19 Bangunan Ludes, Suami Istri Tewas


Senin, 23 Maret 2015 - 20:01:18 WIB
19 Bangunan Ludes, Suami Istri Tewas

Saksi mata Bet, yang merupakan pemilik kios agen gas elpiji mengatakan pada Haluan, kejadian berlangsung sangat cepat. Kios elpiji ini sejajar dengan toko yang terbakar atau hanya berjarak 3 meter.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

Bet mendapatkan informasi adanya kebakaran dari masyarakat di dekat lokasi kejadian sekitar pukul 04.00 WIB.

Ia mengatakan, ada yang membe­ritahukan bahwa toko yang sejajar dengan kios gas elpiji miliknya terbakar.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Sesampai di lokasi api sudah mulai membesar. Dari arah toko petak kedua yang merupakan show room mobil bekas, menjalar ke seluruh toko yang ada disampingnya.

“Saya sempat pingsan karena khawatir akan me­rembet ke kios saya,” terang Bet.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Buyung, penyewa toko yang terbakar mengatakan, bahwa ia baru menyewa toko tersebut selama dua tahun. Taksiran kerugian bengkel las miliknya, senilai Rp 40 juta. Sedang­kan Bujang pedagang barang harian baru tiga bulan menye­wa toko terse­but. Ia rugi sekitar Rp 50 juta.

Kesaksian salah seorang warga, api berasal dari salah satu show­room mobil bekas yang sudah dua bulan tidak ditempati. Api dengan cepat menjalar ke toko yang lain.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

UPTD Damkar Pariaman  menu­runkan dua unit  mobil dengan 24 personil, Kabupaten 3 unit mobil Damkar. Kejadian seki­tar dua jam, sekitar pukul 07.00 WIB pagi api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Nan Sabaris AKP Gu­nawan Wibisono didampingi Waka­polsek Jasman Chan menjelaskan,  yang terbakar 4 toko permanen 3 semi permanen. “ Keru­gian ditaksir Rp 500 juta. Penyebab kebakaran dugaan sementara akibat arus pen­dek/kon­sleting, karena banyaknya kabel listrik yang melilit seram­pangan di dalam showroom mobil petak kedua toko perma­nen,”terang Jasman.

Suami Istri Tewas

Masyarakat Jorong Dua Lubuk Kandang, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam dikejutkan dengan kebakaran hebat, yang menghanguskan delapan ru­mah, Senin (23/3) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Peristiwa  itu mene­waskan dua orang warga lanjut usia.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri  lanjut usia, tewas adalah Amirudin (90 tahun) dan istrinya Yusmaini (86 tahun). Keduanya diduga tertidur lelap hingga tidak sempat me­nyelematkan diri.

Dari delapan rumah, satu di antaranya tidak berpenghuni. Ada­pun enam KK lain yang turut men­jadi  korban adalah, Suhendri (35) memiliki anak yang masih belajar di taman kanak-kanak, dan satu  bayi. Kemudian Zon Melizola (42) terdiri dari tiga orang anak duduk di seko­lah dasar dan satu orang bayi.

Selanjutnya  Syukran (50) me­mi­liki empat orang anak, dua di antaranya masih sekolah dasar (SD) dan dua orang yang masih duduk SMP. Mahyunir (65) dengan jumlah satu orang anak. Mizwar Amir (50) dengan jumlah anak dua orang yang masih SD, satu bayi, dan mertuanya. Mereka semua berhasil sela­mat sebelum api membesar.

Salah seorang korban, Syukran, mengatakan, kebakaran tersebut terjadi cukup cepat. Ketika api mulai terlihat yang terpikir olehnya hanya menyelamatkan keluarga. Pera­botan rumah tangga semuanya ludes. Ia bisa bersyukur bisa selamat dari kejadian nahas tersebut.

Menurutnya, api diduga berasal dari rumah korban yang meninggal. Sebelum api mulai membesar ma­syarakat sudah berusaha mema­damkan kobaran api supaya tidak merembet pada bangunan lain. Tetapi karena lokasi rumah cukup padat api dengan cepat menyebar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabu­paten Agam, Bambang Warsito didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Yunaidi, mengatakan, pemadaman kebakaran di Nagari Bayur melibat­kan sedikitnya, empat unit mobil damkar dan dua unit mobil resque.

“Api bisa dijinakkan dengan empat unit mobil, yang berasal dari mobil damkar Agam dibantu satu unit mobil pemadam dari Kota Padang Panjang, satu unit resque dari Kota Bukittinggi. Keru­gian ditaksir Rp1 miliar,” jelasnya.

“Korban meninggal tidak bisa menyelamatkan diri karena terti­dur,” ungkapnya.

BPBD Agam mencatat sejak tahun 2014 peristiwa kebakaran mencapai 118 kasus dengan keru­gian lebih kurang Rp9,4 miliar. Peristiwa tersebut terjadi antara lain kare­na hubungan arus pendek lis­trik, kom­por meledak dan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Agam, M Khudri, mengatakan, pemerintah sudah memberikan bantuan spontan, berupa sembako, tikar, alat masak, serta kebutuhan mendesak lainnya. Ia juga mengkor­dinir masyarakat membuat dapur umum. “Ban­tuan makanan juga diberikan oleh Baznas Agam,” jelasnya.

Pasar Payakumbuh Nyaris Hangus

Pasar Payakumbuh nyaris jadi abu. Di tengah guyuran hujan, empat unit rumah dan di kawasan perkam­pungan padat penduduk di Kelu­rahan Parak Batuang RT 2 RW 2, Kecamatan Payakumbuh Barat, atau masih dalam kom­pleks pasar Paya­kumbuh, Minggu (22/3) malam musnah dimamah si jago merah.

15 unit mobil Damkar Kota Payakumbuh, 3 unit Damkar dari Limapuluh Kota dan dibantu bebe­rapa unit Damkar dari Padang Pan­jang, Kota  Bukit­tinggi, Kabu­paten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kota Pariaman dan Kabu­paten Pariaman, diper­bantukan melokalisasi api. Api yang mulai membara sekitar pukul 22.40 WIB itu itu, baru dapat diji­nakkan sekitar pukul 03.00.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, 4 unit rumah yang terbabar itu adalah milik Mardianis, Syamsurizal, M. Yani, Riki dan Kartini. Belum diketahui berapa kerugian material atas peris­ti­wa kebakaran itu.

Kepala UPT Damkar BPBD Payakumbuh, Ahdion, kepada war­ta­wan di lokasi mengatakan, awak Damkar kesulitan mema­damkan koran api, karena 4 unit rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk dan lokasinya sulit dijang­kau mobil pemadam kebakaran karena jalan ke lokasi sangat sempit.

Pihak Polres Payakumbuh, masih menyelidiki sumber api. (h/mg-man/yat/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]