Presiden RI Kabulkan Grasi Pembunuh Sadis di Riau


Rabu, 18 Maret 2015 - 19:49:40 WIB
Presiden RI Kabulkan Grasi Pembunuh Sadis di Riau

Sebelumnya, pihak ke­luar­ga korban menyatakan akan melayangkan surat protes ke­pada Presiden Joko Widodo atas dikabulkannya grasi bagi ter­pidana pembunuh satu di antara tiga terpidana mati dalam kasus itu. Keluarga ma­sih menunggu salinan grasi presiden dari Pe­ngadilan Ne­geri Pekanbaru. Salinan terse­but akan dijadikan bahan surat pro­­tes keluarga kepada presiden.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Untuk diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dipim­pin Ida Bagus Dwiyantara SH, Selasa (25/9/12) silam, me­nya­takan kalau ketiga terdak­wa, yakni Candra Purnama alias Hendra (yang bekerja pada korban, red), An­di Paula dan Dwi Trisna Fir­man­syah, terbukti melanggar Pa­sal 340 junto Pasal 55 KUHP ten­tang pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama.

Peristiwa pembunuhan yang dilakukan terhadap kor­ban sangat sadis ini terjadi Senin (16/4/12) silam, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban Agusni yang sedang sholat subuh itu, dipukul tengkuknya pakai kayu balok oleh Rohim. Akibat­nya korban tersungkur di atas sajadah di lantai dua Ruko. Saat tersungkur itu, korban sempat memberikan perlawa­nan dan bergumul de­ngan Ro­him. Na­mun datang Andi Paula mem­bantu Rohim dan langsung membacok kor­ban.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Tidak sampai disitu, Ro­him kemudian membacok beberapa kali di bagian kepala dan leher korban hingga ak­hir­­n­ya korban Agusni tewas bersimbah darah. Mendengar ada suara keributan, anak korban bernama Dodi yang mendengar adanya keributan langsung keluar dari ka­mar­nya. Namun Dodi juga dibacok oleh terdakwa Hendra bersa­ma Dwi Trisna Fir­man­syah berulang kali. Akibat­nya, Dodi pun tewas seketika itu juga.

Dan pada tanggal 13 Feb­ruari 2015, Presiden Joko Widodo, mengabulkan grasi yang diajukan salah seorang pelaku, yakni Dwi Trisna Fir­mansyah, sebagaimana yang dimohonkan Penasehat Hu­kum­nya, Asep Ruhiat. Petikan putusan tersebut menyatakan kalau ada perubahan jenis pidana dari pidana mati yang dijatuhkan kepadanya menjadi pidana penjara seumur hidup.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Sementara, terhadap kedua terpidana lainnya, Candra Pur­na­ma alias Hendra dan Andi Paula, dipastikan akan diekse­kusi. Hal tersebut, sete­lah upaya permohonan grasi­nya ditolak Presiden Joko Widodo. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]