Puluhan Ranmor Jadi Bangkai


Ahad, 22 Maret 2015 - 19:09:15 WIB
Puluhan Ranmor Jadi Bangkai

Kapolresta Payakumbuh, AKBP Yuliani, bersama Kasat Lantas Iptu Hary MP dan Kaur Bin OP Lantas Iptu. Amirwan kepada wartawan di Mapolres setempat, Jum’at (20/3) mengatakan, terhadap Ranmor yang sudah menjadi bangkai memang agak menyulitkan petugas mengandangkannya, karena tidak punya tempat yang memadai. Lagipula Polres tidak boleh melakukan pelelangan umum.

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

Karena itu lanjutnya, diimbau kepada pemilik kendaraan roda dua tersebut, untuk menjemput kendaraannya ke Mapolresta dengan persyaratan bukti kepemilikan, seperti, BPKB, STNK dan KTP, kemudian membuat surat pernyataan. Dalam proses pengeluaraan kendaraan tersebut tidak dipunggut biaya

“Selama ini kami sudah melakukan berbagai upaya, mendatangi kerumah pemilik kendaraan. Pemilik berjanji akan menjemputnya, ternyata hingga kini tak satupun yang mengurus penjemputannya. Kalau kendaraan tersebut selama 5 tahun tidak dijemput pemiliknya, maka Polresta akan melakukan pemusnahaan, “ujar Kapolres.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

Sebanyak 20 unit kendaraan yang sudah menjadi bangkai itu, berupa hasil tangkapan pelanggaran lalin dengan modus, kendaraannya ditinggalkan di tempat kejadian peristiwa (TKP) dengan alasan menjemput surat-suratnya pulang. Setelah ditunggu-tunggu tak satupun yang kembali.

“Kendaraan yang berjumlah 20 unit itu, memang tidak sekaligus dalam suatu razia, tetapi sudah beberapa kali operasi. Tertangkapnya pengendara sewaktu mereka sedang kena razia tidak membawa surat-surat kelengkapan kendaraan. Setelah ditanya petugas alasannya surat-surat tinggal dirumah,”ulas Amirwan menambahkan.

Baca Juga : Jelang Ramadhan, Kaum Kerajaan Sungai Kambut Dharmasraya Gelar Goro Bersama

Pihak Satlantas telah berupaya agar kendaraan itu dijepmut pemiliknya, dicoba mengecek kepemilikkannya ke Samsat, ternyata dari Nopol tersebut, banyak yang tidak cocok, artinya kendaraan tersebut diduga bodong atau banyak dugan-dugaan lainnya, “sebutnya.

Salah seorang anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh, Basri Latief yang sudah berpengalaman di Samsat, mengatakan, masyarakat yang merasa memiliki kendaraan itu dapat menjemputnya ke Mapolres, jangan dibiarkan sampai berlarut-larut. Begitu juga jajaran Polrestata Cq Satlantas, diharapkan jangan terlalu cepat melakukan pemusnahan, sebaiknya koordinasi dulu dengan pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri. “Kalau dapat dilakukan pelelangan umum, sehingga uang masuk bertambah juga ke kas negara, “ tuturnya. (h/zkf)

Baca Juga : PDSKJI Bersama FK Unand dan IDI Sumbar Gelar Webinar: Bahaya Kecanduan Game Online, Napza dan Pornografi Mengintai Generasi Z

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]