KKP Tangkap Empat Kapal Ilegal Asal Vietnam


Selasa, 17 Maret 2015 - 18:50:18 WIB
KKP Tangkap Empat Kapal Ilegal Asal Vietnam

Asep menuturkan penang­kapan kapal-kapal yang meng­gunakan alat tangkap “pair trawl” antara lain kapal dengan nama lambung KG. 90512 TS (berbobot sekitar 95 gross tonnage atau GT, dengan lima orang ABK Vietnam), dan kapal KG. 91395 TS (95 GT, tiga orang ABK Vietnam).

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Kedua kapal tersebut dila­porkan merupakan kapal pen­d­ukung dalam operasi alat tangkap “pair trawl”. Sedang­kan kapal utama terdiri dari KG. 94152 TS (120 GT, 29 orang ABK Vietnam, muatan 325 kg), dan KG. 91751 TS (120 GT, 18 orang ABK Viet­nam, muatan 230 kg).

Kapal-kapal penangkap ikan ilegal itu ditangkap oleh KP Hiu Macan 001 di perairan teritorial Pulau Serasan, Ka­bupaten Natuna, Provinsi Ke­pulauan Riau, pada tanggal 14 Maret 2015.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Keempat kapal tersebut diduga melakukan penang­kapan ikan di Wilayah Penge­lolaan Perikanan Negara Re­publik Indonesia (WPP-NRI) tanpa memiliki dokumen per­i­j­inan kegiatan penangkapan ikan dan menggunakan alat penang­kap ikan terlarang “pair trawl”.

Hal tersebut diduga me­langgar Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (1) Jo. Pasal 27 ayat (1), Pasal 98 Jo Pasal 42 ayat (3), Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan den­da paling banyak Rp20 milyar.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Selanjutnya, kapal dan tersangka tiba di Stasiun PSD­KP Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 16 Maret 2016, untuk menjalani proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Sedangkan terhadap ABK non tersangka akan dilakukan koordinasi dengan Keme­n­terian Luar Negeri dan Dire­k­torat Jenderal Imigrasi untuk dideportasi ke negara asal.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

Berdasarkan data KKP, sampai dengan bulan Maret 2015, telah berhasil ditangkap 31 kapal ikan pelaku illegal fishing, yang terdiri dari 16 kapal perikanan asing dan 15 kapal perikanan Indonesia.

Sebelumnnya, pemerintah melalui Tim Satgas Pem­be­rantasan “Illegal Fishing” (Pencurian Ikan) siap guna melakukan analisis dan eva­luasi (Anev) atau audit kepa­tuhan kapal-kapal perikanan eks-asing yang berkapasitas di atas 30 GT.

“Anev ini adalah kegiatan audit kepatuhan untuk melihat dua hal, yaitu apakah kapal eks-asing secara formil dan materiil dimiliki WNI atau badan hukum Indonesia,” kata Ketua Tim Satgas Pem­beran­tasan Illegal Fishing Mas Ach­mad Santosa dalam jumpa pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Achmad memaparkan, Anev dilakukan untuk mener­tibkan perizinan penangkapan ikan oleh kapal eks-asing sela­ma moratorium diterapkan 3 November 2014 hingga 30 April 2015.

Kegiatan Anev kapal tidak hanya melihat kelengkapan dokumen administratif namun juga untuk memverifikasi se­cara materiil serta mengetahui tingkat kepatuhan kapal-kapal penangkap/pengangkut ikan eks-asing selama dua tahun sebelum moratorium atau sejak November 2012 sampai 3 November 2014.

Adapun aspek-aspek yang akan diberikan adalah aspek legalitas subyek hukum pe­milik kapal, aspek perizinan dan kewajiban terkait ope­rasional kapal, serta aspek kepatuhan pemilik kapal da­lam membayar pajak dan Pe­ne­­rimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (h/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]