Mantan Anggota Dewan dan Istri Diciduk


Ahad, 22 Maret 2015 - 19:35:07 WIB
Mantan Anggota Dewan dan Istri Diciduk

MH ditangkap tanpa per­lawanan, namun ia sempat mengelak jika barang terse­but bukan miliknya. Pe­nang­kapan MH dan istrinya ber­awal dari informasi ma­sya­rakat. Sebelum ditangkap Satreskrim sempat mela­kukan pengintaian, di lokasi penggerebekan.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono, di­dam­pingi Paur Humas Aip­tu Yan Frizal, Minggu (22/3) mengatakan, MH sudah menjadi target operasi sejak beberapa waktu lalu ber­dasarkan informasi menge­nai tersangka masuk ke Pol­res Agam. Sejak saat itu Satreskrim sudah mengintai sepak terjang tersangka.

Dikatakannya, polisi meng­ge­ledah lebih kurang tiga jam di rumah MH, dan berhasil menemukan satu paket sabu, empat butir pil ekstasi dan tiga buah alat penghisap sabu, bong. Ber­dasarkan barang bukti terse­but keduanya digelandang ke Mako Polres Agam.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

“ Dari tangan MH polisi berhasil mengamankan awal­n­ya satu paket sabu saja, dan tiga buah bong dan se­jum­lah pil ekstasi . Tetapi setelah didesak, ia mengakui ada 15 paket sabu lagi masih simpan. Bedasarkan hal ter­se­but ang­gota Satreskrim melakukan pengecekan seki­tar Minggu dini hari sekitar 03.00 WIB dan mene­mu­kan belasan pa­ket lagi dari dalam saku baju istri yang terjemur di ru­mahnya,” jelas Eko.

Dikatakannya, pada ta­hun 2014 lalu Polres Agam berhasil mengungkap lebih 11 kasus narkoba. Sementara pada tahun 2015 polisi sudah berhasil mengungkap se­banyak empat kasus, dengan tertangkap tangannya, MH dan Istri. Saat ini pihaknya masih memeriksa tersangka, selain dikonsumsi sendiri, barang tersebut diduga juga diedarkan. Atas per­bua­tannya tersangka dijerat dengan 111 undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun.

Polres Bukittinggi Sita Sabu Setengah Kg

Sementara itu, Polres Bukittinggi berhasil mem­bekuk dua pengedar narko­ba jaringan antarprovinsi. Dari tangan kedua tersangka itu, polisi menyita sebanyak setengah kilogram  sabu-sabu senilai Rp900 juta.

Menurut Kapolres Bu­kit­tinggi AKBP Amirjan, kedua tersangka itu ditang­kap dalam sebuah rumah di kawasan Parik Putuih Am­pang Gadang Kecamatan IV Koto Kabu­paten Agam, atau antara perbatasan Bukittinggi-Agam, pada Kamis (19/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedua tersangka itu RF (26) dan RH (33), pekerjaan swasta, yang sama-sama berasal dari Kota Padang dan baru sekitar enam bulan tinggal di kawasan Parik Putuih.

“Sabu-sabu itu berasal dari Aceh yang dikirim menuju Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). Mung­kin ini modus baru, karena itu lolos dari pemeriksaan petugas bandara,” ujar Amirjan kepada wartawan, Jumat (20/3).

Amirjan menjelaskan, belum diketahui dengan cara apa pelaku bisa lolos dari pemeriksaan bandara, karena yang menjemput sabu di bandara itu adalah kakak dari ter­sang­ka RF berinisal JN, yang saat ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kedua tersangka yang ditang­kap ini sama sekali tidak menge­tahui bagaimana proses pengiriman sabu di bandara. Untuk menyelidiki ini, kami akan memburu JN yang saat ini telah masuk DPO,” jelas Amirjan.

Amirjan juga mengungkapkan, dua tersangka narkoba yang ditang­kap itu terancam hukuman mak­simal, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Tersangka dijerat pasal 114 sub pasal 112 dan sub pasal 132 Un­dang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup, atau bisa juga hukuman mati,” ujar Amirjan.

Amirjan menjelaskan, kedua tersangka itu adalah pemain baru yang baru dua bulan mengedarkan narkoba. Menurut pengakuan ter­sang­ka, memang sabu-sabu itu akan diedarkan ke sejumlah daerah di Sumbar. Hanya saja, belum sempat diedar, kedua tersangka itu lebih dulu ditangkap.

Dua tersangka narkoba di Polres Bukittinggi yang terancam huku­man mati ini tidak bisa berkata banyak saat diminta komentarnya oleh para wartawan.

“Pasrah,” ujar mereka singkat. Meski wajah tersangka tertutup sebo hitam dan hanya matanya saja yang terlihat, namun saat berkata ‘pasrah’ itu, getaran suara yang mereka lontarkan tak bisa menyembunyikan rasa kesedihan yang mendalam.

Geledah Pencuri, Temukan Narkoba

Anggota Satreskrim Polres Bu­kit­t­inggi juga berhasil membekuk seorang tersangka pencurian beri­ni­sial AJ (45) di rumah kediamannya di kawasan Panganak Bukittinggi. Namun ketika digeledah, polisi malah menemukan narkoba di pa­kaian tersangka.

“Penangkapan ini dilakukan pada Kamis 19 Maret 2015 lalu di rumah tersangka sekitar pukul 21.30 WIB. Ketika digeledah, dite­mu­kan satu paket kecil narkoba jenis sabu-sabu,” ungkap Kapolres Bu­kittinggi AKBP Amirjan.

Amirjan menuturkan, tersangka adalah seorang resedivis yang baru saja ke luar penjara pada tahun 2013 lalu. Kini tersangka kembali merasa­kan pahitnya hidup di balik jeruji besi.

“Dalam kasus narkotika ini, tersangka dijerat pasal 112 subs pasal 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Amirjan.

Amirjan menambahkan, Kota Bukittinggi merupakan daerah per­lin­tasan yang sangat rentan terja­dinya peredaran narkoba. Pada tahun 2014 lalu, Polres Bukittinggi menangani 27 kasus narkoba, se­men­tara pada tahun 2015 hingga pertengahan Maret 2015, kasus narkoba yang ditangani Polres Bukittinggi telah mencapai 10 kasus. (h/yat/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]