Tindak Tegas Begal


Kamis, 19 Maret 2015 - 20:01:42 WIB
Tindak Tegas Begal

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, arti begal,  penyamun; merampas di jalan. Maraknya aksi bekal di daerah lain, terutama di Pulau Jawa, dicontoh oleh para pelaku criminal lainnya di berbagai daerah di luar Jawa, termasuk Sumatera dan khususnya Sumatera Barat (Sumbar). Pemberitaan tentang aksi kejahatan sadis para begal di berbagai media massa, baik melalui media cetak, elektronik dan media online ditanggapi beragam oleh berbagai lapisan masyarakat. Sebagian masyarakat dengan adanya tayangan pemberitaan tentang begal, makin berhati-hati dalam menjaga keselamatan diri.

Sedangkan bagi masyarakat lainnya menimbulkan rasa cemas, khawatir bahkan  ketakutan untuk bepergian. Sedangkan sebagian masyarakat lainnya yang barangkali juga selama ini memiliki potensi melakukan tidak pidana kekerasan, perampasan dan lain sebagainya justru.   Para pelaku kriminal itu menjadikan tayangan para begal di televisi menbadi contoh untuk melakukan tindak kekerasan.

Baca Juga : Ziarah Makam Ki Ageng Gribig, Airlangga Hartarto Lestarikan Budaya Leluhur

Penangkapan terbaru terhadap 2 dari empat pelaku begal mobil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Dharmasraya, Kamis (19/3), di Kubang Panjang Pulau Punjung. Kedua pelaku begal berhasil dicokok petugas setelah dilumpuhkan dengan timah panas. Sedangkan dua pelaku lainnya melarikan diri. Kapolres Dharmasraya AKBP Bondan Witjaksono, SH,SIK,MM melalui Kasat Reskrim AKP Lazuardi yang ditanya Haluan menjelaskan, awalnya jajaran Polres Dharmasraya mendapat informasi bahwa ada kejadian perampasan mobil cold diesel dump truk BM 8789 KB, dengan lokasi Talang Babungo Alahan Panjang, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dijelaskannya, pelaku sebanyak 4 orang merampas kendaraan tersebut, kemudian korban dibawa pelaku dengan mobil Avanza, sedangkan dua gembong lainnya membawa mobil hasil curiannya. Kemudian pelaku membuang korban di Payung Sekaki. Kendaraan hasil rampasannya dibawa kabur beriring-iringan dengan mobil yang digunakannya untuk beroperasi yaitu mobil Avanza BA 1754 QA.

Setelah mendapat informasi bahwa pelaku sudah masuk wilayah hukum Polres Sijunjung dan menuju Dharmasraya, jajaran Polres Dharmasraya bersiap-siap bersama jajaran Polres Sijunjung. Setelah sasaran sesuai dengan informasi melintas, maka dilakukan pengejaran pada sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah kedua pelaku berhasil dilumpuhkan dengan dua kali tembakan, kemudian dibawa ke RSUD Sungai Dareh untuk mengeluarkan timah panas dari kakinya. Ketika kedua pelaku berada di RSUD, masyarakat sekitar berjubel memadati halaman RSUD ingin mengetahui siapa orangnya.

Di masyarakat terdapat sejumlah orang yang tak merasa takut terhadap sanksi, baik sanksi sosial maupun hukum. Dalam keadaan frustrasi, mereka tak segan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang bermacam-macam. Akibatnya, perilaku yang mengedepankan moto melukai atau membunuh dulu, sedangkan akibatnya dipikirkan belakangan, akan tumbuh subur dalam perspektif struktur sosial, yaitu bahwa ketegangan dan frustrasi yang dialami seseorang yang tinggal atau hidup di daerah kumuh kelas bawah menyebabkan mereka mudah berperilaku menyimpang. Sebagaimana diketahui, nilai-nilai kelas bawah menekankan pada kekerasan (violence) dan kekuatan (power), yang mengakibatkan mereka sering berurusan dengan penegak hukum.

Hubungan antara pelaku, kemiskinan, dan kejahatan, terungkap dalam penelitian James F Short, Jr (1997) bahwa meningkatnya konsentrasi kemiskinan secara signifikan wilayah perkotaan serta jurang pemisah yang melebar antara si kaya dan miskin, akan menumbuhkan budaya kekerasan pada kaum yang tergolong miskin. Perasaan “senasib” sebagai pihak yang lemah kerap membuat mereka merasa terikat satu sama lainnya untuk kemudian mencari solusi yang sangat jauh dari apa yang berlaku dalam norma masyarakat.

Pembegalan yang akhir-akhir ini marak terjadi dilakukan lebih dari satu orang, atau berkelompok. Modusnya, memepet korban dengan dua sepeda motor yang dikendarai empat pelaku bersenjata tajam atau bersenjata api, dengan tujuan mengambil sepeda motor korban. Mereka tak segan-segan berperilaku sadis atau bahkan membunuh untuk mendapatkan keinginan mereka. Pemberantasan terhadap begal, tidak hanya dengan cara represif tapi juga dengan prefentif atau dengan berbagai pendekatan-pendekatan silaturrahim dan lain sebagainya. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]