Eks Rektor IAIN Minta Maaf ke Civitas Akademika


Kamis, 19 Maret 2015 - 20:25:04 WIB
Eks Rektor IAIN Minta Maaf ke Civitas Akademika

Kepala Subag Bagian Hu­bungan Masyarakat (Humas) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Afrinal Aliman menyatakan benar pembebasan dari jaba­tan Prof. Dr. H. Makmur Syarif, SH, MH sebagai Rek­tor IAIN IB Padang, di Pa­dang, Kamis (19/3).

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Pembebasan Makmur dari jabatan rektor ini ditandai dengan adanya surat kepu­tusan (SK) Menteri Agama RI, nomor B.II/3/PDJ/00991/2015. Dan telah menetapkan WR III Prof. Dr. H. Asas­riwarni, MH sebagai peng­ganti sementara (Pgs) Rektor berdasarkan SK Menag No­mor B:III/3/019891, terhi­tung sejak tanggal 9 maret 2015. Hanya saja, WR-1, Syaf­rudin, WR-2, Salmadanis serta Direktur Pasca Sarjana, Awiskarni, tidak diber­hen­tikan oleh Menag RI. “Un­sur pimpinan tersebut selalu ma­suk kantor dan melakukan tugas rutin sesuai tugas  dan kerja masing-masing. Jadi hal ini sangat keliru,” ujar Afrinal dalam keterangan tertulisnya menanggapi pemberitaan Haluan.

Makmur Syarif dibebaskan dari jabatan Rektor oleh Menteri Agama semenjak 6 Februari 2015. “Ya, benar Rektor telah diberhentikan oleh Kemenag pertanggal 6 Feb­ruari, dan kami baru mendapat informasi tersebut awal Maret,” cetus Afrinal lagi.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Hanya Makmur syarif yang dibe­bastugaskan dari jabatan Rektor, karena murni persoalan manajemen yang keliru, berupa pembukaan kelas jauh di Kerinci, Jambi dan Ka­bupaten Pasaman Barat. “Tentu­nya akibat kekeliruan dan kekhila­fan dari anak buah. Sebagai top leader harus menerima sanksi terse­but. Namun pemberhentian ini hanya se­ba­gai Rektor saja,” pungkas Afrinal.

Kemudian kelas jauh tersebut telah ditutup sesuai peraturan perun­dang-undangan yang berlaku.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Terkait masalah pembebasan Makmur Syarif sebagai Rektor IAIN IB Padang, masalah civitas aka­demika dan proses perkuliahan tetap berjalan lancar dan biasa-biasa saja. “Dan kita ikhlas menerima semua kebijakan yang ditetapkan oleh Menag RI. Mau apalagi kita ini kalau itu semua sudah keputusan yang punya kekuatan hukum pasti, ter­pak­sa atau tidak harus diterima,” katanya.

Senada dengan Kepala Biro Administrasi Umum akademik, Dasrizal, menjelaskan perihal ala­san pembebasan Makmur Syarif. “Yang saya tahu soal penyebab Rektor diberhentikan memang kelemahan manajemen saja, tidak ada unsur pidana atau korupsi. Karena beliau punya anak buah dan tidak terawasi secara keseluruhan, ini sisi lemah­nya,” ujarnya.

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

Sementara, Afrinal menam­bahkan bahwa, tuduhan lain dibe­baskan Makmur Syarif dari jabatan Rektor karena pengadaan tanah kampus III Sungai Bangek juga tidak benar sama sekali. “Termasuk juga menggunakan langsung uang kuliah atau SPP mahasiswa Pasca Sarjana tanpa disetor ke negara. Pada da­sarnya hanya kelemahan dalam memahami,” tutupnya.

Terkait dengan lokal jauh di Pasaman Baru, dari penelusuran Haluan di Pasaman Barat, kebe­radaan lokal jauh untuk jenjang pascasarjana itu, sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2012. Proses belajar hanya berlangsung satu semester dengan jumlah mahasiswa sekitar 21 orang dan menumpang lokal di kampus Yaptip

“Benar, disini dulu tahun 2012 ada lokal jauh IAIN Padang, tapi hanya untuk S2,” kata Ketua Yaptib Pasaman Barat, Dra. Hj. Chadijah Is­mail, M.A, kepada Haluan kemarin.

Dia katakan, proses perkuliahan di kampus tersebut hanya berlang­sung satu semester. Keluar peraturan pemerintah tentang larangan lokal jauh perguruan tinggi, lokal jauh IAIN di Yaptip tersebut langsung berhenti. Mahasiswanya dipin­dahkan ke kam­pus pusat di Padang, melanjutkan pendidikan. “Maha­siswanya rame juga, 21 orang,” ujarnya.

Pasrah

Prof. Makmur Syarif sendiri dalam pidato terakhirnya sebagai rektor mengatakan, apa yang dite­rimanya saat ini merupakan sebuah resiko jabatan. Penggantian dalam sebuah jabatan merupakan hal yang biasa. “jabatan adalah sebuah ama­nah. Ketika amanah itu diambil, saya siap untuk itu,”  ujarnya.

Makmur Syarif juga menyangkal pemberitaan media bahwa selain dirinya masih ada beberapa penjabat di IAIN yang juga turut dicopot dari jabatannya terkait perkara yang membelitnya.

“Apa yang diberitakan media itu tidak benar. Yang benar itu, saya sendiri yang dicopot dari jabatannya sedangkan yang lainnnya tidak. Saya minta maaf juga kepada rekan yang lainnya karena telah membawa yang lainnya dalam hal ini,”  ujarnya.

Dikatakan Makmur Syarif, apa yang dituduhkan kepadanya seperti pembukaan lokal jauh Pasca Sarjana (S2) di Pasaman dan Jambi, terlam­bat dalam pengurusan akreditasi pasca sarjana, penggunakan langsung uang kuliah atau SPP mahasiswa pasca sarjana, tanpa disetor dulu ke Negara, perjalanan dinas berlebihan telah diselesaikannya.

“Saya sudah jelaskan semuanya kepada Menteri. Namun, ketika saya tetap harus diganti saya harus teri­ma,” ucapnya.

Makmur Syarif juga berpesan kepada Rektor baru agar me­me­gang jabatan itu dengan sungguh-sung­guh. Karena sebuah jabatan yang dia­manahkan apabila tidak dila­kukan dengan baik akan berakibat tidak baik.

“Kepada rektor yang nantinya akan menjabat, masih banyak peker­jaan rumah yang menanti untuk memajukan IAIN ke depan. Saya juga meminta maaf kepada seluruh civitas akademika IAIN karena hal ini,” tandasnya.

Pgs Rektor IAIN Prof. Dr Asas­riwani M.H dalam pidato singkatnya meminta dukungan kepada semua civitas akademika IAIN untuk bisa bekerjasama dalam menjalankan amanah yang baru saja diembannya. “Perlu kebersamaan untuk bisa mewujudkan IAIN yang lebih baik kedepannya,” tuturnya.

PGS Rektor IAIN ini pun telah mulai merancang beberapa agenda yang akan dilakukannya selama 4 bulan masa jabatannya ke depan. “Dalam waktu dekat ini kita akan membentuk panitia pemilihan rek­tor baru IAIN untuk pemilihan Rektor pada bulan September men­datang,” paparnya. (h/mg-isr/mg-fds/dka/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]