Warga Lima Kaum Tewas Dirampok


Senin, 23 Maret 2015 - 19:57:00 WIB
Warga Lima Kaum Tewas Dirampok

“Anak kandungnya Tati yang pertama sekali mene­mukan pisau dan selimut ber­lu­muran darah itu di dapur rumahnya, karena ketakutan dia langsung memberitahukan pada kakak iparnya Joni yang kebetulan bersebelahan ru­mah dan Joni langsung nelfon saya,” kata Walijorong Balai Labuah Ateh Zulkifli kepada Haluan di lokasi kemarin.

Baca Juga : Penyekatan Dimulai, Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Hari Pertama

Kemudian Zulkifli bersa­ma warga melihat ke rumah korban. Setelah dicari awalnya korban tidak ditemukan, na­mun saat itu pintu kamar mandinya terkunci. Setelah pintu itu dibuka paksa dite­mukan korban  tewas berlu­muran darah dalam posisi telentang. “Lalu kami melaporkan ke Polisi,” sebut Zulkifli.

Kapolres Tanah Datar AKBP Nina Febri Linda didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyudi yang lang­sung turun ke TKP, menyebutkan, kasus kematian tersebut diduga korban perampokan lantaran kon­di­si dalam rumah korban acak-acakan.

Baca Juga : Pascalarangan Mudik, Dua Maskapai Ini masih Beroperasi di BIM

Hasil visum dari Rumah Sakit, korban telah meninggal empat hingga enam  jam sebelum dite­mukan, berarti  sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah diperiksa ditemukan di tubuh korban dua tusukan di bagian perut, satu di leher dan pelipis korban juga terdapat luka robek.

Polres Tanah Datar menga­mankan barang bukti satu pisau, peralatan dapur berupa batu peng­giling cabai dan selimut berlumur darah.

Bunuh Diri Lagi

Sementara itu, kasus bunuh diri kembali terjadi di Tanah Datar. Pelaku kedua pada Maret dan keli­ma di tahun 2015 ini, diduga depresi dan memiliki masalah dengan istri­nya yang minta cerai. Pelaku Asrul alias Ujang Elit (59) warga Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang, ditemukan tewas di tiang gantungan di dalam toko bangunan miliknya Minggu (22/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban yang sehari-hari dike­nal luas oleh masyarakat Nagari Tan­jung  ditemukan pertama kali da­lam kondisi tak bernyawa tergan­tung oleh karyawannya Martius.

“Dari keterangan saksi Martius, setiap hari Minggu kedai bangunan milik korban tutup, pada waktu itu saksi menghubungi handphone kor­ban, tetapi tidak ada jawaban. Ke­mudian saksi mendatangi kedai korban dan di depan kedai tersebut sepeda motor korban masih terlihat, saksi lalu mengecek ke dalam kedai dan terlihat korban sedang tergan­tung di tiang kedai,” ungkap Ka­polres Tanah Datar AKBP Nina Febri melalui Kasat Reskrim AKP Wah­yudi, kepada Haluan Senin (23/3)

Polisi lalu mengumpulkan ba­rang bukti di tempat kejadian peris­tiwa. menurut hasil pemeriksaan Dokter Aris Sumantri, pelaku bunuh diri  telah tewas sejak 8 jam dite­mukan.

Menurut beberapa orang rekan korban, diiduga korban stres karena bermacam problem yang tak terpe­cahkan. “Beberapa waktu lalu kor­ban pernah bermasalah dengan usaha kayunya dan sempat ditahan be­berapa bulan, lalu akhir-akhir ini pun istri korban mengajukan gu­gatan cerai ke Pengadilan Agama,” ungkap salah seorang teman korban. (h/fma)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]