Seimbangkan Antara Membeli dan Memelihara


Selasa, 24 Maret 2015 - 19:57:02 WIB
Seimbangkan Antara Membeli dan Memelihara

Musrenbang yang dibuka oleh Wawako Suwandel Mukh­tar dan dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Indra Sofyan MM itu dikatakan oleh Ketua Badan Perencanaan Pem­ba­ngunan Payakumbuh Ridha Ananda sebagai konsepsi pen­ting arah pembangunan Kota Payakumbuh. Dalam sam­butannya Ridha Ananda me­nye­but pentingnya pemban­gunan jalan dan irigasi yang masih kurang di Payakumbuh.

Baca Juga : Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Dirasakan di Bukittinggi

Sementara itu, dari kertas kerja Kepala Bappeda Sumbar, disebutkan bahwa pem­ba­ngunan Sumbar ke depan di­arah­kan pembangunan mari­tim dan perikanan. Paya­kum­buh pun diharapkan mampu menyesuaikan rencana pem­bangunan yang disadur dari arah pembangunan nasional ini.

Dua Kurikulum

Baca Juga : Sambut Idul Fitri 1442 H, DPC IWAPI Pasaman Gelar Pasar Murah

Ketua DPRD YB Dt Par­-mato Alam menyesak soal penerapan dua kurikulum; 2006 dan 2013. Pemko Paya­kumbuh harus bijak me­nyi­kapi hal ini. Penting kiranya, menghadapi kasus ini ntuk meninjau respon seluruh anak didik, wali murid, dan warga belajar lainnya, termasuk pen­didik. “Kiranya kurikulum 2006 untuk Kota Payakumbuh perlu dipertimbangkan dan dipertahankan,” begitu papa­ran Ketua DPRD.

Begitupun sektor jalan dan irigasi. Senada dengan Ketua Bappeda Ridha Ananda, dika­takan YB Dt Parmato Alam bahwa untuk menghadapi arus transportasi 2016 yang akan meningkat signifikan, maka perlu membuat, memperbaiki, dan menyelesaikan jalan darat khususnya jalur Selatan agar pengaturan dan tertib lalu lintas terwujud di 2016. Soalan irigasi, harapan petani ter­hadap irigasi yang lancar sa­ngatlah tinggi.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, BMKG: Waspada Gelombang Laut Hingga 3 Meter

YB Dt Parmato Alam ke­mudian menyentak peserta Musrenbang dengan sarana perkantoran khususnya Ka­n­tor Walikota yang baru di Poliko, diharapkan di 2016 telah siap 100 persen dan Wa­likota beserta seluruh jajaran sudah menempati perkantoran baru itu. Termasuk aset Ka­bupaten Limapuluh Kota yang berada di Kota Payakumbuh, sudah saatnya dibebaskan seca­ra bertahap dan berlanjut se­hing­ga tatanan kota lebih baik lagi.

Menyoal reformasi biro­kra­si untuk melakukan per­baikan, merubah, mem­betul­kan, membersihkan, berwi­bawa, serta dicintai rakyat, maka Pemko Payakumbuh harus menyikapi hal ini. Ke depan menempatkan pegawai harus sesuai dengan bidang keahlian, kemampuan, dan golongan kepangkatannya.

Baca Juga : Jasman Rizal: Tak Ada Larangan Pergerakan Lokal, Tetap Patuhi Prokes

Mempersoalkan peng­ga­bungan keluharan, YB Dt Parmato Alam mengatakan jangan ada lagi Lurah dengan latar belakang keahlian per­hubungan, pendidik, atau bi­dang khusus lainnya ditem­patkan sebagai Lurah. Sebab, hasilnya, akan sangat jauh dari harapan pelaksanaan roda pe­me­rintahan itu sendiri. (h/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]