Kapolres: Bidan ‘W’ Korban Kejahatan Cyber


Rabu, 18 Maret 2015 - 20:20:46 WIB
Kapolres: Bidan ‘W’ Korban Kejahatan Cyber

Dengan bantuan Polisi Sektor Suliki, Polres Lima­puluh Kota tengah berusaha untuk bertemu dengan W. “Sampai saat ini, kami belum bertemu dengan korban W. Untuk itu, anggota sudah kami turunkan untuk bertemu kor­ban secara baik-baik dalam upaya mencari pelaku penye­bar video,”tegasnya.

Baca Juga : BBPOM: Laporkan Jika Menemukan Permasalahan Obat dan Makanan 

Beredarnya video fulgar tersebut, katanya, merupakan salah satu kejahatan cyber yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Per­bua­tannya jelas-jelas telah meru­gikan orang lain. Pelaku diduga membajak akun face­book milik korban, sehingga ber­edarlah video fulgar tersebut.

“Kita sangat komit untuk mengungkap kasus ini. Kita harap, dalam waktu dekat tersangka penyebar video ful­gar tersebut tertangkap,”jelas AKBP Tri Wahyudi.

Baca Juga : Di Padang, BBPOM Temukan 2 Sampel Mengandung Pewarna yang Dilarang

Dari informasi yang di­kum­pulkan Haluan, kete­ra­ngan sejumlah teman dekat korban W, video berdurasi 80 detik tersebut diduga dise­barkan oleh pacarnya sendiri.

“Koban pernah bercerita, punya kenalan dengan salah seorang laki-laki di Bandung. Mereka saling berkomunikasi melalui jejaring sosial. Bahkan W juga sering mengirimkan data penting miliknya, seperti password email dan face­bo­ok,”ungkap teman W yang enggan disebutkan namanya.

Tak sampai di sana, rekan-rekan se profesinya tersebut turut menceritakan, W tengah diancam oleh kena­lannya me­la­lui jejaringan sosial. Hingga saat ini, akun facebook milik W, sudah diblokir

“W juga bercerita, dia dimintai uang sebesar Rp 2 juta oleh kenalan­nya. Apabila uang tersebut tidak dikirimkan, maka W akan dibuat malu oleh kenalannya. Sehingga tersebarlah video fulgar milik W,” kata mereka.

Dinonaktifkan

Sementara itu, dari RSUD Ach­mad Darwis sendiri dikabarkan otoritas setempat malah menindak bidan W, di saat polisi menilai ia menjadi korban. Bidan W yang masih berstatus lajang,  terpaksa diberhentikan untuk berdinas di RSUD Achmad Darwis.

“Kita sudah bertemu langsung dengan W dalam  mengorek  infor­masi terkait beredarnya video fulgar tersebut. Untuk menjaga nama ru­mah sakit dan daerah, terpaksa W kita nonaktifkan,”ujar Direktur RSUD Achmad Darwis  dr. Muryani Datri.

Begitu juga, ketika ditanya, apa saja keterangan yang diberikan W kepada pihak rumah sakit, tetapi dr.Muryani Datri tidak terlalu merinci keterangan yang diberikan oleh W kepadanya. “Keterangan W sifanya terlalu pribadi dan tidak bisa kita ungkap secara rinci. Yang jelas, kita cukup paham dengan ketera­ngan W tersebut,”ujarnya lagi.

Dikatakannya, W merupakan salah satu pegawai kontrak yang sudah bertugas semenjak 2013 lalu. Pada Februari 2015 lalu, W kembali menca­lonkan diri untuk pegawai kontrak. Setelah mengikuti seleksi, W dinya­takan lulus dan diterima untuk  pega­wai kontrak masa kerja tahun 2015.

”W berstatus pegawai kontrak. Setiap tahun, W selalu mem­per­panjang kontrak untuk tetap ber­dinas. Dan terakhir, W mem­perpan­jang kontrak pada Februari lalu. Dia sudah berdinas semenjak 2013. Karena beredarnya video tersebut dan demi menjaga nama rumah sakit terpaksa pihak rumah sakit harus bertindak tegas,”ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kese­hatan Kabupaten Limapuluh Kota, Afdal mengungkapkan, Pemkab telah menyerahkan sepenuhnya apapun langkah yang diambil  oleh pihak rumah sakit. “Apapun  sikap yang diambil oleh pihak rumah sakit, tetap kita hargai. Karena hal tersebut sudah kita serahkan sepe­nuhnya kepada pihak rumah sa­kit,”ujar Afdal. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]