Polda Sumbar Bentuk Tim Khusus


Selasa, 24 Maret 2015 - 20:12:25 WIB
Polda Sumbar Bentuk Tim Khusus

“Terduga teroris ISIS ini telah berpindah-pindah sebanyak tiga kali. Pertama di Jalan Sutan Syahrir Tarok Bukittinggi, lalu Payakumbuh dan kembali lagi ke Tangah Jua Bukittinggi. Kini tim khusus masih di lapangan untuk melakukan pendalaman,” kata Bambang kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/3).

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

AH (40) merupakan pedagang pakaian bayi, juga aktif di Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) dan pengurus masjid di Sumbar. Setelah berpindah-pindah tempat tinggal di Sumbar, AH pindah ke Jakarta Selatan, pada Januari lalu dan tertangkap Densus 88 dalam dugaan pelaku teroris ISIS.

“Kami mendapatkan informasi, AH aktif menjadi pengurus masjid saat dia masih berdomisili di Sum­bar. Untuk itu, kami akan mela­kukan penyelidikan dan penda­laman ada­nya jaringan terorisme, “ jelasnya.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Tidak itu saja, AH juga pernah didatangi para tokoh atau petinggi jaringan teroris yang telah ditangkap kepolisian, seperti berinisial AB, AJ dan HR.

Lebih lanjut kata Bambang, pihaknya telah memerintahkan seluruh Kapolres di Sumbar untuk bekerja sama dengan tokoh masya­rakat, ulama dan seluruh elemen masyarakat, agar bisa memonitor atau mendeteksi jaringan dari AH, maupun dugaan keterkaitan teroris­me ataupun ISIS yang ada di Sumbar.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian, Petugas Lapas Klas II B Padang Temukan Sajam

Bambang juga meminta kepada Kemenag Sumbar dan pondok pe­san­tren agar memberikan infor­masi adanya aliran yang menyimpang dan menyesatkan kepada pihak berwajib.

Bambang berharap, Sumbar aman dan kon­dusif dari jaringan terorisme ataupun keterkaitan dengan jaringan ISIS. Masyarakat, agar bisa me­nyikapi dengan baik ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Jangan percaya dengan ajakan-ajakan yang membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Baca Juga : Resmikan Surau Papan Palinggam Padang, Gubernur: Mari Ciptakan Pemimpin Masa Datang

“Apabila ada menemukan, sege­ra laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan takut, laporkan saja. Karena rahasia yang melapor akan dijaga,” ungkapnya.

Kapolres Bukit­tinggi AKBP Amirjan mengatakan, pihaknya telah melakukan peman­tauan secara intens terhadap per­kem­bangan jaringan ISIS di Kota Bukittinggi semenjak tahun 2014 lalu. Dari hasil pemantauan tersebut, diakuinya belum ditemukan sema­cam aktivitas yang mencurigakan terkait adanya gerakan ISIS di Bukittinggi.

Amirjan kepada wartawan di Mapolres Bukittinggi, Selasa (24/3) mengartakan, pihaknya menduga, Aprimul pindah ke Jakarta pada awal Januari 2015 lalu, karena tidak mampu merekrut anggota dan tak mampu mengembangkan aliran ISIS di Bukittinggi. Amirjan juga menilai, masyarakat Sumbar, khususnya Kota Bukittinggi sudah sangat cerdas, sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap aliran keras sejenis ISIS.

“Dari hasil pemantauan dan penyelidikan kami, Aprimul Hendri ini masih tercatat sebagai pengurus salah satu masjid di Kota Bukittinggi dan juga tergabung dalam salah satu organisasi Islam di Kota Bukittinggi. Namun sejauh ini, Aprimul belum terindikasi mengembangkan aliran ISIS dalam organisasinya itu,” jelas Amirjan.

Meski aliran ISIS belum ter­deteksi di Bukittinggi, namun Amir­jan menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan ISIS di wilayah hukum Polres Buki­ttinggi, karena menurutnya bisa saja aliran itu masuk ke Bukittinggi jika tidak dipantau secara serius.

Terkait ditangkapnya Aprimul oleh Densus 88 Anti Teror Polri, Amirjan juga mengatakan, hingga saat ini belum ada perintah dari Mabes Polri maupun dari Polda Sumbar untuk menindaklanjuti tangkapan tersebut, baik untuk menggeledah rumah kontrakan Aprimul di kawasan Tangah Jua Bukittinggi, ataupun melakukan pengamanan khusus terhadap rumah kontrakan tersebut.

Amirjan juga menjelaskan, hing­ga saat ini belum ditemukan adanya gejolak kelompok masyarakat di Kota Bukittinggi terkait adanya warga Bukittinggi yang diduga terlibat ISIS.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng Syurionegoro Widajat juga mengimbau seluruh lapisan masya­rakat untuk mewaspadai ISIS me­ram­bah kabupaten tersebut. Soal­nya, salah satunya terduga ISIS di Jakarta adalah orang Kinali Pasa­man Barat yang menetap di Bukit­tinggi sebelum pindah ke Jakarta Selatan.

Dugaan ini pernah disampaikan oleh Kapolres Pasaman AKBP Agoeng SW ketika menutup pergan­tian tahun 2014 lalu. Dimana dicu­rigai anggota ISIS ada di Bukittinggi. (h/nas/wan/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]