Eksekusi Tanah Nyaris Ricuh


Kamis, 19 Maret 2015 - 19:52:18 WIB
Eksekusi Tanah Nyaris Ricuh

“Eksekusi kembali dilakukan berdasarkan perintah Kepala Pengadilan Tinggi. Selain dari permohonan dari pemohon ekse­kusi, juga merupakan permintaan dari BPN Kota Padang karena adanya dua berita acara yang timbul dalam perkara ini. Di sini, terdapat tanah seluas lebih ku­rang satu hektare, sebelumnya sudah dieksekusi dan berperkara sejak 25 Mei 2010 lalu. Namun, saat ini ada beberapa pihak yang menjadi ahli waris merasa patok tanah mereka tidak sesuai lagi,” ucap Hendri selaku Juru Sita PN Padang.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Hendri menjelaskan lagi, sebagian besar dari pihak-pihak yang berperkara dalam kasus ini sudah meninggal dunia, setelah itu tentunya wewenang beralih kepada ahli waris bersangkutan. “Marzuki itu anak dari Kartini, alm Baiz Rajo Lenggang sebagai pemohon eksekusi dan kaum­nya, wewenangnya kemudian di­alih­kan ke Elvi Rosnidar, Yakub, Maya, M. Syarif, Uyun dan alm Ali,” terang Hendri lagi.

Kericuhan saat eksekusi ber­mula dari keberatan yang di­la­yangkan oleh Elvi, salah seorang pihak tergugat. Elvi mengatakan bahwa tanah tersebut dipagang oleh Malik Rajo Anggang, pa­dahal Malik Rajo Anggang tidak masuk ke dalam formil pihak penggugat. Sehingga Elvi mem­pertanyakan mengapa Malik Rajo Anggang disebut sebagai pemagang.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

“Pagangan tersebut sudah ditebus oleh pihak penggugat, tapi di amar putusan perintahnya cuma ada kami, tergugat 3 dengan nama Ali, dan tergugat 4 dengan nama Iyun,” jelas Elvi.

Terkait kericuhan ini, Hen­dri mengakui setelah dicek kem­bali ke lapangan, memang terjadi kesalahan-kesalahan yang cukup fatal. Dalam amar putusannya itu objek yang tergadai kepada pihak ketiga dan pihak keempat yaitu Ali dan Uyun itu adalah haknya dari penggugat atau pemohon eksekusi, dan menjadi hak dari pihak penggugat atau pemohon eksekusi apabila telah ditebusnya kepada pihak ketiga dan keempat tersebut.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

“Ternyata objek yang di­per­masalahkan tadi memang ter­gadai dahulunya ke pihak ter­gugat 4, yakni Ali kemudian ditebus oleh penggugat se­men­tara penguasa fisik adalah pihak tergugat,” terang Hendri meng­klarifikasi.

Sementara itu, dalam proses eksekusi, Hendri menjelaskan telah melakukan pemasangan tiang pancang guna menentukan batas. “Pihak pemagangnya telah meninggal dunia, pe­nunjukan batas kemudian di­gantikan oleh ahli waris yang selama ini me­nggarap objek (tanah, red) tersebut,” tutup Hendri. (h/rvo)

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]