Jalur Independen Kurang Diminati Balon Bupati


Senin, 23 Maret 2015 - 19:15:34 WIB
Jalur Independen Kurang Diminati Balon Bupati

Begitu juga dengan Agus Syahdeman, politisi muda dari Partai Demokrat ini semakin percaya diri dengan jalur par­pol. Ia sekarang sangat intens menjalin kominikasi dengan partai lain untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Baca Juga : Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Dirasakan di Bukittinggi

Sementara kandidat lain, meskipun belum jelas akan menggunakan parpol, akan tetapi juga belum tampak  u­saha untuk menempuh jalur independen.

Ketua KPU Kabupaten Solok Elwiza S.Sos di Solok, Senin (23/3) mengatakan, per­syaratan untuk  maju sebagai kepala daerah melalui jalur independen memang cukup berat, yaitu harus menyerahkan bukti dukungan berupa foto copy KTP dan pernyataan du­kungan sebanyak 10% dari jumlah penduduk. Besar ke­mungkinan karena beratnya persyaratan ini, maka sampai hari ini belum ada tanda-tanda calon kepala daerah yang akan men­daftar melalui jalur inde­penden.

Baca Juga : Sambut Idul Fitri 1442 H, DPC IWAPI Pasaman Gelar Pasar Murah

“Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan KPU, calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang maju me­lalui jalur independen harus men­dapat­kan dukungan 10% dari jum­lah penduduk,” kata Elwiza.

Dikatakan Elwiza, dengan persyaratan itu, maka setiap calon Bupati Solok yang akan maju melalui jalur  in­de­penden harus me­ngumpulkan bukti dukungan 10% dari  jumlah penduduk Kabupaten Solok yang berjumlah 384.217 jiwa, yai­tu 38.422 jiwa. Me­ngum­pulkan bukti du­kungan se­banyak 38.442 jiwa memang sangat berat, akan tetapi kalau calon me­milki tim sukses yang handal dan mau bekerja keras, maka persyaratan itu tidak akan terasa berat. Di samping itu peluang maju melalui jalur inde­penden ini tidak serumit maju melalui parpol.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, BMKG: Waspada Gelombang Laut Hingga 3 Meter

Diingatkan Elwiza, kan­didat yang akan menempuh jalur independen harus kan­didat yang serius dan tidak boleh setengah-setengah. Ka­rena  pasangan cabup dan cawabup inde­penden yang telah ditetapkan sebagai calon resmi oleh KPU tidak diper­bolehkan lagi ­mengun­durkan diri. “Kalau ada yang mundur di tengah jalan, maka pasangan calon tersebut diancam denda Rp10 miliar sesuai dengan Draf Pasal 53 Peraturan K­PU,” tukas Elwiza. (h/eri)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]