Empat Masalah, Jadi ‘Syarat’ Cawako Bukittinggi


Kamis, 19 Maret 2015 - 20:19:02 WIB
Empat Masalah, Jadi ‘Syarat’ Cawako Bukittinggi

Bahkan sejumlah nama diantaranya telah mendaftar ke sejumlah partai politik, seperti pengusaha Ramlan Nurmatias, Ketua DPD PAN Bukittinggi Fauzan Haviz, Wakil Walikota Bukittinggi Harma Zaldi dan politikus Rismaidi.

Baca Juga : Investasi Tumbuh, Indonesia Maju

Di luar nama itu, juga mengapung sejumlah nama, diantaranya Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, Ketua DPW Partai Ke­bangkitan Bangsa (PKB) Sumbar Febby Dt Bangso, serta beberapa nama lainnya.

Meski ba­nyak na­ma yang menga­pung, na­mun ba­nyak kala­ngan yang menilai, jika pertarungan Pilkada Bukittinggi hanya akan diikuti oleh Ismet Amzis dengan Ramlan Nurmatias.

Baca Juga : Kenangan Bersama Bang Rusdi Lubis

“Saya ki­ra, yang akan ber­ta­rung sengit itu adalah Is­met Amzis de­ngan Ramlan Nur­matias. Kedua tokoh ini me­miliki kekuatan yang sulit diduga. Jadi, peluang incum­bent, maupun Ramlan, bo­leh dikatakan fifti-fifti,” ujar Ari (35) salah seo­rang pedagang di ka­wasan Aur Kuning Bu­­kittinggi.

Meski kedua nama itu diunggulkan, namun menurut Ari, peta po­litik bisa saja be­ru­bah set­iap saat, ter­gan­tung sepak ter­jang calon selama dalam pros­es pil­ka­da. Ari menilai, saipapun calon yang akan maju memiliki peluang untuk men­jadi orang nomor satu di Bukittinggi, selama mampu menarik perhatian masyarakat.

Baca Juga : Tidak Ada yang Berubah dari Sosok Buya Mahyeldi

Terkait kriteria calon walikota, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jeffrie Geovanie lebih me­milih calon pemimpin muda yang mengerti tentang dunia pariwisata. Menurutnya, kalau Bukittinggi ingin berubah menjadi kota wisata selevel dunia, maka harus mutlak dise­rahkan kepada orang yang mengerti pariwisata.

“Yang mengerti dunia pariwisata contohnya adalah Febby Dt Bangso. Saya telah mengenal Febby cukup lama, dia adalah sebagai praktisi di dunia pariwisata. Namun yang bisa saya lakukan adalah memberikan inspirasi bagi orang muda seperti Febby misalnya, agar mau jadi kepala daerah dan melakukan per­u­bahan di daerahnya, karena tidak mungkin kota kita bisa berubah kalau tidak kita sendiri yang meru­bahnya, dan itu kita harus kasih kepada orang yang mengerti dan memiliki latar belakang yang kuat untuk itu,” jelas Jeffrie.

Baca Juga : Anies Baswedan Menggapai Pangan untuk Pilpres 2024

Sementara itu, Pelaku Ekonomi Kreatif Bukittinggi, Bos Martin, malah menyarankan kepada seluruh calon yang ingin menjadi walikota Bukittinggi periode 2015-2020 untuk mundur jika tidak mampu membenahi Kota Bukittinggi.

“Saat ini, yang menjadi per­masalahan mendasar Bukittinggi adalah pasar, parkir, air bersih dan macet. Jika calon walikota tidak mampu membenahi kota, minimal menyelesaikan empat persoalan itu, sebaiknya mundur saja mulai dari sekarang,” tegas Bos Martin.

Selain itu, Bos Martin menilai, calon walikota Bukittinggi juga harus mampu mengembangkan potensi kota. Menurutnya, selama ini Kota Bukittinggi memiliki wisa­ta alam yang indah, namun tidak terbenahi dengan baik. Begitu juga dengan budaya Bukittinggi dan Minangkabau secara umum, menu­rut Bos Martin tak pernah digandeng dalam setiap program pariwisata.

Ia mengusulkan pemerintah bisa mensinergikan program wisata dengan program budaya, dengan melibatkan banyak kalangan, terma­suk melibatkan kalangan seniman dan budayawan. “Sudah saatnya seniman dan budayawan dihadirkan di seluruh objek wisata, sehingga wisatawan domestik maupun man­canegara merasa terhibur dan me­ngenal budaya Minangkabau,” jelas Bos Martin.

Terkait kriteria calon Walikota Bukittinggi, Bupati Agam Indra Catri juga angkat bicara. Ia menilai, sosok Walikota Bukittinggi nantinya harus memiliki visi yang baik dalam pengembangan kota, karena Kota Bukittinggi nantinya dinilai akan menjadi kota metropolitan kedua di Sumbar setelah Kota Padang.

“Sosok Walikota Bukittinggi harus bisa berpikir linier, bisa berpikir jauh ke depan, karena tugas yang diembannya itu akan berat. Jadi, jabatan walikota itu tidak boleh dipegang oleh orang yang hanya sekedar coba-coba untuk menjadi walikota,” ujar Indra Catri.

Untuk mampu membangun ko­ta, sosok walikota Bukittinggi me­nurut Indra Catri juga harus me­miliki track record yang baik, bisa meyakinkan pemerintah pro­vinsi dan pusat dalam setiap pro­gram yang akan dijalankan. “Yang ter­penting juga, walikota Bukittinggi nantinya juga harus mampu beker­jasama dengan seluruh pihak, tidak dengan Pemerintah Kabupaten Agam saja,” lanjut Indra Catri. (**)

 

Laporan: HASWANDI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]