Rupiah Tertekan, Ekonomi Sumbar Tetap Tumbuh


Rabu, 25 Maret 2015 - 19:50:43 WIB

“Secara keseluruhan tahun, pertumbunan ekonomi Sumbar diperkirakan membaik pada tahun 2015 ini, yakni tumbuh pada kisaran 6,0% - 6,4%, atau meningkat dibandingkan pertumbunan pada tahun 2014 sebesar 5,9%,” kata Puji pada acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Sumbar triwulan IV tahun 2014, yang digelar di kantor BI Sumbar, Jl. Jendral Sudirman Padang, Rabu (25/3).

Konsumsi domestik yang masih tinggi, permintaan global yang membaik, yang disertai dengan terwujudnya iklim investasi yang semakin kondusif paska tahun politik terang Puji, diperkirakan juga akan mampu dalam mendorong lebih tingginya pertumbuhan ekonomi Sumbar.

“Sementara tekanan inflasi Sum­bar diper­kirakan mereda pada tri­wu­lan I 2015. Laju inflasi Sumbar diperkirakan berada di kisaran 6,2% - 6,6%. Kondisi ini merupakan imbas dari kebijakan penurunan harga BBM bersubsidi pada awal triwulan, serta terjaganya pasokan sejumlan bahan pangan strategis,” terang Puji.

“Secara keselurunan tahun, pe­nu­­runan laju inflasi Sumbar di­perkirakan akan terus berlanjut berada pada kisaran 4,0% hingga 5,0% di akhir tahun 2015. Namun demikian, masih terdapat potensi inflasi yang perlu diwaspadai selama tahun 2015. Pergerakan harga mi­nyak internsional, akan menjadi penentu besar kecilnya resiko terja­dinya inflasi tersebut,” ujar Puji.

Stagnasi Investasi

Hanya saja, pada kesempatan yang sama, Puji tetap mengingatkan pemerintah soal kegiatan investasi. Ia menyebutkan jika kegiatan inves­tasi di Sumbar cenderung berjalan lambat. Porsi investasi Sumbar terhadap PDRB, lebih rendah diban­dingkan rata-rata Sumatera. Bahkan sepanjang delapan tahun terakhir jelas Puji, perkembangan investasi di Sumbar juga relatif stagnan, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Pulau Sumatera.

“Kondisi tersebut terlihat dari kecilnya realisasi PMA dan PMDN Sumbar dibandingkan provinsi lain di Sumatera. Namun kita optimis, dengan membaiknya perekonomian Sumbar, juga akan mampu dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik ke depan,” tandas Puji.

Kepala BKPMD Sumbar, Mas­rul Zen mengatakan, tahun 2015 Pemprov Sumbar akan memberikan penawaran investasi skala besar bagi para calon penanam modal di Ranah Minang itu. Selain potensi pari­wisata, Sumbar kata Masrul, juga akan menawarkan investasi bidang agro industry, energy geo thermal dan pengaktifan kembali jalur kere­ta api Padang- Padang Panjang- Payakumbuh, serta Padang- Solok.

Dosen Fakultas Ekonomi Unand, Prof. Syafrudin Karimi pada kesempatan yang sama me­nye­butkan, untuk menggairahkan iklim investasi di Sumbar, sangat diper­lukan kajian mendalam terkait kapasitas dan pengembangan bisnis di daerah. Hal ini menjadi sejalan, mengingat sangat diperlukannya ruang besar investasi untuk pengem­bangan bisnis itu sendiri.

“Pemerintah juga perlu men­dorong dan menggerakkan BUMD untuk pembangunan di sektor riil. Dengan pergerakan pembangunan di sektor ini, dipastikan akan sangat sangat membantu dalam meng­gairahkan iklim investasi yang masuk ke daerah,” ujar Syafrudin.

Dollar tetap Perkasa

Dari Jakarta diwartakan, peme­rintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkumpul di Gedung Dewan Per­wakilan Rakyat (DPR) untuk mem­bahas masalah rupiah.

Saat ini rupiah dinilai masih belum perkasa melawan dolar Ame­rika Serikat (AS). Hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka di Rp 12.928/US$, melemah dibandingkan penu­tupan perdagangan kemarin yaitu Rp 12.900/US$.

Dilansir detik.com, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, depresiasi nilai tukar rupiah terha­dap dolar AS dinilai sebagai dam­pak dari perbaikan ekonomi AS. Pelemahan tidak hanya terjadi da­lam rupiah, namun juga mata uang negara lain.

“Gejala penguatan dolar AS yang membuat currency lain melemah tidak hanya rupiah, malah yang lain lebih lemah,” kata Agus di depan para anggota DPR yang hadir sekitar 50 orang, di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (25/3).

Agus menyebutkan, pihaknya akan terus menjaga nilai tukar rupiah dengan memperhatikan kecukupan cadangan devisa.

“Kita perhatikan kecukupan cadangan devisa, kita harus jaga, saat ini dalam kondisi baik,” katanya.

Hadir dalam rapat ini Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Deputi Guber­nur Senior BI Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara, Direktur Eksekutif Bidang Komu­nikasi BI Tirta Segara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani, Deputi Pengawas IKNB Dumoly Pardede, Deputi Komisioner Penga­was Perbankan OJK Irwan Lubis, Plt Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, dan lain-lain. (h/yan)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]