Sarpin Belum Cabut Laporan


Selasa, 17 Maret 2015 - 19:04:59 WIB
Sarpin Belum Cabut Laporan

“Terlapor mau damai dengan pelapor itu hak mereka. Namun, hingga saat ini kasusnya terus berlan­jut,” kata Syamsi kepada wartawan.

Baca Juga : Realisasi PAD Bapenda Kota Padang Capai Rp98 Miliar pada Triwulan I

Syamsi menjelaskan, kasus ini sifatnya laporan atau delik aduan. Maka, apabila pelapor ingin men­cabut laporannya ke penyidik, itu juga hak pelapor. “Kita lihat saja nanti, yang jelas sampai sekarang belum ada korban mencabut la­porannya,” ungkapnya.

Seperti berita sebelumnya, perse­teruan antara Hakim Sarpin Rizaldi dan dua dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) akhirnya menemui titik temu. Ke­dua pihak sepakat menempuh jalan damai dan menutup proses hukum. Kesepa­katan tersebut dibuat setelah dilaku­kannya mediasi antara dua kubu yang diwadahi oleh Ikatan Keluarga Alum­ni (IKA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Andalas (Unand).

Baca Juga : Danau Cimpago Padang Dipenuhi Sampah Kiriman

Proses mediasi yang berlangsung pada Kamis (12/3) di salah satu hotel di Kota Tanggerang tersebut mem­pertemukan secara langsung Sarpin Rizaldi, Feri Amsari dan Charles Simabura. Turut hadir dalam proses mediasi tersebut Dekan FH Unand Zainul Daulay serta dua guru besar FH Unand Saldi Isra dan Elfindri.

“Dalam kasus ini IKA FH Unand mengambil peran sebagai penengah dan fasilitator dalam mediasi. Tentunya karena IKA FH Unand merasa bertanggung jawab atas perseteruan yang terjadi antar alumni ini. Hasil dari mediasi, dipilih jalan damai atas dasar ikatan abang dan adik (senior-junior). Tidak ada lagi proses hukum yang akan dilan­jutkan,” ucap Aditia Warman selaku ketua DPP IKA FH Unand.

Dalam proses mediasi lanjut Aditia, Feri Amsari dan Charles Simabura menjelaskan kepada Sar­pin Rizaldi, bahwa pernyataan ‘dibuang sepanjang adat’ yang men­yulut pertikaian bukanlah pernya­taan dalam ruang lingkup hukum adat di Minangkabau, melainkan dalam lingkup keilmuan. Sedangkan perdebatan ilmiah yang terjadi soal putusan praperadilan Komjen Budi Gunawan yang dikabulkan Hakim Sarpin tetap harus dihormati sebagai kebebasan dan kemerdekaan akademik.

“Atas nama IKA FH Unand, kita menyampaikan permohonan maaf kepada Sarpin Rizaldi. Bahwa yang telah terjadi ini menjadi pelajaran di masa depan bagi semua alumni FH Unand. Permasalahan yang terjadi merupakan murni bentuk kesalah­pahaman. Ke depan semoga menjadi pelajaran bagi semuanya agar lebih berhati-hati dalam berbicara,” jelas Aditia lagi.

Sementara itu, Charles Simabura ketika dihubungi tadi malam via telepon mengatakan, ia dan Feri Amsari menghormati hasil mediasi yang telah dilakukan antara mereka dan Sarpin Rizaldi.

“Tentunya saya dan saudara Feri Amsari sangat menghormati proses mediasi yang telah dilakukan dan diprakarsai oleh IKA FH Unand. Begitu juga dengan hasil mediasi (jalan damai, red) yang didapatkan. Kami hormati itu,” ucap Charles singkat. (h/nas/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]