Batu Akik Eropa dan Amerika Diikutkan Kontes


Selasa, 17 Maret 2015 - 19:06:56 WIB
Batu Akik Eropa dan Amerika Diikutkan Kontes

Komandan Korem (Danrem) 032/Wbr Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan untuk men­jadikan Sumbar sebagai kota tujuan wisata dan membuka peluang bagi usaha kecil menengah dalam men­ciptakan ekonomi kreatif meng­hadapi pasar bebas. Selain itu, mendorong pemerintah setempat agar menyediakan tempat pameran dan promosi, rekreasi dan pagelaran seni budaya yang hidup di masya­rakat kota ini.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

“Selain itu, dengan terse­leng­garanya kontes tersebut dapat me­nam­bah omzet panghasilan bagi masyarakat yang berjualan. Kita juga berupaya untuk mengangkat atau mempromosikan batu-batu mulia yang ada di Sumbar bisa lebih dikenal,” jelasnya.

Dikatakannya, kontes tersebut tidak saja pesertanya dari nasional melainkan dari luar negeri pun ikut. Yang telah mendaftarkan batu ada­lah peserta dari Korea, Brunei Darussalam, Singapura dan Malay­sia. Selain batu akik berasal dari Sumbar, juga ada batu akik dari luar negeri yang ikut lomba, yakni bera­sal dari Brasil. Rusia, Thailand, Belgia, Arab, Yunani dan Afrika.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Wirabraja Expo 2015, kata Wi­dag­do, merupakan pameran dan kontes batu akik internasional yang memperebutkan piala Danrem 032/Wbr dan hadiah utama sebuah mobil, yang akan dibuka oleh Gu­bernur Sumbar, Irwan Prayitno, Kamis (19/3 di Makorem 032/Wbr.

Kategori batu akik diper­lom­bakan ada 22 kelas, yaitu lumut hijau medium, lumut hijau jumbo, lumut campuran medium, lumut cam­puran jumbo, sungai dareh small (0-15 crat/labor), sungai dareh medium (15-30 crat/labor), sungai dareh jumbo (30 crat ke atas/labor), bacan small (0-20 crat/labor), bacan me­dium (20-35 crat/labor) dan bacan jumbo (35 crat ke atas/labor).

Kemudian aksesoris wanita (cincin, gelang, kalung dan bros), chalcedony medium, chalcedony jumbo, liontin motif, liontin warna, cincin motif, panca warna, aceh indocrase, aceh solar, garut medium (0-35 crat/labor), garut jumbo (35 crat ke atas/labor) dan Nusantara Internasional Campuran.

Danrem 032/Wbr berharap pro­gram serbuan teritorial melalui Komsos kreatif akan mampu me­ning­katkan percepatan ekonomi masyarakat, terwujudnya pusat batu akik di Sumbar, terciptanya alter­natif penyerapan tenaga kerja baru ­dan menjadikan icon batu akik Sumbar dikenal di mancanegara.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Anton Permana menyebutkan, sela­ma ini pendaftaran kontes batu akik masih berjalan lancar dan kemung­kinan H-1 akan membludak warga yang mendaftarkan batu akik.

“Dari para peserta yang men­daftar di Makorem 032/Wbr, tidak saja dari kalangan pengusaha me­lain­kan dari kalangan masyarakat kecil, komunitas, pejabat peme­rintahan, Polri, TNI dan kemarin (Senin,red) Wagub Sumbar ikut mendaftarkan batu akik miliknya,” kata Anton di Makorem 032/Wbr, Selasa (17/3).

Untuk dewan juri yang telah siap, kata Anton, yakni dari IGS ada dua orang, Dosen Seni Rupa UNP, Safwandi dan Ahli Geomulogis, Tedi. Dalam kontes ini ada lima dewan juri, yakni satu juri eksibisi dan empat juri utama. Masing-masing juri, nantinya menilai satu bidang kontes batu akik.

Saat ditanyakan apakah akan mendapatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Anton menjawab, dia optimis akan menca­pai rekor tersebut. Sebab, saat perge­laran kontes batu akik di daerah Paya­kumbuh beberapa lalu, sekitar 1.387 batu akik yang dikonteskan. Lebih sedikit saja dari kontes Paya­kumbuh tersebut, maka akan masuk MURI.

Pameran dan kontes batu akik internasional akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan, di antaranya pasar rakyat dan lelang batu, grand opening sentra batu akik Sumbar, bazar sembako murah dan dihibur oleh artis Minang (Mak Lepoh). (h/nas)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]