan mereka kembali berpasangan melan­jutkan ke­pe­mim­pinan pada periode men­datang. Keduanya me­miliki karater yang kuat dan saling me­leng­kapi satu sama lain.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Cukup banyak kala­ngan yang memprediksi Pilkada Agam Desember 2015 mendatang, secara hitung-hitungan politik, paling banyak hanya tiga pasang calon yang bakal bersaing. Perhatian tentu tertuju pada dua incumbent. Ada pihak yang menginginkan mereka kembali bersanding, dengan konsekuensi tidak ada lawan.

Namun demikian, juga ti­dak sedikit yang mendorong keduanya untuk bercerai, se­hing­ga peluang suara tercepah dan memunculkan petahana baru. Nah, jika kondisi ini bernar-benar terjadi, besar kemungkinan Pilkada Agam akan berlangsung panas. Laga dua petahana, yang tentunya sama-sama diharapkan tidak saja untuk meraih tahta dan kuasa, melain­kan juga demi me­wujud­kan masyarakat Agam yang maju dan sejahtera.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Secara umum, kedua incumbent ini pun men­daftar pada sejumlah partai yang sama, antara lain Partai Demokrat, Partai Amanat Na­sio­nal, Koalisi Partai Nas­dem dan Hanura, Partai Parsa­tuan Pembangunan. Saat ini sejumlah partai sudah meng­godok nama yang mendaftar bahkan sudah yang melapor kan sampai pimpinan di pro­vinsi. Keduanya bisa saja be­r­pisah, namun tidak menutup kemungkinan sebaliknya.

Dari segi menjalankan pe­me­rintahan pun boleh dibilang tidak memiliki cacat, bahkan dengan kesungguhan. Yakin dengan program yang dibuat, Agam berhasil memperoleh beragam prestasi baik di ting­kat daerah hingga pusat. Ke­berhasilan tersebut ten­tunya tidak lepas dari ke­pemim­pinan incumbent. Melihat hal itu apakah Indra Catri dan Irwan Fikri masih layak di­sandingkan?

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Pembangunan berjalan op­timal karena kepintaran ko­munikasi sehingga terjadi pe­ningkatan APBD. Pada ta­hun 2010, APBD Agam ha­nya mencapai Rp640 miliar. Da­lam empat tahun terakhir, APBD Agam sudah men­ca­pai Rp1,149 triliun, tahun 2015 kembali naik. Peningkatan tersebut sudah bisa dilihat secara nyata dalam pencapaiaan kesejahteraan masya­rakat, peningkatan pelayanan kese­hatan, pendidikan dan infrastruktur.

Bupati Agam Indra catri menga­ku keberhasilan selama empat tahun terakhir tidak lepas dari komitmen pemerintah dan dorongan banyak pihak agar Agam jauh lebih baik dari pada masa lampau.  Semuanya dilakukan semata-mata untuk ke­pen­tingan masyarakat. Meski de­mikian tidak dipungkiri, juga ada celah yang mesti diperbaiki di kemudian hari.

Baca Juga : Perang Inovasi dalam Era Disrupsi

Menurutnya, peningkatan alo­kasi belanja pada empat bidang pe­ningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, telah berdampak terhadap indikator pem­bangunan. Pertumbuhan eko­nomi Kabupaten Agam meningkat dari 5,66 persen, menjadi 6,36 persen pada tahun 2013, dan terus me­ningkat pada tahun 2014 mencapai 6,9 persen. Kodisi tersebut jauh lebih baik dari pertumbuhan eko­nomi Sumbar yang hanya mencapai 6,18 persen.

“Setiap tahun APBD Kabupaten Agam terus meningkat. Peningkatan secara langsung sudah dapat dilihat secara nyata. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam meningkat dari 5,66 persen, menjadi 6,36 persen pada tahun 2013, dan terus mening­kat pada tahun 2014 mencapai 6,9 persen,” jelasnya.

Terkait dengan persaingan jelang pilkada 2015, ia sendiri lebih mena­h­an diri, dan tidak mau mendahului kenyataan. Sebab apapun bisa saja terjadi dikemudian hari. Peta politik bisa saja berubah, oleh sebab itu apa yang terjadi beberapa bulan kemu­dian tidak bisa dipastikan. Yang pasti saat ini ia menjalankan tugas sebaik mungkin pada sisa masa jabatan. Kemudian mengikuti mekanisme pecalonan melalui partai politik sesuai dengan aturan.

“Saya sudah mendaftar pada sejumlah partai antara lain, Demo­krat, koalisi Nasdemhanura, Partai Amanat Nasional, PPP. Setiap partai memiliki mekanisme masing-ma­sing, kita ikuti saja prosedurnya. Masalah hasil akan kita lihat nanti. Pelaksanaan pilkada kan masih cukup lama. Terkait banyaknya bakal calon, itu adalah hal yang bisa, justru makin banyak semakin baik,” jelas Indra Catri.

Sementara  Irwan Fikri menga­takan, seluruh elemen di pe­merin­tahan harus arif dan dewa­sa meng­hadapi dinamika politik yang terus berkembang menjelang terlak­sa­nanya Pilkada dan terpilihnya ke­pala daerah yang baru. “Tetap fokus bekerja, hindari dengan ke­terli­batan politik praktis,” tegas Irwan Fikri.

“Aparatur pemerintahan harus dewasa menyikapi dinamika ini tentu akan tercipta suasana yg kon­dusif dan kondisi itu sangat ber­manfaat bagi ma­sya­ra­kat. Kepen­tingan masyarakat dan daerah berada di atas kepentingan pribadi dan kelompok,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan tampilnya kedua incumbent dalam pendaftaran untuk menjadi balon kepala daerah tidak akan mengganggu kehar­monisan bupati dan wakil bupati dalam menyelesaikan sisa masa jabatannya. Ini hanya merupakan mekanisme biasa yang harus ditem­puh dan tidak akan menimbulkan dampak negatif.

“Secara pribadi saya sangat men­jaga hubungan baik. Oleh karena itu dibutuhkan kedewasaan berpolitik dari kedua incumbent. Saya yakin kami berdua akan mampu menjaga harmonisasi ini dengan baik demi kepentingan masyarakat Agam. Selanjutnya harapan saya seluruh proses dan tahapan pilkada di Kabu­paten Agam dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ung­kapnya.

Pengurus lembaga Swadaya Ma­syarakat Komite Masyarakat Agam, MS Marajo menilai, pergolakan situasi jelang pilkada pasti terjadi, karena hal tersebut adalah kenis­cayaan. Oleh sebab itu tugas pihak pihak yang terkait dalam politik praktis harus mampu meredam situasi ini menjadi lebih aman dan terkendali. Jangan malah sebaliknya partai pula yang memulai mela­kukan kampanye maupun tingkah yang buruk. Kondisi semacam itu tentunya menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat.

Ia juga menyarankan para pemi­lih untuk menetukan pilihan me­reka dengan baik. Jangan asal pilih saja, sehingga hal tersebut membawa kemudharatan. Selain itu hindari terpancing dengan segala hal yang memperburuk situasi men­jelang pemilihan kepala daerah. “Jangan hanya ikut-ikutan dalam memilih. Sebab, satu pilihan itu sangat men­tukan arah daerah pada lima tahun mendatang,” pesan MS Marajo. (*)

 

Laporan:
RAHMAT HIDAYAT

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]