Sisakan Bengkalai yang Tak Tersudahkan


Senin, 23 Maret 2015 - 19:58:15 WIB
Sisakan Bengkalai yang Tak Tersudahkan

Kepada Haluan, Alis me­nga­kui, jika tagline yang di­bawanya saat kampanye pada Pilkada tahun 2010 lalu, yakni ‘Manyudahan nan Tabang­kalai’, belum bisa direa­lisasi­kan secara maksimal. Pasal­nya, perubaan aturan yang dibuat pemerintah, tidak bisa dijadikan patokan dalam me­wujudkan rencananya itu.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

“Dalam RPJMD yang ka­mi buat, target kami memang menciptakan jalan-jalan peta­ni dan mengaspal, paling kurang separoh dari lebih 10 ribu kilometer jalan kabu­paten. Tapi nyatanya, belum bisa. Hal itu terjadi, karena kita dibatasi kemampuan keuangan daerah dan tenaga yang tersedia,” kata Alis.

Diakui Alis, keterbatasan itu bukan tanpa alasan. Salah satu penyebabnya adalah ke­ter­lambatan anggaran setiap tahunnya. “Kita ingin mem­buat pola pengerjaan jalan secara bertahap dengan meng­gunakan sistim voor vone­shering (tanggulangi awal oleh rekanan). Tapi nyatanya, da­lam perjalanan waktu, pola itu tidak boleh lagi dilakukan. Inilah yang membuat, tidak semua rencana itu, dapat kita wujudkan,” kata Alis.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Disisi lain, diakui mantan Ketua LKAAM Limapuluh Kota itu, pada bidang budaya, adat, dan sosial, sudah ada terlihat kemajuan. Sebagai bukti, dalam penyelesaian soal sengketa adat, sudah mulai diberdayakan peran ninik mamak. “Kini tidak semua sengketa adat, harus disele­saikan secara hukum legal negara. Tapi sudah ada upaya dari ninik mamak pe­mangku jabatan dinagari un­tuk meme­diasi. Hal ini bisa kita jadian sebagai modal awal, kalau soal adat dan budaya, kita harus kembali pada tradisi lama masyarakat Minangkabau,” jelas Alis Marajo.

Di sisa masa kepe­mim­pinannya, Alis berharap, sia­pa­pun nantinya yang akan menjadi bupati, tetap menja­dikan penyelarasan adat di Limapuluh Kota, tetap bisa dijalankan sesuai dengan kon­sep yang telah dibuat masa bupati Amri Darwis dulu.

Alis mengakui, pekerjaan besar yang akan menjadi pe­ker­jaan rumah bupati beri­kutnya adalah memak­simal­kan potensi daerah. “Kita memiliki potensi tambang yang sangat luas biasa. Kita punya jutaan potensi tambang emas, mangan, dan beragam bahan tambang lainnya. Tapi kita dibenturkan dengan per­soalan lain. Seperti kebera­daan hutan lindung dan ke­pemilikan adat yang tidak bisa diientervensi peme­rintah. Tapi, kendala itu bisa di­carikan solusinya,” tukuk Alis.

Menjemput kembali tagline AA, ‘Menyelesakan nan Tabangkalai’, sejumlah warga melihat tidak ada perubahan apapun. Seperti diakui salah satu tokoh masyarakat Akabi­luru, Sukri Nur melihat, bengkalai yang akan diselesaikan AA, tetap menjadi bengkalai.

“Omong besar saja, kalau janji pasangan Alis Marajo dan Asyirwan Yunus menyelesaikan nan tabang­kalai. Buktinya, hingga saat ini tidak ada yang terselesaikan. Jangankan untuk menyelesaikan, daftar perso­alan saja, tidak ada. Jadi apa yang akan dikerjakan, praktis tidak ter­lihat perencanaannya. Ini mem­buktikan, kalau semua itu nonsen saja,” kata ketua Bamus itu.

Terpisah, Syaiful Hadi Dt Bagin­do Bosa, salah satu pelaku usaha perdagangan melihat, dasar-dasar ekonomispun, tidak terlihat dalam empat tahun terakhir. “Apa daya, masyarakat kita, terlalu mudah terpengaruh dengan janji kampanye. Buktinya, nyaris tidak ada peru­bahan yang terlihat. Kita ingin masyarakat luas tahu, memilih calon bupati nanti, agar lebih teliti. Jangan mudah terpengaruh dengan janji-janji kampanye,” pinta Syaiful Hadi.

Lain lagi kata pelaku usaha kons­truksi, Edlen Syarkawi. Ia  berharap, calon bupati nantinya, agar yang benar-benar mengerti dengan Limapuluh Kota. “Kalau bisa berharap, tokoh-tokoh terbaik yang disebut-sebut bakal maju, adalah yang benar-benar me­mahami dan mengetahui Limapuluh Kota. Jangan yang asal saja. Pahami kei­nginan masyakat. Tidak saatnya lagi, Limapuluh Kota dipimpin untuk kepentingan prestise saja. Kita dam­bakan Ahok-Ahok baru,” kata Edlen Syarkawi. (**)

 

Laporan: JONRES

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]