Kasus Bunuh Diri di Tanah Datar Butuh Perhatian Serius


Selasa, 24 Maret 2015 - 20:07:05 WIB
Kasus Bunuh Diri di Tanah Datar Butuh Perhatian Serius

Sayang, derasnya pertambahan angka kejadian bunuh diri di Luhak Nan Tuo, sebagai pusat kebudayaan Minangkabau, hingga kini belum menjadi perhatian serius oleh Pemerintah  Kabupaten Datar, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPRD Kabupaten/Provinsi sereta kalangan kampus.

Baca Juga : Cegah Warga Nekat Mudik, Polri Gelar Operasi Sebelum 6 Mei

Pertambahan jumlah angka bunuh diri di Tanah Datar yang sangat mencemaskan, seakan kalah gaung oleh perang pencitraan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue yang rencananya akan ikut bertarung di Pilkada Sumbar 2015. Wakil Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi juga tengah fokus untuk mempersiapkan pemenangan Pilkada Tanah Datar 2015.

Begitu juga dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim yang juga akan ikut berkompetisi politik di Pilkada Sumbar 2015. Kon­sentrasi mereka barangkali banyak tersita oleh agenda Pilkada ketimbang membaginya dengan rasa prihatin dan perhatian atas kasus bunuh diri di Tanah Datar.  Kalangan DPRD, kampus, LKAAM, MUI dan lainnya juga tidak tampak upayanya mencarikan benang merah atas maraknya kasus bunuh diri di Tanah Datar dan berupaya mencarikan tawaran solusi yang tepat atas permasalahan tersebut.

Baca Juga : Inilah Jam Kerja ASN pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah

Beberapa waktu lalu Wahyu Pramono, Sosiolog Unand (Universitas Andalas), turut mengemukakan pendapatnya tentang penyebab dan upaya bersama yang dapat ditempuh untuk menekan angka bunuh diri. Menurutnya dalam budaya Minangkabau tidak ada satupun nilai sosial yang me­m­benarkan seseorang untuk melakukan aksi bunuh diri. Lain halnya dengan Madura, ada budaya Carok yang merupakan aksi bertarung sampai mati demi mempertahankan harga diri.

Biasanya hal itu diawali oleh perselisihan antara dua pihak yang tidak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, akhirnya ditempuhlah cara bertarung sampai mati, namun sekarang Carok sudah tidak dibenarkan lagi.  Sedangkan di Jepang ada istilah Kamikaze, bentuknya juga bunuh diri demi ke­hormatan, dulu dilakukan oleh tentara Jepang saat perang dunia, saat ini pun cara itu tidak dibenarkan lagi.

Baca Juga : Gawat! Ada 22.000 Senjata Api Dimiliki Warga Sipil di Daerah Ini

Menurutnya, bunuh diri yang terjadi di Tanah Datar semata-mata tindakan yang bersumber dari tekanan sosial yang menimpa pelaku. Saat beban tekanan sosial tersebut semakin berat, pelaku akan serta merta memutuskan untuk mengambil jalan pintas, mengakhiri tekanan sosial yang diderita dengan jalan bunuh diri. Lebih lanjut Wahyu mengemungakan upaya-upaya yang menurutnya cukup pantas untuk ditempuh. Diantaranya adalah kesadaran tanggung jawab keluarga luas di Minang­kabau yang semakin tipis, perhatian ulama yang kurang serta kampanye pemerintah yang belum optimal tentang bunuh diri.

Di Sumatera Barat, apalagi di Tanah Datar itu merupakan Luhak Nan Tuo, seharusnya fungsi keluarga luas mampu menampung dan memberi masukan atas tiap tekanan sosial yang menimpa anggota keluarganya, mamak pada keluarga luas adalah komando, tanggung jawab mamak terhadap dunsanak, anak dan kamanakan harus ditingkatkan.

Baca Juga : Launching Polri TV dan Radio, Jenderal Listyo Sigit: Untuk Mengedukasi Masyarakat

Kemudian pemuka agama, jangan hanya sebatas ber­ceramah di atas mimbar, tapi turunlah ke masyarakat, bukalah diri sebagai tempat mengadukan keluh kesah akibat tekanan sosial. Dan yang terakhir kepada pemerintah, giatkanlah berkampanye anti bunuh diri, beri masukan dan jalan keluar pada masyarakat yang sedang didera berbagai macam bentuk tekanan sosial.

Islam mengharamkan kasus  bunuh diri. “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (mem­bunuhnya) melainkan dengan suatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An‘am: 151). “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisa’:29-30)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]