Pedagang Bersedia Buka Lapak Sendiri


Selasa, 24 Maret 2015 - 19:57:37 WIB
Pedagang Bersedia Buka Lapak Sendiri

Kepala Satuan Polisi Pa­mong Praja (Satpol PP) Kabu­paten Agam, Danil Defo, me­nga­takan, penertiban ba­ngu­nan semi permanen yang di­gunakan pedagang bertujuan untuk menata serta mem­fung­si­kan kembali areal tersebut menjadi taman. Tidak ada perlawanan, bahkan pedagang mau membuka lapak mereka sendiri.

Baca Juga : Pakai BPJS Kesehatan, Antisipasi Apabila Sakit

“Mereka memakai taman untuk berjualan. Sebelum di­adakan­nya penertiban ini, pedagang sudah diberitahu. Bahkan mereka sudah diajak beberapa kali rapat. Pedagang dibolehkan berjualan tetapi menggunakan lapak bongkar pasang itu pun mulai sore hari. Namun mereka tidak di­benar­kan, membuat bangunan, ka­rena merusak fungsi taman,” jelasnya.

Menurut Danil, dari se­jum­lah lapak serta bangunan itu,  satu bangunan milik seorang pedagang belum ditertibkan, karena yang bersangkutan memintah tangguh hingga  Selasa sore. Jika bangunan semi permanen tersebut belum juga dibuka, akan dibongkar paksa pada Rabu pagi.

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

“Besok (hari ini,red) pagi akan kita pantau lagi. Jika ada juga bangunan semi permanen yang dipakai pedagang untuk berjualan pada areal taman akan kita bongkar paksa. Se­jauh ini pedagang bisa me­ngerti. Tapi sebagian masih mempertanyakan tempat  lokasi pindah. Ini merupakan kewenangan BP3 pasar, kita hanya menertibkan,” jelasnya.

Sementara salah seorang padagang, yang memiliki ba­ngu­nan semi permanen pada areal tersebut, Yet masih me­nyang­sikan tempat pindah. Sebab, belum adanya kejelasan dari BP3. Satpol PP hanya memperbolehkan pedagang berdagang mulai pukul 16.00. Sementara sehari-hari Yet berjualan, lontong, kopi, yang biasa dibuka pada pagi hari.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

“Saya sudah berjualan di tempat ini sejak 2001, mata pencarian kami sangat ber­gantung disini.  Kami hanya memastikan tempat  pindah. Kalau berdagang dibolehkan baru pada sore hari tentu tidak cocok dengan dagangan kami. Selain itu saya juga  meminta penangguhan pada Satpol PP untuk membuka bangunan tempat berjualan saya. Biarlah kami yang membuka sendiri,” jelasnya. (h/yat/ks)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]